Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BNPB Ungkap 161,5 Hektare Lahan di Papua Selatan Dilalap Api
Ilustrasi Papua (IDN Times/Mardya Shakti)
  • BNPB mencatat 161,5 hektare lahan terbakar di Papua Selatan hingga 28 Oktober 2026, meliputi Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat.
  • Sepuluh sortie modifikasi cuaca dengan 10 ribu kilogram NaCl menurunkan titik api Papua Selatan 78 persen, dari 295 menjadi 65 titik.
  • Status darurat di Papua Selatan dan Merauke diperpanjang hingga awal November; penanganan didukung satu pesawat OMC, di tengah El Niño kuat dan asap dari Papua Nugini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu, 28 Oktober 2026

BNPB mencatat 161,5 hektare lahan terbakar di Papua Selatan, meliputi Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat.

28 Oktober 2026

Satu sortie OMC dilakukan di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi dengan menyemai 1.000 kilogram NaCl. Hujan turun di sejumlah wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi, tetapi tidak di Asmat.

Jumat (30/10/2026)

BNPB menyatakan telah melakukan 10 sortie OMC dengan total 10 ribu kilogram NaCl untuk pemadaman di Papua Selatan. Jumlah titik api dilaporkan turun 78 persen, dari 295 menjadi 65 titik.

awal November 2026

Status darurat di Provinsi Papua Selatan dan Kabupaten Merauke diperpanjang hingga awal November 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BNPB mencatat 161,5 hektare lahan terbakar di Papua Selatan, dengan jumlah titik api turun dari 295 menjadi 65 titik setelah operasi penanganan.
  • Who?
    BNPB dan satgas gabungan menangani kebakaran. Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan menyampaikan perkembangan penanganan.
  • Where?
    Kebakaran dilaporkan terjadi di Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat, Papua Selatan.
  • When?
    Data luas lahan terbakar dihimpun hingga Rabu, 28 Oktober 2026. Status darurat provinsi dan Kabupaten Merauke diperpanjang hingga awal November 2026.
  • Why?
    Papua Selatan dinyatakan rawan kebakaran akibat kondisi El Niño yang sangat kuat, serta adanya kiriman asap lintas batas dari Papua Nugini.
  • How?
    Satgas gabungan melakukan 10 sortie Operasi Modifikasi Cuaca dengan 10.000 kilogram garam NaCl. Satu pesawat disiagakan di Papua Selatan untuk modifikasi cuaca atau patroli.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kebakaran membakar 161,5 hektare tanah di Papua Selatan. Tempatnya di Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat. BNPB dan tim lain mencoba memadamkan api dengan pesawat yang menabur garam agar hujan turun. Titik api sekarang turun dari 295 jadi 65. Status darurat di Merauke masih diperpanjang sampai awal November.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat satgas gabungan menunjukkan penanganan kebakaran di Papua Selatan telah berjalan secara terukur, melalui operasi modifikasi cuaca dan dukungan armada udara. Penurunan titik api hingga 78 persen setelah OMC, disertai hujan di sejumlah wilayah, memberi indikasi bahwa koordinasi lintas instansi mampu menghasilkan kemajuan di tengah kondisi cuaca yang menantang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap area yang terdampak kebakaran hutan dan lahan tidak hanya terjadi di Pulau Kalimantan serta Sumatra, melainkan juga di Papua. Berdasarkan data hingga Rabu, 28 Oktober 2026, total ada 161,5 hektare lahan di Papua selatan yang terbakar.

"Wilayah yang terdampak antara lain di Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Asmat. Saat ini yang dilaporkan ke kami ada 161,5 hektare yang terbakar," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan di BNPB, Berton Panjaitan ketika memberikan keterangan dan dikutip pada Jumat (30/10/2026).

