Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gempa NTT, Prabowo Siapkan 50 Ribu Paket Sembako untuk Warga Terdampak

Gempa NTT, Prabowo Siapkan 50 Ribu Paket Sembako untuk Warga Terdampak
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya saat Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
  • Presiden Prabowo mengirim 50 ribu paket sembako dari Jakarta ke Maumere serta memerintahkan jajaran pemerintah mempercepat penanganan warga terdampak gempa Flores.
  • Sejumlah menteri, kepala BNPB, Basarnas, wakil menteri, serta pejabat Pertamina, PLN, Telkom, dan Bulog ditugaskan turun ke Maumere dan Labuan Bajo.
  • Data BNPB per 15 Agustus 2026 pukul 18.48 WIB mencatat 47 korban meninggal dan ratusan rumah serta fasilitas umum mengalami kerusakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan 50 ribu paket sembako yang merupakan bantuan presiden bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Paket sembako itu dikirimkan dari Jakarta menuju ke Maumere.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah bergerak cepat untuk menangani masyarakat yang terdampak gempa bumi di Flores, NTT. Bahkan, sejak pagi Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran di pemerintahan untuk segera melakukan penanganan dan memastikan warga yang terdampak mendapat bantuan.

"Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran pemerintah agar bergerak cepat melakukan penanganan dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan," ungkap Teddy di dalam keterangan pada hari ini.

"Selain itu, telah diberangkatkan ke Maumere berupa 50 ribu paket sembako dari Banpres untuk masyarakat terdampak," imbuhnya.

Prabowo, kata Teddy, juga menugaskan beberapa pejabat di pemerintah pusat agar langsung turun ke Labuan Bajo dan Maumere hari ini juga.

  1. 1. Deretan menteri yang ditugaskan agar turun ke lapangan langsung

    Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam agenda Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) bersama Menko PMK Pratikno serta Mendikdasm
    Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam agenda Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) bersama Menko PMK Pratikno serta Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Malang, Jawa Timur, Senin (14/7/2026). (Dok. KemenPPPA)

    Lebih lanjut, kata Teddy, sejumlah menteri yang ditugaskan oleh Prabowo untuk turun langsung ke Maumere dan Labuan Bajo yaitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Praktikno, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono hingga Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono.

    Selain para menteri dan wamen, pejabat tinggi lainnya juga ikut berangkat ke NTT. Mulai dari pejabat di Pertamina, PLN, Telkom, dan Bulog. "Mereka diminta ke lapangan untuk mendukung penanganan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak," tutur pria yang masih menjadi prajurit TNI aktif itu.

    Ia juga memastikan penanganan korban gempa di lapangan akan dilakukan secara cepat, tepat dan melibatkan seluruh unsur terkait.

  2. 2. Jumlah korban meninggal sudah mencapai 47 jiwa

    IMG-20260815-WA0046.jpg
    Rumah warga di Bima yang mengalami kerusakan dampak gempa NTT, Sabtu (15/8/2026). (dok. BPBD NTB)

    Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data mengenai korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Sabtu (15/8/2026) pukul 18.48 WIB, jumlah korban tewas sudah mencapai 47 jiwa. Sejauh ini, korban tewas paling banyak ditemukan di Kabupaten Manggarai yakni 24 orang.

    "Berdasarkan data sementara pada Sabtu (15/8/2026) pukul 18.48 WIB, BNPB merilis total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang. Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang," ungkap Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan di dalam keterangan pada malam ini.

    Diperkirakan korban tewas terus bertambah lantaran masih ditemukan warga yang terjebak di dalam reruntuhan bangunan.

  3. 3. 157 unit rumah mengalami kerusakan berat

    IMG-20260815-WA0028.jpg
    Rumah warga di Bima yang mengalami kerusakan dampak gempa NTT, Sabtu (15/8/2026). (dok. BPBD NTB)

    Sementara, total rumah yang mengalami kerusakan berat berdasarkan data pukul 17.00 WIB mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit. Kerusakan, kata Berton, juga menimpa fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit dan kantor 6 unit.

    Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto menjanjikan akan terus memperbarui data mengenai korban jiwa dan jumlah rumah yang mengalami kerusakan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More