Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bocoran Pertemuan Budi Arie dengan Jokowi dan Relawan Berujung Permintaan Maaf
Viral potongan video pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi (dok. Istimewa)
  • Budi Arie meminta maaf setelah video pernyataannya soal kemungkinan percepatan politik sebelum Pemilu 2029 viral dan dinilai menimbulkan ketidaknyamanan.
  • Pertemuan tertutup yang dihadiri Jokowi, Budi Arie, dan sekitar 40 orang berlangsung di Jakarta pada 24 Agustus 2026; pernyataan Budi Arie disebut muncul mendadak.
  • Jokowi tidak menanggapi langsung pernyataan itu, tetapi menegaskan dukungan terhadap pemerintahan hingga 2029 serta urusan posisi di PSI ditentukan mekanisme partai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Budi Arie bicara soal politik yang mungkin berubah sebelum Pemilu 2029 saat bertemu Jokowi dan sekitar 40 orang relawan di Jakarta. Jokowi kaget mendengarnya. Budi Arie lalu minta maaf karena videonya tersebar. Jokowi bilang semua orang harus tetap mendukung pemerintahan sampai 2029. Jokowi juga bilang soal jabatan di PSI harus diputuskan oleh partai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Rekaman video Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang menyebut kemungkinan terjadi percepatan politik sebelum Pemilu 2029 viral di media sosial baru-baru ini. Namun pada Rabu (26/8/2026) melalui rekaman video, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu menyampaikan permintaan maaf terkait viralnya potongan video tersebut. Dia meminta maaf apabila pernyataan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan.

Lepas dari pernyataan maaf tersebut, bagaimana sebenarnya pertemuan yang juga dihadiri Presiden ke-7 RI Joko "Jokowi" Widodo itu terjadi dan dalam rangka apa? IDN Times mewawancarai salah satu tokoh yang turut hadir dalam pertemuan itu yakni politikus senior, Zulfan Lindan.

Kepada IDN Times, Zulfan menyatakan pertemuan itu berlangsung pada Senin (24/8/2026) pukul 10.00 sampai pukul 12.30 di sebuah restoran Sunda, di belakang Gedung Sampoerna, Jakarta. Menurut Zulfan, pertemuan itu bersifat tertutup dan dihadiri sekitar 40 orang. Di antaranya relawan Jokowi.

"Padahal kan sudah diingatkan jangan ada yang ambil video tapi ternyata bocor juga," ujar Zulfan, Rabu (26/8/2026).

Zulfan sendiri mengungkapkan, dirinya hadir di acara tersebut karena diundang oleh Rumah Juang Jokowi pada malam Senin.

1. Jokowi kaget dengar pernyataan Budi Arie

Rombongan DPD RI bertemu dengan Presiden ke-7 Jokowi, Jumat (21/8/2026). (IDN Times/Larasati Rey)

Zulfan mengungkapkan, Budi Arie menyampaikan pernyataan bahwa kemungkinan akan terjadi percepatan politik sebelum Pemilu 2029, saat acara akan berakhir. Penyataannya itu pun membuat Jokowi kaget.

"Relawan-relawan semua kan mau ngomong, pada intinya mengharapkan Pak Jokowi tetap kita dukung sebagai tokoh bangsa, kan gitu, ya biasalah gitu, umum aja sifatnya, bicara PSI, bicara relawan, umum aja sifatnya, sangat umum gak ada yang spesifik. Saya kan minta waktu bicara terakhir, sebelum saya bicara, Budi Arie minta ngomong juga, Budi Arie ngomong sebelum saya, ngomong itu mendadak, Pak Jokowi juga kaget kok Budi Arie tiba-tiba ngomong begitu," ungkap Zulfan.

Terkait pernyataan Budi Arie yang mengatakan sebelumnya sudah bisik-bisik ke Jokowi, Zulfan mengatakan, pernyataan tersebut tidak disampaikan di pertemuan itu.

"Bukan di situ, di tempat lain, bisik-bisik kan dia hanya bicarakan tampaknya wacana gak sampai 2029, ke saya juga bisiknya begitu, tapi kita gak tahu tiba-tiba dia ngomong gitu di forum, Pak Jokowi juga gak tahu," ujar Zulfan.

2. Tanggapan Jokowi dan posisi duduk Budi Arie

Presiden ke-7 Jokowi. (IDN Times/Larasati Rey)

Saat ditanya bagaimana tanggapan Jokowi terkait peryataan Budi Arie tersebut, Zulfan mengungkapkan, Jokowi tak menanggapi.

"Gak (menanggapi). Cuma dia bilang, sudah apapun alasannya kita tetap harus mendukung pemerintahan ini sukses sampai 2029, dia bilang begitu. Artinya secara tidak langsung membantah itu," kata Zulfan.

Terkait posisi duduk Budi Arie yang ada di samping Jokowi, Zulfan memastikan posisi duduk itu tidak diatur. "Kan Pak Jokowi gak pernah nyuruh siapa yang duduk di sampingnya, siapa yang cepat aja. Saya kan tadinya gak mau ke depan tiba-tiba dipanggil maju ke depan, ya sudahlah duduk di depan," ucap Zulfan.

3. Pesan Jokowi di ujung pertemuan

Presiden ke-7 RI, Joko "Jokowi" Widodo menjadi saksi pernikahan di akad nikah Kesespri Presiden Prabowo, Rizky Irmansyah (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Adapun di akhir pertemuan itu, Zulfan menyampaikan kepada semua yang hadir, bahwa bagi Jokowi tidak terlalu penting jabatan, baik itu Dewan Pembina atau Ketua Umum PSI, sebab Jokowi sudah menjadi tokoh besar, tokoh bangsa.

Zulfan juga mengingatkan para relawan agar tidak merasa lebih pintar soal politik, hukum dan sosial, sebab Jokowi sudah menjadi presiden 2 periode. "Lebih pintar dari kita lah bagaimana bersikapnya, maksud saya relawan maksud saya jangan ngajarin Jokowi," kata Zulfan.

Sementara Jokowi di ujung pertemuan juga mengungkapkan, bahwa usulan-usulan agar ia menjabat satu posisi di PSI sebaiknya tidak disampaikan ke dia, melainkan ke partai karena partai memiliki mekanisme untuk menentukan apakah seseorang bisa jadi ketua dewan pembina atau ketua umum. Jokowi juga mengingatkan bahwa semua peserta yang hadir dalam pertemuan itu tidak punya hak sama sekali, yang menentukan untuk memilih dan menempatkan itu adalah partai.

Curated For You

Editorial Team

Related Article