Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ada Nikah Massal di Wonder of Harmony Kemenag, Minat Daftar?

5 min read
Ada Nikah Massal di Wonder of Harmony Kemenag, Minat Daftar?
Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad (tengah) (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Kemenag menyiapkan Nikah Akbar sebagai bagian dari The Wonder of Harmony 2026 untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi pasangan pengantin.

  • Nikah Akbar dijadwalkan di lima daerah, sementara persyaratan pendaftaran dan kuota peserta masih perlu dikonfirmasi kepada Kemenag atau KUA setempat.

  • The Wonder of Harmony mencakup 15 program tentang kerukunan, keluarga, budaya, pemberdayaan ekonomi, dakwah inklusif, dan layanan keagamaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Agama (Kemenag) menghadirkan program nikah massal bertajuk Nikah Akbar, sebagai bagian dari rangkaian The Wonder of Harmony 2026. Mengusung tema “Sah dalam Ikatan, Samara dalam Kehidupan”, program ini bertujuan memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi pasangan pengantin sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.

Nikah Akbar menjadi salah satu dari 15 program yang disiapkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kemenag. Rangkaian kegiatan bertema “Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri” tersebut dirancang untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama, menumbuhkan kepedulian terhadap kemanusiaan, serta menghadirkan layanan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjadi salah satu narasumber yang dapat dimintai penjelasan mengenai pelaksanaan program tersebut. Secara umum, rangkaian The Wonder of Harmony menggabungkan pendekatan dakwah dan edukasi melalui kegiatan sosial, penguatan keluarga, pemberdayaan ekonomi, hingga dialog lintas iman.

Berdasarkan dokumen program, Nikah Akbar dijadwalkan berlangsung di lima daerah, yakni Semarang pada 21 Oktober 2026, Ambon pada 31 Oktober 2026, Medan pada 26 November 2026, Kabupaten Deli Serdang pada 27 November 2026, serta Surakarta pada 5 Desember 2026. Program ini terbuka bagi masyarakat umum, sedangkan informasi mengenai persyaratan pendaftaran dan kuota peserta perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada Kemenag atau Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

"Ini judulnya Nikah Akbar. Jadi upaya kami dalam rangka untuk menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan berdampak, ya sebenarnya ini adalah nikah massal di sejumlah kota," ujar Abu dalam konferensi pers di Kementerian Agama, Jakarta, Senin (26/10/2026).

  1. 1. Ada dialog kerukunan

    Ada Nikah Massal di Wonder of Harmony Kemenag, Minat Daftar?
    Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad (tengah) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Selain nikah massal, Kemenag menggelar Dialog Kerukunan pada 2 November 2026 di rumah dinas Menteri Agama. Kegiatan ini mempertemukan Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan 50 pimpinan organisasi kemasyarakatan keagamaan tingkat pusat, untuk memperkuat sinergi pembinaan umat dan membangun kerja sama berkelanjutan dalam menjaga kerukunan.

    Program berikutnya adalah Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) bersama organisasi pemuda dan mahasiswa di Banten pada 2 November 2026. Kegiatan ini membekali generasi muda dengan pemahaman mengenai pengenalan diri, relasi sehat, pengambilan keputusan, kesiapan perkawinan, serta pencegahan perkawinan anak dan kerentanan sosial remaja.

    Kemenag juga menyiapkan Capacity Building RECONNECT pada 3–5 November 2026 di Depok dan Bogor. Program ini memperkuat kapasitas penyuluh agama dalam mendampingi keluarga dan komunitas selama proses reintegrasi individu yang berkaitan dengan ekstremisme kekerasan. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak, termasuk Kemenag, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88 Polri, dan Kementerian Sosial.

    Pada 18–20 November 2026, masyarakat dapat mengikuti Halal Expo 2026 bertema “Halal Lifestyle for a Better World” di Balai Purnomo, FISIP Universitas Indonesia, Depok. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan literasi mengenai gaya hidup halal, sertifikasi halal, ekosistem industri halal, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu mengembangkan produk halal yang berdaya saing.

