Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BNPB: 11.925 unit Rumah Rusak Akibat Gempa NTT
Human Initiative Siapkan Respons Darurat Gempa NTT Selama 14 Hari/ dok HI
  • BNPB mencatat 11.925 rumah rusak akibat gempa di NTT pada 15 Agustus 2026, terdiri dari 5.516 rusak berat, 1.916 rusak sedang, dan 4.493 rusak ringan.
  • Kerusakan rumah tertinggi dilaporkan terjadi di Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, dan Ngada.
  • Gempa menyebabkan 202 korban, termasuk 70 meninggal dan 132 luka-luka, serta memaksa 40.040 jiwa mengungsi; angka pengungsi tidak sama dengan jumlah rumah rusak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gempa di NTT membuat 11.925 rumah rusak. Rumah yang paling banyak rusak ada di Nagekeo, Manggarai Barat, dan Ngada. BNPB bilang 70 orang meninggal dan 132 orang terluka. Sekarang ada 40.040 orang mengungsi. Jumlah orang mengungsi belum tentu sama dengan jumlah rumah yang rusak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 11.925 unit rumah rusak akibat gempa yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).

Dari total tersebut, sebanyak 5.516 unit rumah mengalami rusak berat, 1.916 unit rusak sedang, dan 4.493 unit rusak ringan.

"Dengan daerah dengan rusak tertinggi adalah di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Ngada" ucap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Selasa (18/8/2026)

Sementara terkait jumlah korban sampai saat ini mencapai 202 orang, sebanyak 70 orang meninggal dunia, dan luka-luka 132 orang dengan rincian luka berat sebanyak 40 orang, 92 orang luka ringan.

Berton juga melaporkan sebanyak 40.040 jiwa mengungsi akibat gempa, namun angka pengungsi tidak dapat langsung diartikan sebagai jumlah rumah yang mengalami kerusakan.

"Data sementara pengungsi saat ini yang kami kumpulkan ada 40.040 jiwa. Ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kita hati-hati untuk menerjemahkannya," ujar Berton

Curated For You

Editorial Team

Related Article