Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bakom Bantah Komcad ASN Aksi Militerisasi Warga Sipil
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Kepala Bakom Pemerintah, Muhammad Qodari, menegaskan latihan dasar militer bagi ASN bukan bentuk militerisasi warga sipil, melainkan implementasi konstitusi tentang bela negara.
  • Sebanyak 1.758 ASN telah lulus gelombang pertama latihan komcad selama 45 hari, dan Kemhan menargetkan 2.300 ASN ikut pada gelombang kedua dengan pola pelatihan serupa.
  • Wamenhan Donny Ermawan menjelaskan mobilisasi ASN alumni komcad diatur UU Nomor 23 Tahun 2019 dan hanya dapat dilakukan setelah Presiden menetapkan keadaan darurat militer atau perang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
25 April 2026

Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra, menyatakan keberatan terhadap rencana pelibatan ASN dalam komponen cadangan dan menilai hal itu sebagai bentuk militerisasi ruang sipil.

5 Juni 2026

Kepala Bakom Pemerintah, Muhammad Qodari, membantah tudingan militerisasi warga sipil dan menjelaskan bahwa pelatihan komcad bagi ASN merupakan amanah konstitusi untuk bela negara.

Agustus 2026

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyampaikan rencana pelaksanaan gelombang kedua latihan dasar militer komcad bagi 2.300 ASN selama satu setengah bulan.

kini

Sebanyak 1.758 ASN telah lulus gelombang pertama latihan dasar militer komcad dari 49 instansi dan digembleng selama 45 hari di enam lokasi pendidikan TNI.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kepala Bakom Pemerintah, Muhammad Qodari, membantah bahwa latihan dasar militer bagi ASN dalam program komponen cadangan (komcad) merupakan bentuk militerisasi warga sipil.
  • Who?
    Muhammad Qodari selaku Kepala Bakom Pemerintah, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, serta Direktur Imparsial Ardi Manto Adiputra yang menyampaikan pandangan berbeda.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan kegiatan latihan berlangsung di enam lokasi pendidikan milik TNI di berbagai daerah.
  • When?
    Pernyataan Qodari disampaikan pada Jumat, 5 Juni 2026, sementara tanggapan dari Imparsial muncul pada Sabtu, 25 April 2026. Gelombang kedua latihan dijadwalkan Agustus 2026.
  • Why?
    Program komcad bagi ASN dilakukan untuk memperkuat ketahanan nasional dan menyiapkan sumber daya manusia dalam menghadapi dinamika global serta amanat konstitusi tentang bela negara.
  • How?
    Sebanyak 1.758 ASN telah mengikuti pelatihan selama 45 hari dan lulus gelombang pertama. Gelombang kedua menargetkan 2.300 ASN dengan durasi serupa di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan dan TNI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Bapak Qodari bilang latihan tentara buat pegawai negeri itu bukan mau bikin orang sipil jadi tentara, tapi buat belajar cinta negara. Katanya Indonesia besar, jadi harus kuat. Banyak pegawai sudah ikut latihan 45 hari dan nanti ada lagi yang ikut. Tapi ada orang lain yang tidak setuju karena takut itu bikin bahaya untuk demokrasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan pemerintah mengenai latihan dasar militer bagi ASN menonjolkan semangat pembinaan karakter dan peningkatan kinerja aparatur negara. Melalui pengenalan nilai Pancasila, patriotisme, dan nasionalisme selama 45 hari pelatihan, program ini diharapkan memperkuat soliditas birokrasi serta menumbuhkan rasa tangguh dan disiplin yang mendukung pelayanan publik yang lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari, membantah latihan dasar militer komponen cadangan (komcad) bagi ASN merupakan upaya militerisasi warga sipil. Dia mengatakan, komcad merupakan implementasi dari konstitusi mengenai bela negara.

"Jadi, tergantung kacamata dan perspektifnya seperti yang saya sampaikan tadi bahwa memang amanahnya ada di konstitusi kita untuk bela negara," ujar Qodari di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).

Qodari mengatakan, alasan lain dibutuhkannya personel komcad karena Indonesia merupakan negara kepulauan dan bangsa yang besar. Dengan demikian, dibutuhkan ketangguhan yang lebih dibandingkan negara-negara lain.

