Jakarta, IDN Times - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) tiba di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan pada Rabu (1/7/2026) pukul 15.40 WIB.
Dalam aksi simbolik dengan tema #MatinyaReformasiPolri ini, mahasiswa UI membawa keranda dan karangan bunga.
“Ini simbol di Hari Bhayangkara turut berduka cita atas matinya Reformasi Polri,” kata Koordinator Bidang Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Haernanda, di lokasi.
Pantauan IDN Times, pergerakan puluhan mahasiswa UI itu menuju Mabes Polri dihadang di depan Sekretariat ASEAN. Puluhan polisi langsung membuat border untuk menghalangi langkah mahasiswa.
Respons polisi itu mendapat kecaman mahasiswa. Mereka adu argumen dan sempat saling dorong.
“Kenapa menghalangi kami? Kamu sudah menyampaikan pemberitahuan aksi,” kata Koordinator Bidang Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Haernanda kepada Kapolsek Kebayoran Baru yang memimpin penghadangan.
“Ini diskresi kepolisian, silakan jalan memutar tidak lewet sini,” kata Nugraha.
“Bapak aturannya apa?” timpal mahasiswa UI itu.
“Ini diskresi kepolisian,” kata Nugraha.
“Lho, gak bisa, kita sudah menyampaikan surat pemberitahuan,” lanjut Hafidz.
Aksi saling dorong pun kembali terjadi. Suasana makin panas ketika keranda yang dibawa dirusak aparat.
“Kalian udah sibuk ngurusin MBG, gak usah ngurusin kami,” ujar Hafidz.
Hingga pukul 16.00 WIB, mahasiswa UI masih berdialog dengan kepolisian. Mereka berusaha untuk menuju Mabes Polri.
