Jakarta, IDN Times – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI memaparkan perkembangan Program Jembatan Garuda yang terus dikebut sebagai bagian dari upaya memperluas konektivitas di wilayah terpencil dan kawasan terdampak bencana. Hingga 28 Juli 2026, program tersebut telah menghubungkan 7.371 desa dan kelurahan.
Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana mengatakan, Program Jembatan Garuda lahir karena adanya kebutuhan mendesak untuk membuka akses di wilayah yang selama ini terisolasi. Program tersebut dijalankan oleh satuan tugas percepatan pembangunan jembatan yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto pada 28 November 2025.
“Ya, rekan-rekan jurnalis yang kami hormati serta hadirin sekalian. Tadi adalah video pengantar tentang jembatan perintis atau jembatan Garuda. Maka dari itu, pada bagian pertama saya akan menjelaskan lebih rinci lagi tentang pembangunan jembatan perintis. Saya akan membagi pemaparan pada bagian pertama ini menjadi enam bagian, yang pada akhirnya nanti akan masuk pada testimoni-testimoni masyarakat juga ada bagaimana progres pembangunan jembatan Garuda terkini," ujar Kurnia dalam konferensi pers di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
