Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu SSRN, Platform yang Memuat Paper MBG untuk Nobel Perdamaian Prabowo?
ILustrasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Jakarta, IDN Times - Dalam dua hari belakangan, publik dibuat heboh dengan adanya paper berjudul Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia's Economic Growth yang diunggah melalui platform Social Science Research Network (SSRN). Bukan karena isinya, melainkan karena tercantum nama Presiden Prabowo Subianto sebagai penulis.

Makalah yang terdiri dari 69 halaman tersebut dipertanyakan oleh publik keabsahan dan substansi penelitiannya. Selain itu, makalah ini juga terbit di SSRN yang ternyata bukan merupakan jurnal ilmiah. Lantas, apa itu SSRN?

1. Bukan penerbit jurnal, cuma repository

SSRN bukan penerbit jurnal. Prosesnya juga tak melalui peer review, meski ada juga versi artikel yang sudah diterima dan diterbitkan oleh sejumlah penerbit hingga diakui keabsahannya secara ilmiah.

Meski dinaungi oleh Elsevier, yang merupakan perusahaan induk penerbit sejumlah jurnal beken, SSRN punya bentuk, fungsi, dan metode berbeda dalam mempublikasikan makalah atau jurnal. SSRN hanya menjadi platform dengan akses terbuka untuk para periset muda demi mengembangkan ide, mempublikasikan hasil, dan menghubungkan para peneliti di seluruh dunia.

Makalah yang ada di dalamnya juga banyak yang masih berbentuk draf atau preprint, bertujuan untuk mencari potensi kolaborasi dengan peneliti lain di seluruh dunia hingga akhirnya bisa disempurnakan dan masuk ke dalam jurnal ilmiah terindeks Scopus dan lainnya.

2. SSRN buat tempat komunikasi dan cari peluang

Dilansir dari situs Elsevier, SSRN digunakan oleh mahasiswa dan universitas sebagai tempat berkomunikasi agar penelitiannya bisa dilirik oleh jurnal-jurnal kelas atas. SSRN kini merupakan repository terkait draf penelitian yang mendistribusikan makalah interdisiplin dari berbagai cabang ilmu pengetahuan, termasuk sains terapan seperti kesehatan, humaniora, sosial, dan lainnya.

Ada perbedaan antara SSRN dengan repository lain dalam urusan distribusi konten paper atau makalahnya. Mereka bisa memaksimalkan distribusi kepada para subscriber lewat algoritma, hingga mampu membidik peneliti atau mahasiswa dengan minat yang sejalan dengan disiplin ilmunya.

3. Istana investigasi kasusnya

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari. (Dok/Istimewa).

Terkait munculnya nama Prabowo dalam jurnal tersebut, Kepala Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, mengatakan lembaganya masih menginvestigasi terkait adanya makalah tersebut.

"Lagi diinvestigasi," ujar Qodari di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Sementara, Kementerian Dalam Negeri melalui Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Benni Irawan juga menyatakan hal serupa. Sebab, dalam makalah itu turut dilampirkan surat dari Kemendagri dengan nomor ND/KIE/001/I/2026.

"Ya, itu kan tidak hanya dari Kemendagri ya, ada beberapa lembaga yang ada di situ, terkait dengan Kemendagri dari pagi kami sudah dapat informasi itu, sekarang lagi diklarifikasi, apakah itu memang Kemendagri secara kelembagaan atau bagaimana, kemudian apakah surat yang disampaikan itu bener dari Kemendagri atau apa, kita pastikan dulu," kata Benni.

Editorial Team

Related Article