Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeklaim pergeseran alat utama sistem persenjataan (alutsista) udara dari Pulau Kalimantan menuju Jawa Timur sudah didasarkan evaluasi kebutuhan dan kondisi operasi di lapangan. Armada yang digeser yakni helikopter untuk melakukan water bombing. Hal itu lantaran lima gunung di Jatim terbakar dalam waktu bersamaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan mengatakan, selain helikopter ada pula satu pesawat patroli yang direposisi dari semula di Kalimantan Barat ke Jatim.
"Reposisi satu pesawat patroli ke Jatim tidak mengganggu pelaksanaan operasi udara. Hal ini mempertimbangkan kondisi kebakaran yang relatif telah menurun, khususnya di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara. Luas lahan yang terbakar di sana jauh lebih sedikit dibandingkan periode sebelumnya," ungkap Berton di dalam keterangan pada Senin (26/10/2026).
Kalbar sendiri, katanya, masih didukung tujuh pesawat water bombing. Pesawat itu terdiri dari tiga pesawat milik TNI dan empat pesawat milik BNPB.
"Dengan adanya dukungan itu, operasi pemadaman tetap dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan di lapangan," tutur dia.
