Menhan: Pendidikan Komcad Bukan untuk Bentuk ASN Jadi Militeristik

- Menhan Sjafrie menegaskan pendidikan Komcad bagi ASN bukan untuk menanamkan militerisme, melainkan memperkuat karakter kebangsaan, disiplin, dan semangat bela negara di lingkungan aparatur sipil.
- Sjafrie mengingatkan ASN agar menjaga integritas dan tanggung jawab setelah pelatihan, karena seluruh fasilitas yang digunakan bersumber dari rakyat dan harus dibalas dengan kinerja terbaik.
- Sebanyak 1.773 ASN dari berbagai kementerian mengikuti pelatihan dasar militer Komcad selama 45 hari di sejumlah fasilitas TNI, dengan target total peserta mencapai 4.000 orang pada tahun 2026.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan, program Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan bertujuan untuk menanamkan militerisme di lingkungan sipil. Program ini, menurutnya, difokuskan pada penguatan karakter kebangsaan dan disiplin ASN.
Hal tersebut disampaikan saat Sjafrie meninjau langsung pelaksanaan latihan dasar militer Komcad ASN di Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026). Sebanyak 280 peserta dari 16 kementerian mengikuti pelatihan tersebut.
Di antara kementerian yang terlibat yakni Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Perhubungan, Kementerian Transmigrasi, Kementerian Koperasi, Kementerian Pariwisata, hingga Kementerian Kehutanan. Para peserta sebelumnya menjalani berbagai simulasi, mulai dari baris-berbaris hingga penanganan huru-hara.
Sjafrie menegaskan, Komcad ASN dirancang untuk memperkuat komponen utama pertahanan negara, yakni Tentara Nasional Indonesia (TNI), melalui pembentukan karakter ASN yang memiliki semangat bela negara.
“ASN harus memiliki nilai nasionalisme, patriotisme dan profesionalisme,” ujar Sjafrie seperti dikutip dari keterangan pada Jumat (1/5/2026).
Ia juga menilai keberagaman peserta dari berbagai kementerian sebagai kekuatan yang mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
1. Menhan Sjafrie bantah pendidikan Komcad untuk jadikan ASN prajurit militer

Sjafrie juga membantah anggapan pelatihan Komcad akan mengubah ASN menjadi bersifat militeristik. Ia menekankan, program ini lebih pada pembentukan karakter dan kedisiplinan kerja.
“Pendidikan Komcad ini bukan untuk membentuk ASN menjadi militeristik, melainkan untuk menanamkan karakter kebangsaan yang kuat, disiplin, kekompakan, serta semangat pengabdian,” kata Sjafrie.
Nilai-nilai itu, kata Sjafrie, memerlukan proses, komitmen dan kesungguhan dari setiap peserta. Bahkan, nilai-nilai tersebut sudah mulai muncul selama penggemblengan di lembaga pendidikan.
"Perubahan positif itu sudah mulai terlihat khususnya dalam aspek kedisiplinan, kekompakan dan semangat kebersamaan," tutur dia.
2. ASN diminta jaga integritas usai pelatihan

Selain pembentukan karakter, Sjafrie juga mengingatkan pentingnya integritas ASN setelah kembali ke instansi masing-masing. Ia menekankan pelatihan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada negara yang harus dibalas dengan kinerja terbaik.
“Punya integritas dan mengemban tanggung jawab sebagai abdi negara tidak mudah. Tetapi, kalian harus ingat bahwa seluruh fasilitas termasuk pelatihan yang dijalani bersumber dari rakyat. Maka, ASN dituntut untuk memberikan pengabdian terbaik sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada masyarakat,” kata Sjafrie.
3. Sebanyak 1.773 ASN jalani pelatihan Komcad selama 45 hari

Pemerintah menargetkan 4.000 ASN mengikuti program Komcad pada 2026. Namun, pada gelombang pertama baru 1.773 ASN yang mengikuti pelatihan dasar militer selama 45 hari.
Upacara pembukaan telah digelar di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2026), yang dibuka oleh Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema.
“Gelombang pertama belum memenuhi (target) 2.000 (ASN), tapi akan kami lengkapi di gelombang kedua,” ujar Gabriel.
Para peserta menjalani pendidikan di sejumlah fasilitas TNI, termasuk Rindam Jaya, Brigif 1 Marinir Cilandak, Wing Pendidikan 500/Atang Sanjaya, Pusdikkes Kramat Jati, Pusat Komunikasi Bela Negara Rumpin Bogor, dan Lanud Halim Perdanakusuma. Mereka dijadwalkan lulus pada 5 Juni 2026 dengan penyematan baret sebagai simbol kelulusan.

















