Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, memastikan guru dan tenaga kependidikan ikut mendapat jatah makan bergizi gratis (MBG) sebagai fungsi edukasi bagi para siswa di sekolah.
Menurut dia, guru bisa makan bersama siswa untuk memberi contoh tata cara pelaksanaan program MBG, mulai dari mengantre hingga menjaga kebersihan sebelum makan. Hal ini disampaikan, Sudaryono dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (3/9/2026).
“Guru ini mendapatkan MBG dalam kaitannya adalah fungsi edukasi. Jadi makan makanan MBG, mengonsumsi MBG bersama-sama dengan siswanya di kelas untuk kemudian sebagai fungsi edukasi, bukan jatah makan guru,” kata dia.
Menurut dia, edukasi tidak hanya mengenai makanan bergizi. Sebab, BGN ingin membangun kebiasaan kepada siswa saat program MBG berlangsung. Ia menyebut, selama ini, praktik makan bersama guru dan siswa sudah berjalan di sebagian besar sekolah.
“Dari mulai antre, mengambil ompreng, cuci tangan, membagi, berdoa, mengucapkan terima kasih, alhamdulillah, rasa syukur, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Diketahui, target penerima manfaat program MBG pada 2027 ditetapkan sebesar 72,46 juta. Angka ini melebihi basis Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2027 sebesar Rp64,94 juta.
BGN merinci jumlah penerima manfaat tersebut terdiri dari 60.599.777 peserta didik anak sekolah (mulai jenjang PAUD, RA, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK sederajat, SLB hingga santri) dengan anggaran Rp198,96 triliun. Sedangkan, sebanyak 11.865.109 jiwa terdiri dari kelompok 3B: ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dengan total anggaran Rp33,54 triliun.
Adapun, total anggaran BGN pada APBN 2027 dijatah sebesar Rp240,15 triliun. Sebanyak Rp232,87 triliun atau 96,95 persen dialokasikan penuh untuk program MBG. Sedangkan, Rp7,3 triliun atau sekitar 3,05 persen dialokasikan untuk mendukung manajemen BGN. "Anggaran Badan Gizi Nasional yaitu sebesar Rp240,2 triliun," kata Sudaryono dalam rapat tersebut.
