Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bos BGN: Guru Dapat Jatah MBG Bagian Fungsi Edukasi
Siswi SMP IT Al Fateeh Pedurungan bersiap makan MBG. (IDN Times/bt)
  • Guru dan tenaga kependidikan mendapat MBG sebagai fungsi edukasi bagi siswa di sekolah.
  • Guru dapat makan bersama siswa untuk mencontohkan antre, cuci tangan, pembagian makanan, berdoa, dan rasa syukur.
  • Target penerima manfaat MBG pada 2027 ditetapkan 72,46 juta dengan alokasi utama anggaran BGN untuk program tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (3/9/2026)

Sudaryono menyampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI bahwa guru dan tenaga kependidikan mendapat MBG untuk fungsi edukasi.

2027

Target penerima manfaat program MBG ditetapkan sebesar 72,46 juta. Anggaran BGN dijatah sebesar Rp240,15 triliun pada APBN 2027.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Guru dan tenaga kependidikan mendapat makan bergizi gratis sebagai fungsi edukasi bagi siswa.
  • Who?
    Kepala BGN Sudaryono, guru, tenaga kependidikan, dan siswa terlibat dalam pelaksanaan MBG di sekolah.
  • Where?
    Di sekolah dan di kelas, sementara penjelasan Sudaryono disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI.
  • When?
    Kamis (3/9/2026).
  • Why?
    Untuk memberi contoh tata cara pelaksanaan MBG dan membangun kebiasaan siswa saat program berlangsung.
  • How?
    Guru makan bersama siswa serta mencontohkan mengantre, mengambil ompreng, cuci tangan, membagi, berdoa, dan mengucapkan terima kasih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Guru dapat MBG dan makan bersama siswa di kelas. Pak Sudaryono bilang guru mengajari anak mengantre, cuci tangan, membagi makanan, berdoa, dan mengucapkan terima kasih. Cara makan bersama ini sudah berjalan di sebagian besar sekolah. Guru mendapatnya untuk membantu kami belajar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Keterlibatan guru dan tenaga kependidikan dalam makan bersama siswa memberi ruang untuk mencontohkan antre, cuci tangan, membagi makanan, berdoa, dan menjaga kebersihan. Penjelasan BGN menempatkan penerimaan MBG mereka sebagai fungsi edukasi, sementara praktik tersebut disebut sudah berjalan di sebagian besar sekolah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, memastikan guru dan tenaga kependidikan ikut mendapat jatah makan bergizi gratis (MBG) sebagai fungsi edukasi bagi para siswa di sekolah.

Menurut dia, guru bisa makan bersama siswa untuk memberi contoh tata cara pelaksanaan program MBG, mulai dari mengantre hingga menjaga kebersihan sebelum makan. Hal ini disampaikan, Sudaryono dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (3/9/2026).

“Guru ini mendapatkan MBG dalam kaitannya adalah fungsi edukasi. Jadi makan makanan MBG, mengonsumsi MBG bersama-sama dengan siswanya di kelas untuk kemudian sebagai fungsi edukasi, bukan jatah makan guru,” kata dia.

Menurut dia, edukasi tidak hanya mengenai makanan bergizi. Sebab, BGN ingin membangun kebiasaan kepada siswa saat program MBG berlangsung. Ia menyebut, selama ini, praktik makan bersama guru dan siswa sudah berjalan di sebagian besar sekolah.

“Dari mulai antre, mengambil ompreng, cuci tangan, membagi, berdoa, mengucapkan terima kasih, alhamdulillah, rasa syukur, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Diketahui, target penerima manfaat program MBG pada 2027 ditetapkan sebesar 72,46 juta. Angka ini melebihi basis Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2027 sebesar Rp64,94 juta.

BGN merinci jumlah penerima manfaat tersebut terdiri dari 60.599.777 peserta didik anak sekolah (mulai jenjang PAUD, RA, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK sederajat, SLB hingga santri) dengan anggaran Rp198,96 triliun. Sedangkan, sebanyak 11.865.109 jiwa terdiri dari kelompok 3B: ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dengan total anggaran Rp33,54 triliun.

Adapun, total anggaran BGN pada APBN 2027 dijatah sebesar Rp240,15 triliun. Sebanyak Rp232,87 triliun atau 96,95 persen dialokasikan penuh untuk program MBG. Sedangkan, Rp7,3 triliun atau sekitar 3,05 persen dialokasikan untuk mendukung manajemen BGN. "Anggaran Badan Gizi Nasional yaitu sebesar Rp240,2 triliun," kata Sudaryono dalam rapat tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article