Layanan Kesehatan Mental Pemprov DKI Dibanjiri 20.419 Panggilan

- Layanan telekonsultasi kesehatan jiwa JakCare milik Pemprov DKI menerima 20.419 panggilan sejak Mei 2025 hingga Juni 2026, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap dukungan kesehatan mental.
- Penggunaan JakCare meningkat signifikan, tercatat naik 4,17 kali lipat pada periode Januari–Juni 2026 dibandingkan dengan Mei–Desember 2025.
- Sekitar 24,6 persen pengguna berasal dari luar Jakarta, menandakan layanan ini dipercaya dan dimanfaatkan luas oleh masyarakat di berbagai daerah.
Jakarta, IDN Times - Layanan kesehatan mental JakCare milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menerima 20.419 panggilan sejak diluncurkan pada Mei 2025 hingga Juni 2026.
Kepala Bappeda DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania mengatakan tingginya angka tersebut menunjukkan meningkatnya pemanfaatan layanan konsultasi kesehatan jiwa oleh masyarakat.
"Layanan kesehatan mental berupa pemanfaatan layanan JakCare, yaitu telekonsultasi kesehatan jiwa terstandar klinis, beroperasi 24 jam dan dilayani oleh psikolog klinis, telah menerima 20.419 panggilan sepanjang Mei 2025 sampai dengan Juni 2026," kata Atika dalam konferensi pers Jakarta Budget Talks di Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7/2026).
1. Tren penggunaan Jakcare meningkat

Atika mengungkapkan, tren penggunaan JakCare terus meningkat. Pada periode Januari hingga Juni 2026, jumlah pemanfaatan layanan tersebut tercatat naik 4,17 kali lipat.
"Pada periode Januari sampai dengan Juni 2026, layanan ini meningkat 4,17 kali lipat dibandingkan periode Mei sampai dengan Desember 2025," katanya.
2. Layanan kesehatan mental juga dinikmati warga luar Jakarta

Atika mengatakan layanan kesehatan mental ini tidak hanya diakses oleh warga Jakarta. Atika membeberkan dari 20.419 panggilan sebanyak 24,6 persen dari luar Jakarta.
"Jadi dari total 20 ribuan sekian panggilan dari total 20.000 sekian panggilan, 24,6 persen nya tidak hanya berasal dari Jakarta tapi juga dari luar Jakarta," katanya
3. Warga percaya layanan yang disiapkan pemerintah

Atika menilai tingginya angka panggilan ke JakCare menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan mental yang disediakan pemerintah.
"Jadi layanan-layanan yang diberikan oleh pemerintah berdampak baik karena awareness terhadap mental health care-nya meningkat. Yang kedua, layanan itu juga diminati oleh masyarakat di luar Jakarta. Statistik menunjukkan tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari luar Jakarta," ujarnya.















