Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BNPB Imbau Warga Tak Masuk Bangunan dan Jauhi Pantai Usai Gempa NTT M 7,7
Gempa M 7,7 guncang NTT, Tim SAR evakuasi korban (Dok. Tim SAR)
  • BNPB mengimbau warga menjauhi pantai pascagempa M7,7 di Flores, meski BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB.
  • Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan otoritas, serta tidak memasuki bangunan retak karena berisiko saat gempa susulan.
  • BNPB bersama BMKG, BPBD, pemerintah daerah, dan instansi terkait masih memantau serta melakukan kaji cepat dampak, korban, kerusakan, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gempa besar 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur. BMKG sudah menghentikan peringatan tsunami karena air laut tidak naik berbahaya lagi. Tapi BNPB bilang orang-orang harus tetap jauh dari pantai dan jangan masuk gedung retak. Mereka masih mengecek korban, rumah rusak, dan tempat penting lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk tetap menjauhi kawasan pantai usai gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026). Imbauan tersebut disampaikan meski BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami.

BNPB menegaskan, fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat serta mencegah munculnya korban tambahan akibat gempa, tsunami, gempa susulan, maupun bahaya ikutan lainnya. Oleh sebab itu, masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan dari otoritas yang berwenang.

Sebelumnya, BMKG menegaskan peringatan dini tsunami pascagempa sudah dicabut. “Dengan hasil observasi tinggi muka laut di wilayah terdampak tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan, maka peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama dalam konferensi pers daring, Sabtu (15/8/2026).

Namun, BNPB mengimbau agar masyarakat sebaiknya tidak beraktivitas di kawasan pesisir hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.

“Ibu Deputi sudah menyampaikan bahwa peringatan tsunami sudah dicabut. Namun, kami mengimbau agar masyarakat tetap menjauhi pantai saat ini, sebelum nanti benar-benar ada peringatan lain dari BMKG,” ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, pada waktu yang sama.

Selain itu, BNPB juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru memasuki bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa. Gedung yang retak dinilai masih berpotensi membahayakan apabila terjadi gempa susulan.

“Dan juga kami menyampaikan imbauan agar masyarakat jangan dulu memasuki gedung. Terutama gedung-gedung yang sudah retak, karena ini berpotensi bahaya ketika ada gempa susulan,” kata Berton

BNPB menyatakan terus melakukan pemantauan dan mengintegrasikan informasi bersama BMKG, BPBD, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh data yang telah diverifikasi mengenai dampak gempa di wilayah terdampak.

BNPB menegaskan, proses kaji cepat masih berlangsung untuk mendata korban, kerusakan bangunan, serta kondisi fasilitas kesehatan dan infrastruktur lainnya.

”Sehingga jumlah korban, kerusakan, dan kondisi fasilitas kesehatan maupun gedung-gedung yang lain akan kami sampaikan nanti begitu kami mendapatkan informasi dari tingkat bawah,” kata Berton.

Curated For You

Editorial Team

Related Article