Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berkunjung ke Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Saksi Peristiwa G30S
Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Saksi Peristiwa G30S (Dok: IDNTimes/Cantika Lutfiah M)
  • Museum Sasmita Loka Ahmad Yani di Menteng merupakan bekas kediaman Jenderal Ahmad Yani yang mempertahankan bentuk rumah, ruang keluarga, interior kayu, dan ubin klasik.

  • Rumah ini menjadi lokasi penembakan Ahmad Yani pada dini hari 1 Oktober 1965 dalam rangkaian G30S; ia gugur dan kemudian dikenang sebagai Pahlawan Revolusi.

  • Museum menyimpan foto rekonstruksi, dokumentasi pengangkatan jenazah dari Lubang Buaya, serta benda kehidupan Ahmad Yani; pengunjung dapat datang Selasa–Minggu pukul 08.00–15.00 WIB dengan sumbangan sukarela.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1 Oktober 1965

Ahmad Yani ditembak di rumahnya pada dini hari dalam rangkaian peristiwa G30S. Ia gugur dan jenazahnya dibawa ke Lubang Buaya bersama jenderal lain.

1997

Omar melukis “Subuh yang Berdarah”, yang menggambarkan pembunuhan Ahmad Yani di rumah tersebut.

kini

Museum Sasmita Loka Ahmad Yani menjadi tempat bersejarah di Menteng untuk mengenal kehidupan Ahmad Yani dan peristiwa G30S 1965.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Museum Sasmita Loka Ahmad Yani merupakan bekas kediaman Jenderal Ahmad Yani yang menyimpan dokumentasi, benda peninggalan, serta jejak peristiwa G30S 1965, termasuk lokasi Ahmad Yani ditembak.
  • Who?
    Jenderal Ahmad Yani, Menteri/Panglima Angkatan Darat saat itu, gugur pada 1 Oktober 1965 dan dikenal sebagai salah satu dari tujuh Pahlawan Revolusi.
  • Where?
    Museum berada di Jl. Lembang No. D58, RT.11/RW.7, Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
  • When?
    Ahmad Yani ditembak di rumah tersebut pada dini hari 1 Oktober 1965. Museum dapat dikunjungi setiap Selasa hingga Minggu pukul 08.00–15.00 WIB.
  • Why?
    Rumah ini dijadikan museum untuk mengenang perjalanan hidup dan perjuangan Ahmad Yani serta menyimpan peninggalan dan dokumentasi terkait rangkaian peristiwa G30S 1965.
  • How?
    Bangunan mempertahankan bentuk rumah dan sejumlah ruang ketika ditempati Ahmad Yani. Pengunjung dapat melihat foto dokumentasi, lukisan “Subuh yang Berdarah”, serta benda-benda peninggalan dengan memberikan sumbangan seikhlasnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Museum Sasmita Loka Ahmad Yani dulu adalah rumah Jenderal Ahmad Yani di Menteng, Jakarta. Pada 1 Oktober 1965, beliau ditembak di rumah itu dan meninggal. Sekarang rumah itu jadi museum. Di sana ada foto, lukisan, dan barang milik beliau. Orang bisa datang melihatnya dari Selasa sampai Minggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Museum Sasmita Loka Ahmad Yani menunjukkan nilai penting pelestarian sejarah melalui rumah yang tetap mempertahankan bentuk, ruang, dan benda-benda keseharian penghuninya. Dokumentasi serta koleksinya memberi pengunjung kesempatan memahami sisi pribadi Ahmad Yani sekaligus keterkaitannya dengan peristiwa 1965, dalam suasana yang tenang dan mudah diakses.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, tidak hanya dikenal sebagai salah satu kawasan elite di Ibu Kota. Di balik itu, terdapat sejumlah tempat yang menyimpan cerita penting perjalanan sejarah Indonesia.

Salah satunya Museum Sasmita Loka Ahmad Yani. Museum ini merupakan bekas rumah kediaman Jenderal Ahmad Yani yang kini menjadi tempat untuk mengenang perjalanan hidup dan perjuangannya.

Rumah tersebut juga berkaitan erat dengan peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965. Ahmad Yani menjadi salah satu perwira TNI Angkatan Darat yang gugur dalam rangkaian tragedi berdarah tersebut.

Berikut informasi detail mengenai Museum Sasmita Loka Ahmad Yani yang berkaitan dengan peristiwa pemberontakan dan penculikan perwira militer oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang terjadi pada malam 1 Oktober 1965 itu.

