Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bakom Beberkan Progres Jembatan Garuda, Sudah Hubungkan 7.371 Desa
Konferensi pers Bakom RI (dok. Istimewa)
  • Hingga 28 Juli 2026, Program Jembatan Garuda telah menghubungkan 7.371 desa dan kelurahan, menjangkau 4.252.500 penerima manfaat di wilayah terpencil serta kawasan terdampak bencana.
  • TNI AD menjadi pelaksana utama pembangunan 2.838 jembatan di 38 provinsi; 1.416 jembatan atau 49,9 persen telah selesai, sedangkan 1.422 lainnya masih dikerjakan.
  • Jembatan membuka akses sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat ekonomi, memangkas waktu tempuh 45–50 menit serta biaya distribusi 30–50 persen; pendanaan berasal dari APBN dan dukungan berbagai pihak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI memaparkan perkembangan Program Jembatan Garuda yang terus dikebut sebagai bagian dari upaya memperluas konektivitas di wilayah terpencil dan kawasan terdampak bencana. Hingga 28 Juli 2026, program tersebut telah menghubungkan 7.371 desa dan kelurahan.

Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana mengatakan, Program Jembatan Garuda lahir karena adanya kebutuhan mendesak untuk membuka akses di wilayah yang selama ini terisolasi. Program tersebut dijalankan oleh satuan tugas percepatan pembangunan jembatan yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto pada 28 November 2025.

“Ya, rekan-rekan jurnalis yang kami hormati serta hadirin sekalian. Tadi adalah video pengantar tentang jembatan perintis atau jembatan Garuda. Maka dari itu, pada bagian pertama saya akan menjelaskan lebih rinci lagi tentang pembangunan jembatan perintis. Saya akan membagi pemaparan pada bagian pertama ini menjadi enam bagian, yang pada akhirnya nanti akan masuk pada testimoni-testimoni masyarakat juga ada bagaimana progres pembangunan jembatan Garuda terkini," ujar Kurnia dalam konferensi pers di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

1. TNI AD jadi pelaksana utama

Jembatan Garuda Permudah Akses Pertanian, Tingkatkan Keselamatan Warga

Presiden Prabowo menunjuk TNI Angkatan Darat sebagai pelaksana utama program tersebut. Penugasan itu didasarkan pada kemampuan teknis Satuan Zeni TNI AD, pengalaman membangun infrastruktur melalui berbagai operasi kemanusiaan, serta jaringan komando kewilayahan yang mampu menjangkau daerah-daerah terpencil.

Program tersebut juga difokuskan untuk memulihkan konektivitas di wilayah terdampak bencana, terutama di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Selain mempercepat pemulihan infrastruktur, pembangunan jembatan diarahkan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Berdasarkan data Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat per 28 Juli 2026, Program Jembatan Garuda menargetkan pembangunan 2.838 jembatan yang tersebar di 38 provinsi. Lokasi pembangunan diprioritaskan pada kabupaten dan kota dengan tingkat keterisolasian tinggi serta kebutuhan konektivitas paling mendesak.

Dari target tersebut, sebanyak 1.416 jembatan atau 49,9 persen telah rampung dibangun. Sementara 1.422 jembatan lainnya masih berada dalam tahap pengerjaan. Jembatan yang telah selesai terdiri atas 80 jembatan Bailey, 524 jembatan Armco, 459 jembatan beton, dan 353 jembatan perintis.

Wilayah Kodam Iskandar Muda di Aceh dan Kodam I/Bukit Barisan di Sumatra Utara menjadi daerah dengan jumlah titik pembangunan terbanyak. Dari sisi penyelesaian, Kodam Jaya mencatat persentase tertinggi dengan capaian 87,1 persen, disusul Kodam Teuku Umar sebesar 77,6 persen.

2. Manfaat pembangunan jembatan dirasakan masyarakat

Upaya Percepatan Pembangunan, TNI Kebut Pengecoran Jembatan Garuda

Kurnia menyebut, manfaat program tersebut mulai dirasakan secara luas. Hingga kini, Jembatan Garuda telah menghubungkan sekitar 7.371 desa dan kelurahan dengan total penerima manfaat mencapai 4.252.500 jiwa. Infrastruktur tersebut juga membuka akses menuju 8.505 sekolah, 4.250 fasilitas kesehatan, serta 4.360 pusat kegiatan ekonomi.

Secara umum, waktu tempuh masyarakat di wilayah yang telah memiliki jembatan baru berkurang sekitar 45 hingga 50 menit. Anak-anak kini dapat berangkat ke sekolah dengan lebih aman, ambulans lebih mudah menjangkau desa-desa terpencil, sementara biaya distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan turun sekitar 30 hingga 50 persen sehingga pendapatan masyarakat ikut meningkat.

3. Didanai dari APBN dan swadaya masyarakat

Sinergi TNI-Warga Percepat Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih

Pembangunan Jembatan Garuda didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan dukungan pemerintah daerah, swadaya masyarakat, program TNI Manunggal Membangun Desa, serta Kementerian Pertahanan. Pelaksanaan pembangunan juga melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta pemerintah kabupaten dan kota melalui mekanisme perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan yang dilakukan secara berjenjang.

Pemerintah juga menyiapkan sistem pelaporan apabila masyarakat menemukan kerusakan pada jembatan yang telah dibangun. Laporan dapat disampaikan melalui kepala desa, lurah, babinsa, maupun perangkat desa sebelum diteruskan kepada pemerintah daerah dan jajaran TNI untuk dilakukan penanganan sesuai tingkat kerusakan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article