Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BNPB Salurkan Dana Rp93,75 M untuk Bantu 4.400 Keluarga Aceh Tamiang
Kepala Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto berikan bantuan Rp93,75 miliar bagi warga Aceh Tamiang yang terdampak banjir Sumatra. (Dokumentasi BNPB)
  • BNPB menyalurkan Rp93,75 miliar untuk membantu 4.400 keluarga di Aceh Tamiang memperbaiki rumah rusak akibat banjir besar, sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
  • Kepala BNPB Suharyanto menyebut seluruh warga terdampak kini sudah tidak tinggal di tenda, sementara penyewa rumah difasilitasi hunian sementara selama proses pemulihan berlangsung.
  • Data BNPB mencatat 1.201 korban tewas akibat banjir Sumatra, dengan wilayah terdampak terparah meliputi Aceh Utara, Agam, dan Tapanuli Tengah; sebagian besar infrastruktur utama telah pulih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
akhir 2025

Banjir hebat melanda Pulau Sumatra dan menyebabkan kerusakan besar di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang.

Januari 2026

BNPB mencatat jumlah korban tewas akibat banjir Sumatra mencapai 1.201 jiwa, dengan Aceh menjadi daerah paling terdampak.

enam bulan pascabanjir

Kepala BNPB Suharyanto menyatakan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian karena telah difasilitasi hunian sementara oleh pemerintah.

22 Juni 2026

BNPB menyalurkan bantuan perbaikan rumah senilai Rp93,75 miliar bagi 4.400 keluarga di Aceh Tamiang sebagai bagian dari tahap ketiga termin pertama program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Juni 2026

Suharyanto mengimbau warga penerima bantuan agar menggunakan dana secara bertanggung jawab agar proses pemulihan berjalan lancar.

Juli mendatang

BNPB berencana menyalurkan bantuan tahap berikutnya setelah penyaluran pada Juni selesai dimanfaatkan seluruhnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    BNPB menyalurkan dana bantuan sebesar Rp93,75 miliar untuk perbaikan rumah 4.400 keluarga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
  • Who?
    Bantuan diserahkan oleh Kepala BNPB Letjen Suharyanto, dengan penjelasan tambahan dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
  • Where?
    Kegiatan penyaluran bantuan dilakukan untuk warga di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, salah satu wilayah paling terdampak banjir besar di Pulau Sumatra.
  • When?
    Bantuan disalurkan pada Senin, 22 Juni 2026, sebagai tahap ketiga termin pertama dalam rangkaian pemulihan pascabencana banjir akhir tahun 2025.
  • Why?
    Pemerintah menyalurkan dana tersebut untuk mempercepat pemulihan hunian warga yang rusak akibat banjir hebat serta memastikan masyarakat kembali memiliki tempat tinggal layak dan aman.
  • How?
    Dana diberikan langsung kepada keluarga penerima sesuai kategori kerusakan rumah: Rp38,25 miliar bagi rusak ringan dan Rp55,50 miliar bagi rusak sedang; warga diminta memanfaatkannya secara bertanggung jawab.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak rumah di Aceh Tamiang rusak karena banjir besar. Pak Suharyanto dari BNPB kasih uang banyak sekali, Rp93,75 miliar, buat bantu 4.400 keluarga perbaiki rumahnya. Ada yang rusaknya ringan dan ada yang sedang. Sekarang orang-orang sudah tidak tinggal di tenda lagi, tapi masih ada yang menunggu rumah tetap dibangun. Pemerintah terus bantu supaya semua bisa punya tempat tinggal aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penyaluran dana Rp93,75 miliar oleh BNPB bagi 4.400 keluarga di Aceh Tamiang menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Bantuan yang terstruktur dalam beberapa tahap ini tidak hanya membantu warga memperbaiki rumah mereka, tetapi juga memastikan tidak ada lagi korban yang harus tinggal di tenda, mencerminkan koordinasi dan perhatian yang berkelanjutan terhadap kebutuhan masyarakat terdampak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Proses pemulihan bagi warga di Pulau Sumatra usai dihantam banjir hebat pada akhir 2025 terus berjalan. Salah satunya perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan skala ringan dan sedang.

Kepala Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal Suharyanto, pada Senin (22/6/2026) menyalurkan bantuan perbaikan senilai Rp93,75 miliar bagi 4.400 keluarga di Kabupaten Aceh Tamiang. Ini merupakan bantuan tahap ketiga termin pertama yang disalurkan oleh pemerintah pusat. Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah yang paling parah terkena dampak banjir hebat di Pulau Sumatra.

