Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Alasan Jokowi Baru Tunjukkan KTA PSI: Politik itu soal Momentum

4 min read
Alasan Jokowi Baru Tunjukkan KTA PSI: Politik itu soal Momentum
Presiden Ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kabupaten Bekasi (27/9/2026) (dok. Istimewa)
  • Jokowi menyebut momentum sebagai alasan menunjukkan KTA PSI di Bandung dan Bekasi.

  • Ia mengatakan telah menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025 dan memamerkan nomor anggotanya.

  • Jokowi meminta kader PSI fokus bekerja serta meyakini partai itu dapat berkembang menjadi partai besar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa alasan utama Jokowi baru menunjukkan KTA PSI?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden ke-7 RI, Joko "Jokowi" Widodo kembali menggelar safari politik ke Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026). Dalam safari politiknya, Jokowi hadir dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kabupaten Bekasi.

Jokowi tiba pukul 14.30 WIB. Ia disambut kader PSI Jawa Barat, khususnya kabupaten Bekasi. Saat memberikan arahan, Jokowi menceritakan banyak menerima pertanyaan mengapa baru mengumumkan keanggotaannya di PSI. Menurutnya, ini salah satu momentum yang pas untuk mengumumkan keanggotaannya di PSI.

"Banyak yang bertanya kok baru ditunjukan sekarang, ya kan suka-suka saya dong, kan ini kartu milik saya, bahwa saya tunjukkan di Bandung dan Bekasi ini karena momentumnya memang sekarang,” ucap Jokowi.

Ia mengaku momentum yang tepat ada saat bertemu dengan kader-kader Bandung dan Kabupaten Bekasi.

"Politik ini kan momentum, momentumnya pas kan ya saya tunjukkan sekarang,” ucap Jokowi.

  1. 1. Kelakar Jokowi tanya apakah ada kader yang tak setuju

    IMG-20260927-WA0001.jpg
    Presiden Ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kabupaten Bekasi (27/9/2026) (dok. Istimewa)

    Jokowi sempat bergurau kepada kader yang tidak setuju dengan keanggotaannya di PSI, ia akan memberikan hadiah sepeda.

    "Siapa setuju saya memilik kartu ini? Ada yang tidak setuju, maju, saya beri sepeda,” canda Jokowi yang disambut tawa hadirin.

    Saat tiba, Jokowi disambut ketua DPW PSI Jawa Barat Abang Ijo Hapidin dan Ketua Harian DPW PSI Jawa Barat Chodri Syafii serta ketua DPD PSI Kabupaten Bekasi Ridho Choirul Umam. Bukan hanya itu, sekitar 300 pedagang bakso terlibat dalam kegiatan tersebut.

    Selain itu, sekitar 80 juru masak turut membantu menyiapkan makanan gratis. Total makanan gratis yang disiapkan mencapai 8.000 porsi. Tak hanya bakso, ada juga siomay dan mi ayam.

  2. 2. Jokowi sebut sudah jadi kader sejak Oktober 2025

    IMG-20260927-WA0002.jpg
    Presiden Ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kabupaten Bekasi (27/9/2026) (dok. Istimewa)

    Jokowi sebelumnya memamerkan kartu anggota PSI. Kartu anggota tersebut sudah dikantonginya sejak 2025 silam.

    "Saya sudah masuk menjadi keluarga besar PSI itu sudah 14 Oktober 2025. Sudah setahun lalu. Banyak yang enggak percaya. Saya kasih kartu anggota saya," katanya di Rakorda PSI Bandung, Sabtu (26/9).

    Dia juga menyampaikan fakta menarik soal kartu anggotanya. Karena ternyata, Jokowi memiliki nomor anggota S337220257777777.

    Jokowi mengungkapkan alasannya memilih Bandung sebagai kota untuk mengungkap fakta keanggotaannya di PSI. Alasannya, karena DPRt di Kota Bandung sudah mencapai 100 persen.

    "Saya ingin menyampaikan hal ini juga penting dan saya buka di Bandung. Bahwa saya sesungguhnya kader PSI agar diketahui seluruh jajaran PSI dari DPP, DPW, DPD, DPC dan DPRt," jelasnya.

  3. 3. Jokowi sebut PSI partai baru, tapi sudah banyak yang ketakutan

    IMG-20260926-WA0035.jpg
    Presiden ke-7 RI, Joko "Jokowi" Widodo saat menghadiri Rakorda DPD PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026)(dok. Istimewa)

    Jokowi menilai, PSI perlu meyakini potensinya untuk berkembang menjadi partai besar. Meskipun saat ini masih tergolong sebagai partai baru.

    Jokowi mengatakan, keberadaan PSI sebagai partai baru tidak lantas membuat partai berlambang gajah tersebut tidak diperhitungkan. Ia bahkan menyebut sudah ada pihak yang merasa khawatir terhadap perkembangan PSI.

    “Karena meskipun PSI ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan,” kata Jokowi.

    Dia menegaskan, PSI merupakan partai baru, tetapi harus tetap diperhitungkan. Jokowi meminta kader memiliki keyakinan, PSI akan berkembang menjadi partai besar.

    “Wong sama partai baru saja kok takut. Ini partai baru, tapi juga hati-hati. Meskipun partai baru, hati-hati, ini akan menjadi partai besar,” ujarnya.

    Jokowi juga menyinggung parliamentary threshold atau ambang batas parlemen. Dia meminta kader PSI tidak menjadikannya sebagai alasan untuk khawatir. Menurutnya, berapa pun besaran ambang batas parlemen yang ditetapkan, fokus utama PSI harus tetap pada kerja organisasi.

    “Oleh sebab itu saya sampaikan, mau parliamentary threshold 5 persen, oke, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 6 persen, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 7 persen, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 8 persen, nggak masalah,” tegasnya.

    Menurut Jokowi, hal terpenting adalah kerja keras kader serta keberadaan struktur partai yang aktif. Ia menekankan struktur PSI harus benar-benar hidup dan bekerja di tengah masyarakat.

    “Asal, as long as, asalkan saudara-saudara bekerja keras untuk partai, strukturnya aktif dan bekerja, hidup dan bekerja,” kata Jokowi.

    Jokowi kemudian menegaskan kembali, kerja organisasi menjadi kunci bagi PSI. Karena itu, ia meminta kader tidak terlalu mencemaskan persoalan parliamentary threshold.

    “Kuncinya hanya di situ. Nggak usah takut dengan yang namanya parliamentary threshold. Jelas semuanya?” kata Jokowi.

    Jokowi pun meminta seluruh kader PSI memiliki keyakinan terhadap target tersebut. Menurut dia, target PSI tidak seharusnya berhenti pada sekadar memperoleh kursi di parlemen.

    “Kita harus meyakini itu, kita harus meyakini itu. Target kita bukan hanya masuk Senayan, bukan hanya masuk Senayan,” kata Jokowi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More