Daftar nama korban keracunan MBG yang dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo, Selasa (1/9/2026). IDN Times/Zumrotul Abidin.
Ketut mengatakan, BGN telah berkomunikasi secara intensif dengan pemerintah daerah serta pimpinan Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang menaungi Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).
BGN bersama dinas kesehatan juga masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab terjadinya keracunan. Hasil investigasi tersebut nantinya akan diumumkan kepada publik.
"Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan dinas kesehatan terkait, ya. Dan hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan," kata dia.
Untuk saat ini, BGN memprioritaskan penanganan kesehatan para korban yang masih menjalani perawatan maupun observasi di sejumlah rumah sakit.
"Selanjutnya pada saat ini, kita akan fokus dengan melakukan penyelamatan, ya, bagaimana kesehatan dari anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit. Ini yang kita utamakan," ujar Ketut.
Sebelumya, dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri di Kabupaten Sidoarjo, memasuki babak baru. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri turun tangan memeriksa kasus yang diduga berkaitan dengan makanan program MBG yang dikonsumsi para santri pada Selasa (1/9/2026).
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan adanya pemeriksaan oleh Tim Labfor Polri.
“Benar, berdasarkan informasi, telah ada Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk melakukan pemeriksaan terkait peristiwa dugaan keracunan makanan yang terjadi di Sidoarjo pada 1 September 2026,” ujar dia kepada IDN Times, Rabu (2/9/2026).
Menurut dia, pemeriksaan Labfor merupakan bagian dari proses penyelidikan untuk mendapatkan bukti ilmiah mengenai penyebab kejadian. Hasil pemeriksaan tidak bisa langsung disimpulkan sebelum seluruh tahapan analisis selesai.
“Pemeriksaan Labfor tersebut merupakan bagian dari proses untuk mengetahui secara ilmiah penyebab kejadian tersebut,” kata dia.
Jules menegaskan, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan Labfor serta perkembangan penanganan kasus yang dilakukan Polresta Sidoarjo.
“Terkait hasilnya, tentu kita menunggu proses pemeriksaan Labfor dan perkembangan penanganan lebih lanjut dari Polresta Sidoarjo,” ucap dia.