Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BNPB: 94 Warga NTT Meninggal di Pengungsian Gempa karena Sakit Bawaan
Gedung Rusak Gempa NTT (IDN Times)
  • BNPB mengklarifikasi 94 pengungsi NTT meninggal bukan akibat trauma gempa, melainkan mayoritas lansia dengan komplikasi penyakit kronis seperti stroke dan diabetes.
  • BNPB meminta maaf atas informasi yang memicu kekhawatiran. Sebanyak 46.461 warga masih mengungsi, sementara 48 orang meninggal akibat dampak langsung gempa.
  • Kerusakan mencapai 103.427 rumah, termasuk 26.089 rusak berat. BNPB mendistribusikan 2.219 ton bantuan dari Bandara Halim ke Labuan Bajo dan Maumere.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gempa di NTT membuat banyak orang harus tinggal di tempat pengungsian. BNPB bilang 48 orang meninggal karena gempa. Lalu 94 orang meninggal di pengungsian karena sakit lama, seperti stroke dan diabetes. Sekarang 46.461 orang masih mengungsi. Banyak rumah juga rusak. BNPB sudah mengirim bantuan dan obat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Klarifikasi terbuka BNPB membantu memperjelas penyebab kematian di pengungsian sekaligus meredakan spekulasi publik. Di tengah dampak gempa yang besar, pengaktifan posko sejak hari pertama, layanan medis dan kesehatan terpadu, serta distribusi 2.219 ton bantuan menunjukkan penanganan terus berjalan. Penurunan jumlah pengungsi juga mencerminkan adanya perkembangan dalam respons di lapangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengklarifikasi pernyataannya mengenai 94 warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa meninggal di tempat pengungsian. Data tersebut mengejutkan publik lantaran jumlah korban yang meninggal di tempat pengungsian terlampau tinggi.

Sedangkan, warga yang meninggal akibat terdampak langsung oleh gempa mencapai 48 jiwa. Maka penyampaian data oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi, Berton Panjaitan pada Rabu kemarin menjadi viral di media sosial. Tetapi, hari ini Berton menjelaskan penyebab banyaknya korban meninggal di tempat pengungsian karena mayoritas dari mereka merupakan lansia. Selain itu, mereka telah mengidap penyakit bawaan.

"Kami meluruskan bahwa 94 warga tersebut tidak meninggal akibat trauma fisik langsung atau reruntuhan bangunan akibat gempa bumi. Data dari tim medis menunjukkan sebagian besar warga tersebut adalah kelompok lansia yang meninggal dunia karena komplikasi penyakit kronis yang sudah diderita, seperti stroke dan diabetes melitus," ungkap Berton di dalam video yang dirilis oleh BNPB pada Kamis (17/9/2026).

Ia menambahkan proses penanganan medis bagi pengungsi telah dilaksanakan secara maksimal di berbagai fasilitas dan pos kesehatan terpadu. "Kami juga ingin memastikan layanan kesehatan dasar dan kesehatan bagi para penyintas tetap terlaksana optimal," tutur dia.

1. BNPB minta maaf soal penyampaian informasi mengenai jumlah korban yang meninggal

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan. (Tangkapan layar YouTube BNPB)

Di dalam video itu, Berton juga meminta maaf kepada publik lantaran penyampaian informasi soal jumlah korban yang terdampak gempa NTT meninggal tergolong tinggi. Sehingga, hal itu menimbulkan protes dari publik.

"Kami mohon maaf apabila dinamika informasi sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran dan spekulasi tertentu di masyarakat," kata Berton.

Ia juga menyebut sejak hari pertama terjadi gempa di NTT, BNPB telah mengaktifkan dukungan posko bantuan di Labuan Bajo dan Maumere. Bantuan itu, kata Berton, terdiri dari bantuan medis, obat-obatan, hingga peralatan lain.

2. 46.461 warga terdampak gempa NTT masih mengungsi

Data mengenai korban meninggal akibat gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) yang per 16 September 2026 mencapai 142 jiwa. (Tangkapan layar YouTube BNPB)

Sementara, berdasarkan data terakhir yang dipaparkan, jumlah sementara warga yang mengungsi mencapai 46.461 orang. Berton mengatakan jumlah itu sudah jauh menurun dibandingkan beberapa hari lalu yang mencapai lebih dari 150 ribu mengungsi.

48 jiwa meninggal akibat terdampak langsung gempa dan 94 warga lainnya meninggal di pengungsian. Berton pun menyampaikan bela sungkawa atas jumlah korban meninggal yang terus bertambah.

"Jumlah warga yang meninggal karena terdampak langsung gempa mencapai 48 orang. Sedangkan, jumlah korban meninggal akibat tidak terdampak langsung di pengungsian ada 94 orang. Tentu, kami menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga dan handai taulan," kata Berton seperti dikutip dari YouTube BNPB.

Sedangkan, total rumah rusak mencapai 103.427 unit. Sebanyak 26.089 unit di antaranya dikategorikan mengalami kerusakan berat.

"Tim kami saat ini masih terus melakukan verifikasi dan validasi data tentang kerusakan ini. Sebab, kami perlu memperoleh data by name by address. Kami juga bekerja sama dengan Pemda dan Dukcapil," tutur dia.

3. 2.219 ton bantuan sudah didistribusikan bagi korban terdampak gempa NTT

Bantuan kiriman BNPB untuk warga terdampak gempa NTT (dok. BNPB)

Sementara, sebanyak 2.219 ton total bantuan sudah didistribusikan dari Bandara Halim pada periode 15 Agustus 2026 hingga 11 September 2026. Sebanyak 1.404 ton bantuan didistribusikan ke Labuan Bajo, lalu 672 ton bantuan dibagikan ke Maumere.

Curated For You

Editorial Team

Related Article