Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Larang 3 Media Besar AS Meliput di Gedung Putih, Ini Daftarnya

2 min read
Trump Larang 3 Media Besar AS Meliput di Gedung Putih, Ini Daftarnya
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di Gedung Putih. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Presiden AS Donald Trump melarang CNN, MSNOW, dan Politico meliput di Gedung Putih pada 18 September 2026, dengan alasan ketiganya terus menyebarkan berita hoaks.
  • Trump menyamakan pemberitaan hoaks dengan korupsi dan menyatakan akan menindak media lain yang dinilainya melaporkan fiksi atau kebohongan tentang dirinya, pemerintahannya, maupun AS.
  • CNN membantah tuduhan Trump, menegaskan pelaporannya adil dan akurat, serta menyebut larangan tersebut sebagai serangan ilegal terhadap hak konstitusional pers.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengeluarkan larangan kepada tiga media besar AS untuk melakukan liputan di Gedung Putih. Larangan ini diberikan kepada CNN, MSNOW, dan Politico pada Jumat (18/9/2026) kemarin. Sebab, Trump menilai ketiga media tersebut sering membuat berita hoaks.

"Dengan bangga saya umumkan bahwa mulai sekarang, saya melarang CNN, MSNOW (yang baru-baru ini mengganti nama mereka dari MSNBC karena kurangnya pemirsa dan kredibilitas!), dan Politico untuk meliput di Gedung Putih sebagai akibat dari pelaporan berita palsu mereka yang terus-menerus!" kata Trump dalam sebuah pernyataan di Truth Social, seperti dikutip Anadolu Agency.

  1. 1. Trump menyebut berita hoaks seperti korupsi yang dilakukan media

    Kabar hoaks.
    ilustrasi kabar hoaks (unsplash.com/Hartono Creative Studio)

    Dalam pernyataannya, Trump menyebut media yang kerap menyebarkan berita hoaks sama halnya seperti melakukan korupsi. Sebab, mereka dengan sengaja menyebarkan berita hoaks hanya untuk kepentingan pribadi tanpa memikirkan pihak yang menjadi korban. Oleh karena itu, Trump mengatakan akan terus menindak tegas media-media di AS yang menurutnya kerap melakukan tindakan tersebut.Ā 

    "Ini seperti korupsi! Media seharusnya tidak boleh terus-menerus menulis atau melaporkan berita fiksi dan kebohongan ketika mereka meliput Presiden Amerika Serikat, Pemerintahan Trump, atau Amerika Serikat. Media penyebar berita palsu lainnya akan menyusul," lanjut Trump dalam pernyataannya.

  2. 2. CNN merespons larangan meliput dari Trump

    Logo CNN.
    potret logo CNN (unsplash.com/pcrm Dorego)

    Larangan ini langsung mendapatkan respons dari CNN. Media yang didirikan Ted Turner pada 1 Juni 1980 itu mengatakan, pihaknya selalu membuat dan menyebarkan berita kredibel yang sesuai fakta di lapangan. Oleh karena itu, mereka menganggap tuduhan Trump tadi sama sekali tidak benar.Ā 

    "CNN sepenuhnya mendukung tim Gedung Putih kami dan pelaporan mereka yang adil dan akurat. Kami memiliki hak berdasarkan konstitusi AS untuk melakukan peliputan tersebut tanpa halangan atau campur tangan dari pemerintah. Jika larangan yang diancamkan Presiden Trump diberlakukan, itu akan menjadi serangan ilegal terhadap hak mendasar yang dilindungi oleh konstitusi AS," demikian bunyi pernyataan resmi CNN.

  3. 3. Trump kerap bersitegang dengan sejumlah media sejak kembali menjabat

    Kantor New York Times di New York, Amerika Serikat.
    potret kantor New York Times di New York, Amerika Serikat (unsplash.com/Rafael Hoyos Weht)

    Sejak kembali menjabat sebagai presiden pada Januari 2025, Trump memang kerap bersitegang dengan sejumlah media yang ada di AS. Alasannya selalu sama, yakni Trump menganggap media-media di AS kerap memberitakan hal negatif soal dirinya dan pemerintahannya.Ā 

    Pada Senin (16/9/2026) lalu, Trump juga melayangkan gugatan sebesar 15 miliar dolar AS atau Rp267 triliun kepada New York Times. Dilansir NPR, gugatan ini diberikan karena Trump menilai media tersebut sudah membuat berita yang mencemari nama baiknya.Ā 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More