    Bagi masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan olahraga sekaligus merayakan keberagaman, Kemenag juga menyiapkan Harmony Fun Walk di Yogyakarta pada 15 November 2026, Surabaya pada 29 November 2026, dan Jakarta pada 6 Desember 2026. Kegiatannya meliputi jalan sehat, senam massal, aksi peduli lingkungan, hiburan musik, kuis berhadiah, serta layanan Bimas Islam terkait zakat, wakaf, edukasi halal, kemasjidan, dan KUA. Nama bintang tamu yang tercantum dalam dokumen masih dalam tahap konfirmasi.

    Dalam bidang pemberdayaan ekonomi umat, Kemenag menjalankan Baznas Collaborative Leadership secara berkala pada Oktober hingga Desember 2026 di sejumlah provinsi. Program ini memperkuat kepemimpinan, tata kelola, dan sinergi Kemenag, pemerintah daerah, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

  2. 2. Ada Ngaji Budaya

    Ada Nikah Massal di Wonder of Harmony Kemenag, Minat Daftar?
    Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad (tengah) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Kemenag turut menghadirkan Ngaji Budaya dan Tradisi Islam di Nusantara pada November 2026 di Jakarta dan Semarang. Program ini mengajak mahasiswa, penyuluh agama, pegawai Kemenag, dan masyarakat umum memahami nilai-nilai Islam dalam seni, serta budaya Nusantara.

    Pada bulan yang sama, Harmony Family Talks digelar secara hibrida dengan mempertemukan penghulu, penyuluh agama, akademisi, dan organisasi profesi untuk membahas tantangan keluarga dari perspektif agama, psikologi, dan pelayanan publik.

    Memasuki Desember 2026, Kemenag merencanakan Bakti Lintas Iman bertema “Saling Merawat, Saling Menghormati” di berbagai daerah. Kegiatan ini berupa kunjungan ke rumah ibadah untuk mengenal sejarah dan peran sosialnya, sekaligus melakukan aksi merawat lingkungan, menata taman, mengelola sampah, serta meningkatkan aksesibilitas bagi lansia dan penyandang disabilitas tanpa melibatkan ritual keagamaan.

    Masih pada Desember, Cultural Talks bertajuk “Merawat Tradisi, Menghidupkan Seni Kitab Suci” mempertemukan perwakilan tradisi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Pesparani Katolik, dan Pesparawi. Forum ini membahas pengembangan peserta, pelatih, penilai, keterlibatan masyarakat lintas agama, pemanfaatan teknologi, serta perluasan akses bagi penyandang disabilitas untuk memperkuat pertukaran pengalaman antarlembaga.

  3. 3. Kemenag siapkan Dai Muda Penyeru Cinta

    Ada Nikah Massal di Wonder of Harmony Kemenag, Minat Daftar?
    Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad (tengah) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Kemenag juga menyiapkan Dai Muda Penyeru Cinta melalui pembibitan 100 calon dai dan daiyah muda. Peserta akan mengikuti pelatihan, magang di pesantren, serta pengabdian selama 30 hari di komunitas masyarakat. Materinya mencakup pemberdayaan ekonomi umat, dakwah digital, literasi keuangan, kepedulian terhadap kelompok rentan, kerukunan, dan pelestarian lingkungan.

    Program Ruang Inklusif dan Setara (RISE) melengkapi rangkaian kegiatan dengan memperkuat dakwah inklusif serta layanan konseling keluarga yang melibatkan penyandang disabilitas. Bekerja sama dengan Asosiasi Tuli Muslim Indonesia, program ini membekali pendakwah dan konselor keluarga dengan keterampilan komunikasi yang aksesibel, serta pendekatan pendampingan yang setara.

    Sementara, Halaqah Dai Kebangsaan pada Desember 2026 diarahkan untuk memperkuat peran dai dalam merawat kerukunan, menangkal informasi manipulatif di ruang digital, dan membangun kepedulian terhadap keluarga, lingkungan, serta kelompok rentan.

    Kemenag juga menyiapkan program Masjid Ramah Pemudik selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Masjid di berbagai daerah akan disiapkan sebagai tempat beristirahat yang aman dan nyaman bagi para pelaku perjalanan. Melalui seluruh program tersebut, The Wonder of Harmony diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat toleransi, meningkatkan kualitas layanan keagamaan, dan menumbuhkan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More