Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

TNI AL Siapkan Pilot Puspenerbal untuk Misi Pemadaman Karhutla

3 min read
TNI AL Siapkan Pilot Puspenerbal untuk Misi Pemadaman Karhutla
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali berikan penghargaan kepada prajurit TNI AL di atas KRI Sriwijaya-100 yang bersandar di Tanjung Priok. (Dokumentasi TNI AL)
  • TNI AL akan melatih pilot Puspenerbal menjalankan water bombing dan menyiapkan KRI Sriwijaya-100 sebagai pangkalan helikopter terapung agar lebih dekat ke titik kebakaran.
  • BNPB mengoperasikan 61 armada udara di 12 provinsi, terdiri dari 24 pesawat patroli dan modifikasi cuaca serta 37 helikopter water bombing.
  • Sebanyak 359 hektare lahan masih terbakar di empat provinsi, sementara BNPB mengerahkan 51.057 personel dan menyemai 22.400 kilogram garam untuk modifikasi cuaca.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Muhammad Ali mengungkap,a pihaknya berencana untuk melatih para pilot helikopter dari Pusat Penerbang Angkatan Laut (Puspenerbal) agar bisa melakukan operasi water bombing di area lahan yang masih terbakar. Selain itu, TNI AL juga berencana menyiagakan kapal induk baru, Sriwijaya-100 sebagai pangkalan heli terapung. Tujuannya, agar landasan helikopter bisa lebih dekat dengan lokasi titik api.

"Kami melatih penerbang heli untuk membawa water bucket juga. Jadi, bukan hanya heli-heli TNI Angkatan Udara (yang dikerahkan). Tetapi, heli-heli Angkatan Laut juga bisa membantu (memadamkan karhutla)," ungkap Ali di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Ali mengatakan, pihaknya perlu terlibat dalam membantu menangani karhutla agar proses pemadaman titik api di beberapa lokasi bisa maksimal. Pihaknya, kata Ali, juga memiliki beberapa helikopter yang memadai untuk menjalankan operasi water bombing atau pemantauan titik api dari udara.

  1. 1. Sebanyak 61 armada udara dikerahkan untuk penanganan karhutla

    Karhutla, BNPB
    Data armada udara yang dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan per Rabu, 28 Oktober 2026. (Tangkapan layar YouTube BNPB)

    Sementara, Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiagakan 61 unit armada udara untuk memadamkan karhutla di 12 provinsi, termasuk Papua. Dari 61 unit itu terdiri dari 24 pesawat yang digunakan untuk patroli dan 37 unit helikopter untuk water bombing.

    "Kami menyiagakan dan mengoperasikan 61 unit armada udara. 24 di antaranya untuk patroli dan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) dan 37 helikopter untuk water bombing," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Berton Panjaitan ketika memberikan keterangan pada Rabu, 28 Oktober 2026.

    Ia mengatakan, pesawat yang sempat direposisi dari Jambi ke Jawa Barat, kini sudah dikembalikan. Pesawat itu akan tetap di Jambi sambil melihat aktivitas yang dapat dilakukan ketika terjadi kebakaran di wilayah lain.

    Di luar enam provinsi prioritas, maka pemerintah juga berupaya memadamkan api di area Jawa Timur, Lampung, Jawa Tengah, IKN (Kalimantan Timur), Papua Selatan dan Papua Barat Daya. Namun, pemerintah hanya mengerahkan satu pesawat untuk melakukan modifikasi cuaca di Papua Selatan. Sementara, untuk memadamkan api di area Papua Barat Daya, dikerahkan satu unit helikopter water bombing.

  2. 2. Sebanyak 359 hektare lahan masih terbakar di empat provinsi

    Kondisi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno, Kabupaten Malang, menurut dokumentasi BPBD.
    Kondisi karhutla di Gunung Arjuno. (Dok. BPBD Kabupaten Malang)

    Sementara, berdasarkan data pada Rabu lalu, jumlah lahan yang masih terbakar di empat provinsi mencapai 359 hektare. Empat provinsi tersebut yakni Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. Total area yang paling luas terbakar dan belum bisa dipadamkan berada di Sumsel yakni 262 hektare.

    "Data ini kami peroleh dari satelit. Dari data-data yang kami peroleh sebelumnya, ada beberapa wilayah yang tidak lagi terdapat kebakaran hutan. Namun, per Rabu ini, kami mendapatkan kembali laporan ada titik kebakaran baru di empat provinsi tersebut," ungkap Berton.

    Untuk memadamkan api di empat provinsi itu, dikerahkan 51.057 personel. Di mana, personel paling banyak dikerahkan di Kalimantan Tengah yaitu 16.387 orang.

  3. 3. Sebanyak 22.400 kilogram garam sudah disemai untuk menciptakan hujan buatan

    Kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca BNPB selama dua hari di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan.
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan strategi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama dua hari berturut-turut, 15 – 16 Oktober 2026 di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan. (Dok. BNPB)

    Selain memadamkan api lewat jalur udara dan darat, BNPB juga tetap melakukan modifikasi cuaca. Untuk area yang tingkat kepekatan asap karhutlanya tergolong tebal maka ikut disemai es kering.

    BNPB mencatat hingga Selasa, 27 Oktober 2026, sudah ada 22.400 kilogram garam yang disemai dalam operasi modifikasi cuaca. Kemudian, ditambah 2.200 kilogram es kering yang disemai agar bisa menembus lapisan inversi dan memungkinkan matahari masuk ke atmosfer.

    Sejauh ini OMC dilakukan di tiga provinsi yaitu Kalsel, Kalteng dan Sumsel. "Di Kalimantan Tengah dilakukan 8 sortie OMC. Kalimantan Selatan dilakukan dua sortie dan Sumsel 8 sortie," kata Berton.

    Hasilnya sudah turun hujan dengan intensitas sedang hingga berat di tujuh kota di Kalteng. Kalteng merupakan provinsi dengan tingkat karhutla paling parah.

    "Semoga hujan tetap terjadi dan api semuanya komplit padam. Bahkan, sampai bara di bawah tanah bisa padam," tutur dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More