Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cerita Warga NTT Pakai Kain Tenun Ramaikan Upacara HUT RI di Luar Istana

Cerita Warga NTT Pakai Kain Tenun Ramaikan Upacara HUT RI di Luar Istana
Warga Malaka Nusa Tenggara Timur, Nicholas Nahak, yang nonton upacara kemerdekaan dari luar Istana (IDN Times / Yosafat Diva Bayu Wisesa)

  • Nicholas Nahak, warga Malaka, NTT, mengenakan kain tenun tradisional saat menyaksikan upacara HUT ke-81 RI dari luar Istana Merdeka, Jakarta.
  • Meski hampir setiap tahun datang dan tiga kali memakai corak tenun berbeda, Nicholas belum pernah masuk Istana karena tidak memperoleh undangan atau tiket.
  • Nicholas berharap pemerintah memberi bantuan layak bagi warga NTT terdampak gempa, yang banyak tinggal di tenda akibat rumah rusak dan hancur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Seorang warga Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), tampil paling mencolok di tengah masyarakat yang memadati bagian luar Istana Merdeka saat upacara HUT Ke-81 Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026). Pria itu bernama Nicholas Nahak berusia 49 tahun itu, bersama warga lainnya ikut memadati kawasan Taman Pandang, Jalan Silang Monas Barat Laut, Jakarta Pusat.

Nicholas terlihat beda dari warga lainnya karena dengan bangga memakai kain tenun khas kampung halamannya. Kain itu dipakai melilit badannya dari pundak hingga betis. Padahal cuaca Jakarta hari ini cerah dan panas seperti biasanya.

Nicholas mengaku, setiap HUT RI memang sengaja datang dengan harapan bisa masuk ke dalam Istana Merdeka. Namun, keinginannya itu tidak terwujud karena dia bukan termasuk warga yang diundang. Termasuk tahun ini, dia mengaku tidak kebagian tiket undangan yang sempat dibuka oleh Istana.

Dia saat ini bekerja dan tinggal di kawasan Jakarta Utara (Jakut). Khusus menyambut HUT RI, Nicholas sengaja menginap di rumah saudaranya yang ada di kawasan Palemerah, Jakarta Barat.

"Saya memang sudah puluhan tahun ada di Jakarta ini dan hampir setiap tahun datang. Cuma nggak dapat undangan jadi nggak bisa masuk ke dalam," kata Nicholas saat ditemui di lokasi.

Nicholas sudah tiga tahun berturut-turut datang ke sekitar Istana dengan corak tenun yang berbeda. Baginya tenun itu istimewa karena masih dibuat dengan cara tradisional.

"Sudah tiga kali dengan tenunan yang berbeda, kalau tahun kemarin itu ini coraknya burung garuda, dari selimutnya, selendang sama. Sekarang kuda. Kalau kuda sih ada maknanya seperti yang dipake buat untuk masuk ke Istana," kata Nicholas.

Dalam kesempatan itu, Nicholas berharap pemerintah bisa memberikan bantuan yang layak bagi warga NTT korban gempa.

"Kita kan di sana lagi bencana gede-gedean ya, jadi banyak saudara yang tinggal di tenda-tenda dn juga banyak rumah yang rusak, hancur. Jadi, saya hanya pengen untuk bantuan seikhlasnya saja untuk membantu saudara-saudara yang ada di NTT," ujar Nicholas.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More