Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Baznas Pastikan Pembuatan Buku Islam Ala Prabowo Tak Pakai Dana ZIS
Logo Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). (dok. Baznas)
  • Baznas memastikan pembuatan dan penerbitan buku Islam Ala Prabowo tidak memakai dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang dikelolanya.
  • Baznas menyatakan tidak terlibat sebagai penulis maupun penerbit; kehadirannya pada peluncuran Rakernas 2025 terkait sinergi kelembagaan untuk literasi dan dakwah.
  • Ketua Baznas Sodik Mudjahid menegaskan transparansi pengelolaan ZIS, berterima kasih atas kritik publik, serta menyebut infak dan sedekah pribadi Presiden Prabowo dikelola Baznas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Baznas bilang uang zakat, infak, dan sedekah tidak dipakai untuk membuat buku Islam Ala Prabowo. Baznas juga tidak menulis atau menerbitkan buku itu. Baznas datang saat buku diluncurkan karena bekerja sama dengan MUI, Kementerian Agama, dan MPR. Ketua Baznas, Sodik, berterima kasih kepada orang-orang yang memberi kritik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memastikan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari masyarakat, tidak digunakan untuk proses pembuatan maupun penerbitan buku Islam Ala Prabowo. Baznas menyebut kehadirannya dalam peluncuran buku pada 2025 tersebut berkaitan dengan kerja sama kelembagaan serta kegiatan literasi dan dakwah keagamaan.

Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, mengatakan pengelolaan dana ZIS masyarakat menjadi amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kepercayaan para muzaki dan donatur menjadi hal penting bagi Baznas dalam menjalankan tugas pengelolaan zakat.

“Saudara-saudaraku, bapak dan ibu para muzaki dan donatur Baznas yang kami hormati. Kepercayaan bapak dan ibu untuk mempercayakan ZIS melalui Baznas adalah kehormatan, sekaligus tanggung jawab besar yang senantiasa kami jaga,” ujar Sodik dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).

1. Baznas terbuka terhadap kritik

Ketua Baznas, Sodik Mudjahid (dok. Baznas)

Pernyataan tersebut disampaikan Sodik untuk meluruskan informasi mengenai posisi Baznas dalam peluncuran buku Islam Ala Prabowo. Menurutnya, Baznas perlu menyampaikan penjelasan secara terbuka.

Sodik menegaskan, buku Islam Ala Prabowo tidak menjadi produk yang dikerjakan menggunakan anggaran zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Baznas.

“Pertama, pembuatan dan penerbitan buku tersebut sama sekali tidak menggunakan dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat melalui Baznas,” ucap dia.

2. Baznas klaim tidak terlibat sebagai penulis dan penerbit

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid dalam jumpa pers di Jakarta terkait persiapan Idul Adha 2026. (IDN Times/Amir Faisol).

Selain persoalan pendanaan, Sodik menjelaskan, Baznas juga tidak terlibat sebagai pihak yang menulis atau menerbitkan buku Islam Ala Prabowo. Kehadiran Baznas dalam peluncuran buku pada Rakernas Baznas 2025 ditempatkan dalam kerangka hubungan kelembagaan.

Menurut Sodik, kegiatan tersebut berkaitan dengan sinergi antara Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, dan MPR dalam mendorong literasi dakwah keagamaan. Ia menekankan keterlibatan dalam agenda tersebut tidak berkaitan dengan politik praktis.

Di sisi lain, Sodik menyinggung dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi Baznas. Menurutnya, dukungan tersebut diberikan dalam kapasitas Prabowo sebagai pribadi maupun Kepala Negara.

Sodik mengatakan, dukungan Presiden tidak hanya hadir melalui kebijakan pemerintah. Prabowo juga mempercayakan zakat, infak, dan sedekah pribadinya untuk dikelola melalui Baznas.

“Selain dukungan kebijakan, beliau juga mengamanahkan zakat, infak, dan sedekah pribadi kepada Baznas. Bersama tim Baznas, saat ini kami sedang memilih beberapa program unggulan Baznas untuk disampaikan kepada rakyat Indonesia, yang bersumber dari dana infak dan sedekah pribadi Presiden Prabowo Subianto,” kata dia.

3. Baznas sampaikan terima kasih atas kritik yang disampaikan

Pimpinan BAZNAS RI dalam jumpa pers persiapan kurban 2026. (IDN Times/Amir Faisol).

Dalam kesempatan itu, Sodik menyampaikan terima kasih atas kritik yang disampaikan kepada Baznas. Masukan publik dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi serta memastikan amanah para muzaki tetap dikelola secara bertanggung jawab.

“Terima kasih kepada para muzaki dan kepada masyarakat yang terus mengingatkan kami untuk menjaga amanah dan kepercayaan muzaki sebaik-baiknya,” ujar Sodik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article