Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bawa Keranda dan Karangan Bunga ke Mabes Polri, Mahasiswa UI Diadang
Mahasiswa UI bawa keranda, demo di Mabes Polri, Rabu (1/7/2026). (IDN Times/Irfan Fathurokhman)
  • Puluhan mahasiswa UI menggelar aksi simbolik bertema #MatinyaReformasiPolri di Hari Bhayangkara dengan membawa keranda dan karangan bunga menuju Mabes Polri.
  • Aksi tersebut dihadang aparat kepolisian di depan Sekretariat ASEAN, memicu adu argumen dan saling dorong antara mahasiswa dan polisi.
  • Keranda yang dibawa mahasiswa sempat dirusak aparat, sementara dialog antara BEM UI dan pihak kepolisian masih berlangsung hingga sore hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1 Juli 2026

Puluhan mahasiswa UI tiba di Jalan Teuku Umar, Jakarta Selatan sekitar pukul 15.40 WIB membawa keranda dan karangan bunga dalam aksi simbolik bertema #MatinyaReformasiPolri. Mereka bermaksud menuju Mabes Polri namun dihadang polisi di depan Sekretariat ASEAN.

1 Juli 2026

Mahasiswa dan aparat terlibat adu argumen serta saling dorong setelah polisi membentuk barikade. Keranda yang dibawa mahasiswa sempat dirusak oleh aparat, memicu ketegangan di lokasi.

1 Juli 2026

Hingga pukul 16.00 WIB, mahasiswa UI masih berdialog dengan kepolisian untuk meminta izin melanjutkan langkah ke Mabes Polri.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Aksi simbolik mahasiswa Universitas Indonesia membawa keranda dan karangan bunga bertema #MatinyaReformasiPolri dihadang aparat saat menuju Markas Besar Polri.
  • Who?
    Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia dipimpin Koordinator Bidang Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Haernanda, berhadapan dengan Kapolsek Kebayoran Baru Nugraha dan aparat kepolisian.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Jalan Teuku Umar hingga depan Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan, saat massa hendak menuju Mabes Polri.
  • When?
    Aksi berlangsung pada Rabu, 1 Juli 2026 sekitar pukul 15.40 WIB hingga menjelang pukul 16.00 WIB.
  • Why?
    Aksi dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap institusi kepolisian pada peringatan Hari Bhayangkara, dengan pesan simbolik “matinya Reformasi Polri”.
  • How?
    Puluhan mahasiswa berjalan membawa atribut aksi lalu dihadang polisi yang membuat barikade; terjadi adu argumen dan saling dorong setelah keranda yang dibawa dirusak aparat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Mahasiswa dari kampus UI datang ke jalan dekat kantor polisi besar di Jakarta. Mereka bawa keranda dan bunga buat tunjuk rasa. Polisi banyak berdiri di depan dan tidak kasih mereka lewat. Mahasiswa dan polisi jadi dorong-dorongan dan ngomong keras. Sekarang mereka masih bicara sama polisi supaya bisa lanjut jalan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun aksi mahasiswa UI dihadang aparat, situasi ini menunjukkan semangat dialog yang tetap terjaga di tengah ketegangan. Kedua pihak masih berinteraksi dan berupaya menjelaskan posisi masing-masing, mencerminkan adanya ruang komunikasi terbuka antara masyarakat sipil dan kepolisian dalam mengekspresikan pandangan serta menjalankan peran pengawasan sosial secara langsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) tiba di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan pada Rabu (1/7/2026) pukul 15.40 WIB.

Dalam aksi simbolik dengan tema #MatinyaReformasiPolri ini, mahasiswa UI membawa keranda dan karangan bunga.

“Ini simbol di Hari Bhayangkara turut berduka cita atas matinya Reformasi Polri,” kata Koordinator Bidang Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Haernanda, di lokasi.

Pantauan IDN Times, pergerakan puluhan mahasiswa UI itu menuju Mabes Polri dihadang di depan Sekretariat ASEAN. Puluhan polisi langsung membuat border untuk menghalangi langkah mahasiswa.

Respons polisi itu mendapat kecaman mahasiswa. Mereka adu argumen dan sempat saling dorong.

“Kenapa menghalangi kami? Kamu sudah menyampaikan pemberitahuan aksi,” kata Koordinator Bidang Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Haernanda kepada Kapolsek Kebayoran Baru yang memimpin penghadangan.

“Ini diskresi kepolisian, silakan jalan memutar tidak lewet sini,” kata Nugraha.

“Bapak aturannya apa?” timpal mahasiswa UI itu.

“Ini diskresi kepolisian,” kata Nugraha.

“Lho, gak bisa, kita sudah menyampaikan surat pemberitahuan,” lanjut Hafidz.

Aksi saling dorong pun kembali terjadi. Suasana makin panas ketika keranda yang dibawa dirusak aparat.

“Kalian udah sibuk ngurusin MBG, gak usah ngurusin kami,” ujar Hafidz.

Hingga pukul 16.00 WIB, mahasiswa UI masih berdialog dengan kepolisian. Mereka berusaha untuk menuju Mabes Polri.

Editorial Team

Related Article