Survei Poltracking Ungkap Rapor Merah Kinerja BGN dan Program MBG

- Poltracking mencatat kepuasan publik terhadap kinerja Badan Gizi Nasional berada di angka 42,1 persen.
- Kepuasan terhadap BGN menurun dari 57 persen pada Oktober 2025 menjadi 41,6 persen pada Agustus 2026.
- Mayoritas publik sebesar 49,2 persen merasa sangat tidak puas dan kurang puas terhadap Program Makan Bergizi Gratis.
Jakarta, IDN Times - Lembaga survei Poltracking Indonesia merekam terjadinya penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Badan Gizi Nasional (BGN).
Poltracking dalam survei terbarunya menyebut kepuasan masyarakat terhadap lembaga yang menangani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini hanya berada di angka 42,1 persen.
1. Kepuasan terhadap BGN alami tren penurunan

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). (IDN Times/Imam Faishal) Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR menjelaskan, kepuasan publik terhadap BGN terus alami tren penurunan. Di mana pada awal survei pada Oktober 2025, publik sempat puas dengan BGN hingga berada di angka 57 persen. Namun trennya cenderung stagnan dan menurun.
"BGN tingkat kepuasannya relatif rendah hanya 42,1 persen. Ini menunjukkan bahwa kinerja dalam menjalankan ini trennya, sempat di angka 57 persen pada survei 10 bulan lalu yakni Oktober 2025. Kemudian suveri Maret 2026 50,6 persen. Mei 2026, stagnan ada kenaikan sedikit menjadi 54,6 persen. Tapi kalau kita perhatikan semakin menurun di Juli 2026 menjadi 41,7 persen, dan Agustus 2026 di 41,6 persen. Jadi ada tren penurunan terhadap kinerja Badan Gizi Nasional," kata dia dalam rilis survei secara daring, Senin (30/8/2026).
2. MBG juga dapat rapor merah

Pelaksanaan program makan bergizi gratis di sekolah di kawasan DKI Jakarta pada Senin (6/1/2025). (IDN/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Hanta juga mengungkap rapor merah penyelanggaraan program MBG. Di mana mayoritas publik sebesar 49,2 persen merasa sangat tidak puas dan kurang puas terhadap MBG.
"Ternyata ini kabar kurang baiknya, saya kira ini catatan kritis buat pemerintah untuk memperbaiki peforma ke depan, yang menilai sangat tidak puas dan kurang puasnya lebih tinggi yakni 49,2 persen," ucapnya.
Menurutnya, temuan survei ini menjadi peringatan bagi pemerintah untuk terus memperbaiki penyelenggaraan dan implementasi MBG di lapangan.
Hanta menjelaskan, kepuasan publik terhadap MBG sempat stagnan. Pada survei Oktober 2025, 53,5 persen publik puas dengan MBG, kemudian Maret 2026 55 persen; dan Mei 2026 53,7 persen. Raihan itu menurun pada Juli 2026 dengan 45,6 persen dan Agustus 2026 hanya 46,4 persen.
"Lagi-lagi ini MBG bisa dikatakan rapor merah dan perigatan penting bagi pemerintah untuk memperbaiki dari sisi penyelenggaraan dan implementasi. Meskipun program awalnya ini diapresiasi positif tetapi karena implementasinya eksekusinya dalam persepsi publik menjadi negatif," tegas Hanta.
3. Survei digelar 14 sampai 20 Agustus

Ilustrasi survei (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Sementara, peneliti Poltracking Indonesia, Masduri Arawi mengatakan, survei dilaksanakan secara wawancara tatap muka langsung pada 14 sampai 20 Agustus 2026.
"Populasi survei WNI yang sudah memiliki hak pilih, metode multistage random sampling. Jumlah survei 1.220 responden dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen," imbuh dia.




















