Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BNI Perkuat Literasi Keamanan Digital Nasabah BNIdirect
Kantor pusat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. (dok. BNI)

  • BNI mengingatkan nasabah BNIdirect untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan siber dan menjaga kerahasiaan data pribadi agar transaksi digital tetap aman.

  • Nasabah diminta tidak membagikan data sensitif seperti password, PIN, atau kode OTP serta selalu menggunakan kanal resmi BNIdirect untuk menghindari situs palsu.

  • BNI menegaskan keamanan data adalah tanggung jawab bersama antara bank dan nasabah guna menciptakan ekosistem transaksi digital yang aman dan tepercaya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    BNI mengimbau nasabah BNIdirect untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan siber dan menjaga kerahasiaan data pribadi dalam setiap transaksi digital.
  • Who?
    PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melalui Corporate Secretary, Okki Rushartomo, menyampaikan imbauan kepada seluruh nasabah pengguna layanan BNIdirect.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Jakarta dan ditujukan bagi nasabah yang menggunakan layanan digital BNIdirect di seluruh wilayah Indonesia.
  • When?
    Imbauan ini disampaikan pada saat meningkatnya aktivitas transaksi digital dan kekhawatiran terhadap ancaman kejahatan siber pada periode terkini.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan untuk melindungi data pribadi nasabah dari risiko peretasan, phishing, malware, serta potensi kerugian finansial akibat akses ilegal.
  • How?
    BNI meminta nasabah tidak membagikan data sensitif, hanya mengakses kanal resmi BNIdirect, menggunakan password kuat, serta menghindari tautan atau jaringan internet mencurigakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengingatkan nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan siber seiring meningkatnya aktivitas transaksi digital, khususnya dalam penggunaan layanan BNIdirect.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, perlindungan data pribadi menjadi aspek krusial dalam menjaga keamanan transaksi perbankan digital. Kebocoran data tidak hanya berisiko terhadap kerahasiaan informasi, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian finansial hingga merusak reputasi nasabah.

"Perlindungan data pribadi menjadi fondasi utama dalam memastikan setiap transaksi berjalan dengan aman dan nyaman. Dengan menjaga keamanan data, nasabah dapat meminimalkan berbagai risiko kejahatan siber, seperti peretasan, malware, hingga phishing," ujar Okki dalam keterangan tertulis.

1. Imbauan BNI bagi nasabah

Ilustrasi kejahatan siber (pexels.com/Mikhail Nilov)

Dia menambahkan, nasabah perlu memahami jenis data yang harus dijaga kerahasiaannya saat menggunakan layanan BNIdirect, baik untuk transaksi cash maupun bisnis. Informasi tersebut meliputi data rekening, Company ID (CID), user ID, password, kode token, hingga alamat email dan nomor telepon yang terdaftar.

Menurut Okki, data transaksi juga menjadi target utama pelaku kejahatan siber yang kerap memanfaatkan modus phishing dan rekayasa sosial (social engineering) untuk memperoleh akses ilegal ke akun nasabah.

Untuk itu, BNI mengimbau nasabah agar tidak pernah membagikan data sensitif kepada pihak mana pun. Perseroan menegaskan bahwa BNI tidak pernah meminta informasi seperti password, PIN, maupun kode OTP melalui media apa pun.

2. Akses layanan kanal resmi BNIdirect

Dok. BNI

Selain itu, nasabah disarankan untuk selalu mengakses layanan melalui kanal resmi BNIdirect dan menghindari tautan mencurigakan yang berpotensi mengarah ke situs palsu. Penggunaan password yang kuat dan berbeda untuk setiap akses serta pembaruan secara berkala juga menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan akun.

Nasabah juga diingatkan untuk memastikan penggunaan jaringan internet yang aman dengan menghindari WiFi publik saat bertransaksi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap pesan mencurigakan melalui email, SMS, maupun WhatsApp yang meminta data pribadi.

3. Menjaga data pribadi adalah kunci utama

Menara BNI. (dok. bni.co.id)

Dengan meningkatnya ancaman kejahatan siber, BNI menekankan keamanan data merupakan tanggung jawab bersama antara bank dan nasabah. Melalui penerapan langkah-langkah preventif tersebut, nasabah diharapkan dapat menjaga keamanan transaksi sekaligus meminimalkan risiko di dunia digital.

BNI juga menegaskan bahwa kesadaran dan disiplin dalam menjaga data pribadi menjadi kunci utama untuk menciptakan ekosistem transaksi digital yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi seluruh nasabah. Untuk informasi lebih lanjut, nasabah dapat mengunjungi website resmi BNI di www.bni.co.id/id-id/ (WEB)

Editorial Team