Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Pilih Tak Gabung Aliansi Militer, Siap Bangun Koalisi Ekonomi

Prabowo Pilih Tak Gabung Aliansi Militer, Siap Bangun Koalisi Ekonomi
Presiden Prabowo Subianto ketika menyampaikan pidato kunci di Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok pada 2026. (Dokumentasi Biro Pers Istana)
  • Presiden Prabowo menegaskan Indonesia tidak akan bergabung dalam blok atau aliansi militer, melainkan fokus membangun koalisi ekonomi dengan berbagai negara.
  • Indonesia mendorong pemberlakuan cepat FTA dengan Uni Ekonomi Eurasia, yang telah disetujui parlemen dan mencakup pengurangan atau penghapusan bea masuk pada 11.882 pos tarif.
  • Prabowo meminta negara anggota Eurasia merampungkan ratifikasi agar produsen Indonesia mengakses lima pasar, sementara produsen Eurasia menjangkau lebih dari 290 juta konsumen Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Indonesia tidak ingin terseret ke dalam blok atau aliansi militer manapun. Alih-alih bergabung dengan satu aliansi militer tertentu, Prabowo menilai lebih baik membentuk koalisi ekonomi dengan sejumlah negara. Salah satu yang mendesak agar segera diberlakukan yakni perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia.

Perjanjian itu sudah diteken oleh Indonesia di St Petersburg, Rusia pada 21 Desember 2025 dan melibatkan lima negara anggota Uni Ekonomi Eurasia. Kelima negara tersebut yakni Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kirgizstan.

"Indonesia tidak ingin bergabung dengan aliansi militer manapun. Tetapi, kami ingin bergabung dengan aliansi ekonomi," ungkap Prabowo ketika menyampaikan pidato kunci di Vladivostok dalam rangka Forum Ekonomi Timur ke-11 yang dikutip dari YouTube Sekretariat Negara, Kamis (2/9/2026).

Lewat perjanjian bebas itu maka akan menghapus atau mengurangi bea masuk terhadap 11.882 pos tarif. Artinya, itu mencakup 90 persen barang yang diperdagangkan.

Prabowo menyampaikan bahwa parlemen Indonesia telah menyetujui perjanjian bebas (FTA) dengan Uni Ekonomi Eurasia. Bahkan, pada Juli lalu, Ketua Umum Partai Gerindra itu telah meneken peraturan presiden agar perjanjian itu bisa disahkan.

Oleh sebab itu, Indonesia berharap empat negara lainnya bisa segera meratifikasi perjanjian bebas dagang tersebut. "Indonesia ingin perjanjian ini segera berlaku dan digunakan segera setelah pertukaran notifikasi dimungkinkan," katanya.

"Saya dengan hormat meminta setiap negara EAEU untuk menyelesaikan prosedur internal masing-masing agar kita dapat memanfaatkan perjanjian ini sesegera mungkin," imbuhnya.

Prabowo coba meyakinkan seandainya perjanjian bebas dagang itu berlaku, maka akan membuka lima pasar bagi produsen Indonesia. Di sisi lain, produsen Eurasia memperoleh akses kepada lebih dari 290 juta konsumen Indonesia.

Bahkan, kata Prabowo, delegasi bisnis dari Indonesia hari ini ikut hadir di Vladivostok untuk menyelesaikan pengiriman perdana, menetapkan pembeli, memastikan logistik dan menyelesaikan pengaturan pembayaran yang sesuai dengan ketentuan sehingga dapat memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas (FTA) tersebut.

"Saya menginginkan ketika jadwal tarif mulai berlaku, barang, rute dan kontrak sudah tersedia," tutur dia.

Prabowo dijadwalkan berada di Vladivostok, Rusia hingga Jumat (4/9/2026). Setelah itu, ia kembali ke Tanah Air.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More