1. Rumah ini bergaya sederhana di kawasan Menteng

Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Saksi Peristiwa G30S (Dok: IDNTimes/Cantika Lutfiah M)

Dari bagian depan, bangunan Museum Sasmita Loka Ahmad Yani masih tampak seperti sebuah rumah tinggal. Bangunannya tidak berbentuk seperti museum pada umumnya yang identik dengan gedung besar atau ruang modern.

Memasuki museum, pengunjung akan melihat ruangan berwarna putih penuh dengan koleksi foto dokumentasi kegiatan Ahmad Yani.

Material kayu mendominasi ruangan museum, menyimpan kesan tenang dan vintage. Lantai rumah ini juga seluruhnya masih menggunakan ubin dengan motif klasik berwarna abu dan kecokelatan.

Rumah ini mempertahankan bentuk dan sejumlah bagian dari bangunan ketika masih ditempati Ahmad Yani bersama keluarganya. Karena itu, pengunjung dapat melihat ruang-ruang yang dahulu digunakan dalam kehidupan sehari-hari Ahmad Yani.

2. Rumah ini menjadi lokasi Ahmad Yani ditembak

Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Saksi Peristiwa G30S (Dok: IDNTimes/Cantika Lutfiah M)

Dikutip dari laman resmi Pemkot Jakarta Pusat, Museum Sasmita Loka Ahmad Yani memiliki hubungan langsung dengan rangkaian peristiwa G30S 1965.

Salah satu bagian yang menarik dari museum ini adalah lukisan “Subuh yang Berdarah” yang terpampang besar, dilukis oleh Omar pada 1997.

Lukisan tersebut menceritakan kisah dibunuhnya Ahmad Yani pada 1 Oktober 1965 dini hari, oleh sekelompok pasukan komunis. Saat itu, Ahmad Yani menjabat sebagai Menteri/Panglima Angkatan Darat.

Peristiwa yang terjadi di rumah tersebut kemudian berakhir dengan gugurnya Ahmad Yani. Ia menjadi salah satu dari tujuh perwira Angkatan Darat yang kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi.

Tubuhnya dibawa ke Lubang Buaya di Jakarta Timur bersama dengan jenderal yang dibunuh lainnya, disembunyikan di sebuah sumur bekas.

3. Menyimpan berbagai benda peninggalan Ahmad Yani

Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Saksi Peristiwa G30S (Dok: IDNTimes/Cantika Lutfiah M)

Direktorat Jenderal Kebudayaan menyebut museum menyimpan foto dokumentasi rekonstruksi penculikan dan penembakan Ahmad Yani. Selain itu, terdapat pula dokumentasi penggalian dan pengangkatan jenazah para Pahlawan Revolusi dari Lubang Buaya.

Dokumentasi tersebut ditempatkan berdampingan dengan benda-benda dan foto yang menggambarkan kehidupan Ahmad Yani. Dengan begitu, pengunjung dapat melihat keterkaitan antara sosok Ahmad Yani, rumah kediamannya, dan peristiwa sejarah yang terjadi pada 1965.

Selain foto dan dokumentasi sejarah, Museum Ahmad Yani juga menyimpan sejumlah benda yang berkaitan dengan kehidupan Ahmad Yani.

Koleksi tersebut menjadi bagian dari cerita mengenai Ahmad Yani sebagai seorang perwira militer sekaligus kepala keluarga. Benda-benda yang berada di dalam rumah juga menggambarkan kehidupan sehari-harinya pada masa itu.

Keberadaan benda-benda tersebut membuat rumah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga menjadi bagian dari peninggalan sejarah yang dapat dilihat secara langsung.

4. Museum menjadi pengingat sejarah G30S di Menteng

Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Saksi Peristiwa G30S (Dok: IDNTimes/Cantika Lutfiah M)

Kini, Museum Sasmita Loka Ahmad Yani menjadi salah satu saksi sejarah di kawasan Menteng yang dapat dikunjungi untuk mengenal perjalanan hidup Ahmad Yani dan peristiwa G30S 1965.

Museum ini bertempat di Jalan Lembang Nomor D58, RT 11/RW 07, Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Bagi yang ingin berkunjung bisa memberikan sumbangan seikhlasnya, dan bisa datang pada hari Selasa hingga Minggu, pukul 08.00 sampai 15.00 WIB.

Curated For You

Editorial Team

Related Article