Ia menambahkan, untuk memadamkan api di area tersebut, satgas gabungan melakukan 10 sortie Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Total ada 10 ribu kilogram garam NaCl. Berton mengeklaim usai dilakukan OMC, jumlah titik api di Papua selatan mengalami penurunan yang signifikan yakni 78 persen.

"Titik api mengalami penurunan yang signifikan sebesar 78 persen. Tadinya, titik api sebesar 295, sementara saat ini kami mendapati 65 titik. Tentu berbagai upaya kami lakukan untuk memadamkan api ini," tutur dia.

1. Status darurat provinsi dan kabupaten Merauke diperpanjang

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan di Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Panjaitan. (Tangkapan layar YouTube BNPB)

Lebih lanjut, Berton mengatakan saat ini status darurat provinsi dan Kabupaten di Merauke diperpanjang hingga awal November 2026. Kondisi itu diperparah dengan adanya kiriman asap dari Papua Nugini.

"Sebanyak satu sortie OMC dilakukan pada 28 Oktober 2026 di wilayah Kabupaten Merauke, Boven Digoel, dan Mappi. Ketika itu disemai 1.000 kilogram NaCl," ungkap Berton.

Hasilnya turun hujan di Kabupaten Merauke tengah dan utara, Boven Digoel selatan, serta Mappi selatan. Sedangkan, di Kabupetan Asmat tidak turun hujan.

"Kondisi El Niño sangat kuat. Papua selatan sangat rawan terbakar selain itu asap lintas batas dari Papua Nugini ke Papua Selatan juga datang," tutur dia.

2. Ada 59 unit armada udara untuk memadamkan karhutla

TNI Angkatan Udara kerahkan pesawat NC-212 untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan karhutla di Kalimantan. (Dokumentasi TNI Angkatan Udara)

Sementara, satgas gabungan mengerahkan 59 unit armada udara untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di 11 lokasi di seluruh Tanah Air. Sebanyak 14 unit armada udara disiagakan di Provinsi Kalimantan Selatan. 14 unit armada udara itu terdiri dari 9 pesawat untuk melakukan patroli atau OMC dan 5 unit helikopter untuk melakukan water bombing.

Namun, untuk penanganan karhutla di Papua Selatan dan Papua Barat Daya hanya disiagakan masing-masing satu unit armada udara. Di Papua Selatan disiagakan satu pesawat untuk melakukan modifikasi cuaca atau patroli. Sedangkan satu unit untuk melakukan water bombing disiagakan di Papua Barat Daya.

Dari 59 unit armada udara itu, sebanyak 40 unit merupakan armada dari BNPB, 15 unit milik TNI dan 4 armada udara milik instansi lain.

3. Modifikasi cuaca dan penyemaian dry ice tetap diandalkan agar turun hujan

Satgas udara saat semai 9 ton dry ice dan NaCl dalam modifikasi cuaca di Palembang. (Dok. Puspen TNI)

Sementara, kata Berton, tim satgas gabungan masih melakukan modifikasi cuaca. Hingga Rabu lalu, OMC dilakukan di tiga provinsi yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Sumatra Selatan. Titik api di tiga provinsi ini tergolong masih tinggi.

OMC dan penyemaian es kering paling banyak terjadi di Kalteng yakni 8 sortie dengan toal 11.700 kilogram. Tim satgas gabungan menyebar es kering dan garam NaCl di Kotawaringin Barat, Seruyan hingga Taman Nasional Tanjung Puting. Hasilnya, kata Berton, turun hujan di Kotawaringin Barat dan Seruyan.

Sedangkan, di Sumatra Selatan dilakukan 8 sortie penyemaian es kering dan garam NaCl. Total bobot garam dan es kering yang disemai dari udara mencapai 10.900 kilogram. Tim satgas gabungan menyasar OMC dilakukan di atas wilayah timur hingga tenggara Palembang. Berton menyebut kemudian turun hujan di Pangkalan Jerambah dan Cengal, Sumsel.

Curated For You

Editorial Team

Related Article