BNPB Kerahkan 3 Pesawat Cessna untuk OMC Tangani Karhutla Kalteng-Kalsel

BNPB mengerahkan tiga pesawat Cessna Caravan untuk operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Penyemaian awan dilakukan dari tiga bandara dengan bahan semai Natrium Klorida di sejumlah wilayah terdampak karhutla.
Hujan intensitas sedang dilaporkan turun, sementara operasi terus disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kebutuhan penanganan.
Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan tiga armada pesawat Cessna Caravan dalam operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan guna menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian memburuk di dua provinsi tersebut.
Perkuatan armada ini dilaksanakan sejak Selasa (22/9). Tiga bandar udara disiagakan sebagai base operasi modifikasi cuaca yakni Bandara Tjilik Riwut di Kota Palangkaraya dan Bandara Iskandar di Kota Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah serta Bandara Syamsudin Noor di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
"Asap ini tidak ada teknologi untuk menghilangkannya, hanya ada dua cara. Yang pertama angin, yang kedua hujan," kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).
"Sekecil apa pun potensi adanya awan hujan, kita akan maksimalkan untuk modifikasi cuaca, untuk mendatangkan hujan buatan," imbuh dia.
1. Ribuan natrium disemai demi tangani Karhutla

Petugas memasukkan garam ke dalam pesawat Cessna 208B Grand Caravan EX untuk persemaian garam dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/3/2024). BNPB bekerja sama dengan BMKG melakukan operasi TMC selama tiga hari sebagai upaya meminimalisir berkumpulnya awan yang berpotensi menimbulkan intensitas hujan tinggi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah yang rawan bencana hidrometeorologi. (ANTARA/Makna Zaezar) Dari Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, armada Caravan PK-FPU terbang satu sortie pada Selasa (22/9/2026) dan satu sortie pada Rabu (23/9/2026). Penerbangan sortie 1 dilakukan menggunakan pesawat PK-FPU dengan Engine On/Off pada pukul 14.10 WIB hingga 16.24 WIB dengan wilayah penyemaian awan dilakukan di Kabupaten Murung Raya. Penyemaian awan dilakukan di ketinggian 11.000 - 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 1.000 kg.
Armada PK-YNA lepas landas dari Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah untuk penyemaian awan hujan dari sektor selatan Kalimantan Tengah. Selama dua hari operasi, PK-YNA telah melakukan penyemaian sebanyak dua sortie dengan total 1.600 kg NaCl.
Pada penerbangan hari Rabu (23/9/2026) target penyemaian di wilayah Pulang Pisau dan Tabalong dengan level ketinggian 10.000 - 11.000 feet dan ditemukan awan Cumulus dan Cumulus Congestus dengan base awan berkisar 6.000-7.000 ft dan top awan berkisar 14.000 - 16.000 ft. Penyemaian menghabiskan bahan semai NaCl sebanyak 800 kg. Selama proses penyemaian, arah angin dominan bertiup dari arah Tenggara dengan kecepatan 6 - 7 knot.
Sementara itu, pesawat caravan dengan nomor registrasi PK-SNK bergerak dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Hingga Rabu (23/9), PK-SNK telah melaksanakan empat sortie penerbangan. Sebanyak 4.000 kilogram Natrium Klorida disemai di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Tapin.
2. Hujan mulai turun pascaoperasi modifikasi cuaca

Pemadaman lahan karhutla. (IDN Times/istimewa). BNPB mencatat, pascaoperasi modifikasi cuaca, hujan dengan intensitas sedang dilaporkan turun di wilayah Kabupaten Pulang Pisau (Kalimantan Tengah), Desa Gunung Batu (Kalimantan Selatan), dan Desa Padangin (Kalimantan Selatan).
BNPB memastikan langkah-langkah modifikasi cuaca terus dilakukan secara terkoordinasi dan berbasis informasi cuaca terkini. Pelaksanaan OMC akan terus disesuaikan dengan kondisi cuaca, hasil pemantauan lapangan, serta kebutuhan penanganan di wilayah terdampak.
3. Prabowo pimpin ratas terkait Karhutla di Istana

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, Rabu (23/9/2026) (dok. Sekretariat Presiden) Presiden Prabowo Subianto memimpi rapat terbatas terkait mitigasi karhutla di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (24/9/2026). Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
"Hari ini rencana kita mau ratas mitigasi karhutla supaya tidak terus berulang setiap tahun. Semua sektor harus dimitigasi. Sedih kita kalau kejadian yang kita sudah tahu, tapi terus berulang," ujar Prasetyo dalam keterangannya, Jakarta.
Menurut Prasetyo, sejumlah ahli dipanggil untuk diminta masukan. Menurutnya, masyarakat perlu diberikan edukasi. Prabowo juga memerintahkan apabila masyarakat ingin membuka lahan, bisa meminta bantuan aparat, tidak dengan cara dibakar.
"Rapat di Istana. Akan ada beberapa ahli-ahli yang dipanggil. Edukasi penting, karena semua kebakaran berasal dari ulah manusia," ucap dia.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















