Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gerindra Soal Pernyataan Budi Arie: Belum Ada Pembahasan Tentang 2029

Gerindra Soal Pernyataan Budi Arie: Belum Ada Pembahasan Tentang 2029
Viral potongan video pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi (dok. Istimewa)
  • Gerindra menyatakan belum membahas kesiapan Pemilu 2029 dan memilih fokus mengawal program Prabowo.
  • Sugiat Santoso meminta maksud pernyataan percepatan politik sebelum 2029 ditanyakan langsung kepada Budi Arie.
  • Budi Arie dan Projo menyebut video yang beredar bukan rekaman utuh, melainkan paparan berbagai kemungkinan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apakah Pemilu 2029 sudah perlu dibahas?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Partai Gerindra menanggapi beredarnya potongan video Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang menyebut kemungkinan terjadinya percepatan politik sebelum 2029. Publik mengaitkan pernyataan itu dengan pemerintahan Presiden Prabowo-Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan Pemilu 2029.

Juru bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso menegaskan, partainya memilih tetap fokus mengawal dan menyukseskan seluruh program Prabowo yang mengedepankan kepentingan rakyat. Belum ada pembahasan terkait kesiapan Pemilu 2029 di internal Partai Gerindra.

"Kami fokus menyukseskan program Pak Prabowo, tidak ada pembahasan untuk 2029, masih jauh untuk dibahas," kata Sugiat dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).

  1. 1. Mengawal program Prabowo jauh lebih penting ketimbang membahas Pemilu 2029

    Mengawal program Prabowo jauh lebih penting ketimbang membahas Pemilu 2029
    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memakai jaket yang diberikan Ketua Umum Relawan Projo Budi Arie, Sabtu (14/10/2023). (IDN Times/Aryodamar)

    Sugiat menegaskan, bagi Gerindra, mengamankan dan mengawal program Prabowo jauh lebih penting ketimbang membahas Pemilu 2029. Apalagi, penyelenggaraan Pemilu 2029 masih terlalu dini untuk dibahas.

    "Yang kami fokuskan saat ini adalah mengamankan dan mengawal program-program Pak Prabowo yang bermanfaaat bagi masyarakat Indonesia," kata Sugiat.

  2. 2. Silakan tanya ke Budi Arie

    Silakan tanya ke Budi Arie
    Ketum Projo, Budi Arie Setiadi dalam acara potong tumpeng kemenangan Prabowo-Gibran di Kantor DPP Projo, Jakarta Selatan (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu mempersilakan seluruh pihak untuk mempertanyakan langsung maksud percepatan Pemilu 2029 kepada Budi Arie. Sugiat menyebut hanya Budi Arie yang mengetahui maksud dan tujuan dari pernyataan tersebut.

    "Jadi terkait pernyataannya, hanya Budi Arie yang tahu sendiri maksudnya apa, silakan ditanya ke yang bersangkutan, kita tidak terpengaruh dengan itu," kata Sugiat.

    Sugat menegaskan, Gerindra akan tetap fokus mengawal pemerintahan Prabowo untuk memastikan program yang telah dicanangkan dapat berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

  3. 3. Penjelasan Budi Arie dan Projo

    Penjelasan Budi Arie dan Projo
    Waketum relawan Projo, Freddy Damanik. (IDN Times/Larasati Rey)

    Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi buka suara soal beredarnya potongan video dirinya menyebut kemungkinan terjadinya percepatan politik sebelum 2029. Ia menjelaskan, video yang beredar tidak utuh. Budi Arie menegaskan, video itu direkam saat dirinya memaparkan kemunginan masalah yang akan terjadi di masa depan.

    "Bukan video utuh tapi sedang memaparkan berbagai kemungkinan," kata dia kepada IDN Times, dikutip Rabu (26/8/2026).

    Senada, Sekretaris Jenderal DPP Projo Freddy Alex Damanik menjelaskan mengatakan, video yang beredar di media sosial merupakan potongan pernyataan Budi Arie ketika membahas soal isu berbagai kemungkinan yang akan terjadi.

    "Saya Ingin memberikan penjelasan untuk menanggapi beredarnya potongan video di media sosial yang menggambarkan pandangan Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo tentang situasi politik saat ini. Yang pertama, video tersebut bukan merupakan video utuh tetapi sebenarnya sedang memaparkan berbagai kemungkinan," kata dia dalam video klarifikasi, Selasa (25/8/2026).

    Freddy mengatakan, pernyataan Budi Arie itu diucapkan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Saat itu, Presiden ketujuh RI Joko "Jokowi" Widodo menggelar silaturahmi bersama para relawan.

    "Forum tersebut diadakan sebagai acara silaturahmi dalam rangka bulan kemerdekaan Republik Indonesia antara Bapak Jokowi dengan para relawannya," ucapnya.

    Dalam diskusi antara Jokowi dengan relawan itu dibahas mengenai masalah kebangsaan. Para peserta pun menyampaikan masukan untuk menyikapi fenomena yang terjadi dan memetakan solusi perbaikan.

    "Dalam kesempatan tersebut ada diskusi internal singkat yang memotret situasi kebangsaan saat ini. Yang keempat berbagai masukan untuk menyikapi situasi saat ini dibahas oleh para peserta untuk bisa memetakan persoalan dan solusi perbaikannya," ujar Freddy.

    Oleh sebab itu, kata Freddy, berbagai masukan yang disampaikan relawan ke Jokowi diharapkan bisa disampaikan kepada Presiden Prabowo.

    "Hal ini disampaikan oleh para relawan kepada Pak Jokowi dengan harapan beliau berkenan menyampaikan kepada Presiden Prabowo untuk perbaikan bangsa kedepannya karena relawan meyakini bahwa hubungan dan komunikasi Pak Jokowi dengan presiden Prabowo terjalin erat dan akrab," tuturnya.

    Jokowi disebut menjaring berbagai pandangan dari kelompok relawan tersebut, sembari memastikan agar tetap tenang.

    "Pak Jokowi mendengarkan seluruh pandangan relawan terhadap situasi yang berkembang saat ini. Sebelum akhirnya pak Jokowi menyampaikan agar semua tetap tenang situasi baik-baik saja ekonomi masih tumbuh baik inflasi terkendali jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan," imbuh dia.

    Sebelumnya, dalam video yang beredar, Budi Arie tampak menyampaikan pandangan di hadapan para relawan dan Jokowi. Ia mengaku memiliki insting mengenai kemungkinan terjadinya perubahan lebih cepat sebelum 2029.

    "Tetapi saya ingin sampaikan tadi saya sudah bisikin ke Pak Jokowi, Pak kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?," kata Budi Arie di yang mengenakan kemeja batik di samping Jokowi.

    "Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong, oh ini 2029, ini 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?," ucapnya yang kemudian disambut teriakan 'siap' oleh peserta yang hadir.

    Budi kemudian menyinggung soal munculnya demo di berbagai daerah. Di mana setiap ada warga yang demo pasti ada massa tandingan mirip seperti 1998.

    "Saya pengalaman dengan jejak sejarah, ini ada abnormal di masyarakat saat ini, demo Pati, Madura, ikut tandingan, nah ini juga kayak Pam Swakarsa di 1998. Pasti kalah yang preman," ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More