Jakarta, IDN Times - Proses pemulihan bagi warga di Pulau Sumatra usai dihantam banjir hebat pada akhir 2025 terus berjalan. Salah satunya perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan skala ringan dan sedang.
Kepala Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal Suharyanto, pada Senin (22/6/2026) menyalurkan bantuan perbaikan senilai Rp93,75 miliar bagi 4.400 keluarga di Kabupaten Aceh Tamiang. Ini merupakan bantuan tahap ketiga termin pertama yang disalurkan oleh pemerintah pusat. Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah yang paling parah terkena dampak banjir hebat di Pulau Sumatra.
"Dari jumlah tersebut, sebesar Rp38,25 miliar dialokasikan bagi 2.550 kepala keluarga (KK) pemilik rumah dengan kategori rusak ringan. Sementara, Rp55,50 miliar diberikan kepada 1.850 KK yang rumahnya mengalami kerusakan sedang," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di dalam keterangan, Senin.
Dia mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dilakukan oleh pemerintah. Upaya pemulihan itu, kata Abdul, masih terus berlangsung untuk membantu masyarakat kembali menempati hunian yang layak dan aman.