"Dari jumlah tersebut, sebesar Rp38,25 miliar dialokasikan bagi 2.550 kepala keluarga (KK) pemilik rumah dengan kategori rusak ringan. Sementara, Rp55,50 miliar diberikan kepada 1.850 KK yang rumahnya mengalami kerusakan sedang," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di dalam keterangan, Senin.

Dia mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dilakukan oleh pemerintah. Upaya pemulihan itu, kata Abdul, masih terus berlangsung untuk membantu masyarakat kembali menempati hunian yang layak dan aman.

1. BNPB imbau dana perbaikan rumah digunakan secara bertanggung jawab

Kepala Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto berikan bantuan Rp93,75 miliar bagi warga Aceh Tamiang yang terdampak banjir Sumatra. (Dokumentasi BNPB)

Suharyanto mengimbau warga penerima bantuan agar menggunakan dana tersebut secara tepat dan bertanggung jawab sehingga proses pemulihan dapat berjalan lancar. Kemudian, bantuan selanjutnya bisa segera diberikan kepada masyarakat yang masih menunggu.

"Apabila bantuan yang disalurkan pada Juni ini selesai dimanfaatkan seluruhnya, maka pada Juli mendatang, kami akan menyalurkan bantuan tahap berikutnya. Kami berharap bantuan yang diterima dapat segera digunakan. Bapak dan ibu memiliki tanggung jawab untuk memanfaatkannya dengan baik," kata Suharyanto.

BNPB menjelaskan, pada tahap pertama, bantuan dana perbaikan rumah yang telah disalurkan mencapai Rp42,06 miliar kepada 2.804 KK pemilik rumah. Mereka yang mendapatkan bantuan, tingkat kerusakan rumahnya masuk kategori rusak ringan.

BNPB turut menyalurkan dana Rp70,11 miliar bagi 2.337 KK yang memiliki rumah dengan tingkat kerusakan tingkat sedang.

Pada tahap kedua, bantuan yang disalurkan mencapai Rp35,04 miliar untuk 2.336 KK yang mempunyai rumah dengan tingkat kerusakan ringan. Kemudian, BNPB juga menyalurkan Rp51,66 miliar untuk 1.722 KK pemilik rumah dengan kategori rusak sedang.

2. Kepala BNPB klaim sudah tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda

Kepala Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto berikan bantuan Rp93,75 miliar bagi warga Aceh Tamiang yang terdampak banjir Sumatra. (Dokumentasi BNPB)

Suharyanto mengeklaim, enam bulan pascabanjir, sudah tidak ada warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan yang masih tinggal di tenda pengungsian. Pemerintah, kata Suharyanto, telah memastikan mereka memperoleh tempat tinggal yang lebih layak selama proses pemulihan berlangsung.

Namun, hak serupa tidak bisa dinikmati oleh warga yang dulu menempati rumah sewa dan tak memiliki hak kepemilikan atas tanah. Namun, Suharyanto mengatakan warga dengan klasifikasi tersebut juga sudah difasilitasi.

"Mereka difasilitasi untuk tinggal di hunian sementara yang disediakan oleh pemerintah," kata jenderal bintang tiga itu.

Dia mengatakan masih ada beberapa keluarga yang belum memiliki rumah tetap karena status mereka sebelum terjadi bencana merupakan penyewa dan bukan pemilik hunian.

"Kondisi itu menyebabkan mereka tidak termasuk ke dalam skema bantuan perbaikan rumah rusak," kata dia.

Meski begitu, pemerintah tetap menawarkan solusi dengan menempatkan mereka di hunian sementara agar kebutuhan tempat tinggal tetap terpenuhi.

3. Jumlah korban tewas akibat bencana banjir Sumatra capai 1.201 jiwa

Seorang perempuan penyintas bencana bertahan di tenda pengungsian di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (7/3/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Berdasarkan data BNPB per Januari 2026, jumlah korban tewas akibat banjir Sumatra mencapai 1.201 jiwa. Rinciannya, 562 orang di Aceh, 375 orang di Sumatra Utara, dan 265 orang di Sumatra Barat. 

"Tiga daerah tertinggi yaitu Aceh Utara sebanyak 246 orang, Agam sebanyak 194 orang, dan Tapanuli Tengah sebanyak 130 orang," dikutip dari data Geoportal milik BNPB pada Januari 2026 lalu.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan, hampir semua wilayah sudah masuk ke tahap pemulihan pascabencana. Berdasarkan data yang dia miliki, seluruh jalan dan jembatan nasional yang terdampak bencana saat ini sudah kembali berfungsi. Namun masih terdapat sejumlah jalan provinsi dan kabupaten yang memerlukan perbaikan lanjutan.

Editorial Team

Related Article