"Dalam semua perencanaan, program memang kita harus punya dua hingga tiga skenario. Ada plan A, plan B hingga C. Kita punya TNI tetapi juga harus punya komponen cadangan. Apalagi, dalam situasi dan dinamika global seperti sekarang yang betul-betul sangat dinamis," kata mantan Kepala Staf Presiden (KSP) itu.

Pernyataan itu bertolak belakang dengan yang disampaikan Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra. Menurut Imparsial, mewajibkan ASN sebagai komponen cadangan adalah wujud nyata militerisasi ruang sipil yang berbahaya bagi kelangsungan demokrasi dan negara hukum di Indonesia.

"Maka, menyiapkan 4.000 ASN untuk menjadi Komcad merupakan bentuk pengingkaran terhadap prinsip HAM dan konstitusi," kata Ardi dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026).

1. ASN yang ikut latsarmil komcad diharapkan punya kinerja lebih baik

Upacara penutupan 1.758 ASN yang dianggap telah mengikuti pendidikan dasar militer selama 45 hari. (IDN Times/Santi Dewi)

Qodari meyakini kinerja ASN lebih meningkat usai mengikuti latihan dasar militer. Karena selama 45 hari mengikuti penggemblengan komcad, ASN dikenalkan dengan nilai-nilai Pancasila, patriotisme, dan nasionalisme.

"Selain itu, tentu bisa menciptakan suatu jejaring birokrasi yang insyaAllah akan punya soliditas, militansi, dan kinerja yang lebih baik ke depan. Kami harapkan apa yang sudah dikerjakan bisa diimplementasikan secara nyata di masa yang akan datang," kata Qodari.

Sementara, sebanyak 1.758 ASN telah lulus gelombang pertama latihan dasar militer komcad. Mereka berasal dari 49 instansi atau kementerian serta digembleng selama 45 hari. Ribuan ASN itu digembleng di enam tempat pendidikan milik TNI.

2. Kemhan menargetkan 2.300 ASN ikut latihan dasar di gelombang kedua

Upacara penutupan 1.758 ASN yang dianggap telah mengikuti pendidikan dasar militer selama 45 hari. (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara, Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, mengatakan, latihan dasar militer komcad masih akan berlanjut di gelombang kedua. Ada 2.300 ASN yang dibidik untuk ikut digembleng. Sama seperti latihan dasar militer gelombang pertama, ribuan ASN tersebut digembleng selama 45 hari.

"Bulan Agustus nanti, kami akan laksanakan untuk yang tahap kedua (latihan dasar militer) sejumlah 2.300 selama 1,5 bulan. Jadi, untuk tahap kedua, kami juga sudah siapkan dan koordinasi dengan kementerian-kementerian untuk mendapatkan ASN-ASN yang akan kami latih menjadi komponen cadangan," ujar Donny di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Dia mengatakan, bisa saja ada perubahan untuk tempat latihan dasar militer. Sebab, masing-masing satuan kerja di TNI memiliki jadwal yang berbeda.

3. Kemhan akan surati instansi bila butuh mobilisasi ASN

Upacara penutupan 1.758 ASN yang dianggap telah mengikuti pendidikan dasar militer selama 45 hari. (IDN Times/Santi Dewi)

Pertanyaan lainnya yang muncul, apabila ASN yang lulus latihan komcad ini dibutuhkan, apa dasar aturan pengerahannya? Donny mengatakan, tak dibutuhkan mekanisme atau aturan hukum baru.

"Itu semua sudah diatur di dalam Undang-Undang nomor 23 tahun 2019," kata Donny.

Sesuai dengan ketentuan itu, maka sebelum ribuan ASN alumni komcad bisa dimobilisasi, maka Presiden harus lebih dulu menyatakan keadaan darurat militer atau keadaan perang. Namun, mobilisasi komcad harus mendapatkan restu lebih dulu dari anggota parlemen.

Setelah itu, tahapan selanjutnya, anggota komcad akan menerima panggilan resmi untuk diaktifkan kembali dari status sipil menjadi anggota militer aktif. Anggota komcad yang telah aktif, kemudian dijadikan satu ke dalam tubuh TNI sebagai komponen utama, untuk melaksanakan tugas operasi pertahanan.

Editorial Team

Related Article