Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Asap Flare Mengiringi Teriakan Tiga Tuntutan Mahasiswa Trisakti
Asap flare saat demo mahasiswa Trisakti (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, pada Kamis 29 Oktober 2026, dengan asap flare merah menyala mengiringi unjuk rasa.
  • Arief Rizquna, Menteri Luar Negeri Kepresma Trisakti 2025/2026, memimpin pembacaan tiga tuntutan di tengah aksi mahasiswa.
  • Tuntutan mencakup pemulihan nasional, pemberantasan pejabat yang dinilai tidak kompeten, serta penegakan supremasi sipil; mahasiswa juga mengangkat simbol kekecewaan dan kegelapan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Mahasiswa Universitas Trisakti menggelar unjuk rasa dengan flare merah dan membacakan tiga tuntutan, termasuk pemulihan berbagai sektor nasional, pemberantasan pejabat yang dinilai tidak kompeten, serta penegakan supremasi sipil.
  • Who?
    Mahasiswa Universitas Trisakti mengikuti aksi tersebut. Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti periode 2025/2026, Arief Rizquna, memimpin pembacaan tuntutan.
  • Where?
    Aksi berlangsung di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.
  • When?
    Unjuk rasa berlangsung pada Kamis, 29 Oktober 2026.
  • Why?
    Mahasiswa menyuarakan tuntutan pemulihan ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan nasional; pemberantasan pejabat yang dinilai tidak kompeten; serta penegakan supremasi sipil.
  • How?
    Mahasiswa menyalakan flare merah, meneriakkan tuntutan, dan mengangkat simbol yang disebut Arief sebagai simbol kekecewaan serta kemirisan dari Trisakti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mahasiswa Universitas Trisakti berkumpul di Jakarta. Mereka menyalakan flare merah yang membuat asap. Arief Rizquna memimpin mereka bicara. Mereka meminta ekonomi, alam, politik, sekolah, dan kesehatan diperbaiki. Mereka juga ingin pejabat yang tidak bisa bekerja dibenahi. Mereka mengangkat simbol gelap karena merasa kecewa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Aksi mahasiswa Trisakti memperlihatkan keberanian menyuarakan perhatian terhadap pemulihan berbagai sektor nasional, kompetensi pejabat, dan supremasi sipil. Di tengah suasana demonstrasi yang kuat secara simbolik, tuntutan dibacakan secara terstruktur oleh perwakilan mahasiswa, mencerminkan upaya mereka untuk menyampaikan aspirasi dan kegelisahan kepada masyarakat sipil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Asap flare berwarna merah menyala mewarnai aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Trisakti di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Di tengah kepulan asap, mahasiswa membacakan tiga tuntutan. Nyala flare mengiringi suara mereka yang bergema di lokasi aksi. Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti periode 2025/2026, Arief Rizquna, memimpin pembacaan tuntutan

"Tuntutan pertama adalah pemulihan ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan nasional. Kedua, pemberantasan pejabat yang dinilai tidak kompeten di bidangnya. Ketiga, penegakan supremasi sipil," ucapnya.

Di tengah penyampaian tuntutan, Arief juga mengajak mahasiswa menunjukkan simbol kekecewaan yang mereka bawa dari Trisakti.

“Hari ini saya ingin menunjukkan kepada masyarakat sipil sekalian bahwa ada simbol kekecewaan, ada simbol kemirisan yang kami bawa dari Trisakti. Angkat semua, teman-teman! Bismillah! Ini adalah kegelapan,” kata Arief.

Curated For You

Editorial Team

Related Article