"Kami tidak menyangkal bahwa data tersebut ada pada mereka (Waze), termasuk lokasi yang mungkin belum dicantumkan di peta, area sensitif. Jika Anda ingat, pada tahap awal pengembangan Waze, jika kita ingin kembali ke kampung halaman, petunjuk arah yang diberikan tidak akurat. Namun, setelah bertahun-tahun digunakan, kita sebagai warga Malaysia telah memberikan informasi yang dibutuhkan aplikasi tersebut," kata kepala NACSA, Megat Zuhairy Megat Tajuddin, dilansir The New Arab.
Malaysia Sebut Medsos Israel Berhasil Lacak Situs Rahasia Miliknya

- NACSA Malaysia menyatakan Waze telah mengumpulkan informasi luas, termasuk lokasi sensitif yang mungkin belum tercantum di peta, melalui penggunaan masyarakat selama bertahun-tahun.
- Pemerintah Malaysia memperketat pengawasan dan melarang seluruh pegawai negeri memakai Waze demi melindungi data pribadi warga serta informasi vital pemerintah.
- Waze membantah tuduhan pencurian data dan spionase, menegaskan tidak mengumpulkan rahasia pemerintah serta menerapkan kebijakan privasi dan standar keamanan internasional.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Malaysia mengabarkan aplikasi media sosial (medsos) buatan Israel, Waze, berhasil melacak situs rahasia yang ada di wilayahnya. Kabar itu disampaikan oleh Agensi Keamanan Siber Nasional Malaysia (NACSA) pada Minggu (25/10/2026) kemarin.
1. Waze sudah mendapatkan banyak informasi soal Malaysia

potret bendera Malaysia (pexels.com/Enam Sape) Tajuddin menambahkan, Waze saat ini sudah mendapatkan banyak informasi tentang Malaysia. Hal ini karena Waze sudah lama digunakan oleh masyarakat di Negeri Jiran. Waze pertama kali digunakan di Malaysia pada 2019. Ketika itu, aplikasi media sosial tersebut tercatat memiliki 6,9 juta pengguna. Jumlah itu membuat Waze pada saat itu menjadi media sosial dengan pengguna terbanyak di sana.
Dalam beberapa pekan terakhir, Pemerintah Malaysia memang sedang gencar melakukan pengawasan terhadap Waze. Sebab, aplikasi yang saat ini sudah dimiliki oleh Google itu dicurigai mencuri data warga sipil yang ada di Malaysia untuk tujuan tertentu. Menurut Malaysia, tindakan ini sangat berbahaya bagi masyarakat karena data pribadi mereka bisa bocor ke publik.
2. Malaysia melarang pegawai negeri sipil menggunakan Waze

potret logo aplikasi media sosial Waze (unsplash.com/appshunter.io) Pada awal pekan kemarin, Malaysia juga mengeluarkan larangan penggunaan aplikasi Waze oleh seluruh pegawai negeri sipil (PNS) yang ada di wilayahnya. Langkah ini dilakukan untuk melindungi data dan informasi rahasia milik pemerintah. Sebab, Kuala Lumpur khawatir Waze akan menggunakan sistem di aplikasinya untuk mencuri data vital milik pemerintah.
Sebagian besar pejabat di Malaysia kini juga mulai mencurigai Waze. Sebab, dalam aplikasi tersebut, tertera sebuah perjanjian antara pengguna dan aplikasi yang berdasarkan hukum Israel. Sistem ini dicurigai menjadi akal-akalan Waze untuk mengambil data pribadi dari penggunanya.
3. Waze membantah semua tuduhan Malaysia

potret logo aplikasi media sosial Waze (flcikr.com/René C. Nielsen via commons.wikimedia.org/René C. Nielsen) Namun, Waze membantah semua tuduhan yang dilontarkan Malaysia. Dalam pernyataannya, aplikasi tersebut mengatakan pihaknya tidak pernah melakukan pencurian data atau spionase kepada siapa pun. Sebab, mereka beroperasi dengan kebijakan yang ketat untuk mengamankan privasi pengguna.
“Klaim yang menyebut bahwa Waze telah mengumpulkan data rahasia pemerintah atau telah membiarkan entitas mana pun untuk mencuri data pribadi sepenuhnya salah. Waze beroperasi dengan kebijakan privasi yang kektat untuk melindungi data pengguna. Kami juga sudah mematuhi standar keamanan data internasional,” jelas Waze dilansir Times of Israel.























