Jakarta, IDN Times — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menyiapkan peta jalan (roadmap) pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia. Peta jalan ini disusun untuk mengarahkan riset menuju era agentic AI diproyeksikan berkembang di 2030.
Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan perkembangan AI saat ini menunjukkan dinamika perubahan kompetensi, di mana sebagian keterampilan mengalami penurunan, sementara keterampilan lain justru tumbuh pesat.
“Sekarang yang sedang kita persiapkan adalah bahwa ada yang namanya agentic AI. Jadi, ada AI skills yang declining, ada yang growing. Jadi, AI skills di bidang AI itu akan terus berkembang. Untuk 2030 nanti, arah AI ini akan mengarah pada agentic AI,” ucap Arif Satria dalam Indonesia Summit 2026 IDN Times, di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).
Dia menjelaskan, agentic AI merupakan tahap perkembangan AI yang tidak hanya mampu menganalisis, tetapi juga dapat mengambil keputusan hingga mengeksekusi tindakan secara otomatis.
“Jadi, kalau punya mobil, masuk ke bengkel, itu AI hari ini kan cukup hanya untuk mendiagnosis masalahnya apa. Nah, kemudian ketika sekarang berkembang agentic AI, maka mobilnya itu didiagnosis, kemudian setelah ketemu dicarikan solusinya, yang ketiga dieksekusi sekalian. Jadi, keluar bengkel itu otomatis sudah beres semuanya,” katanya.
Menurutnya, peta jalan AI yang tengah disusun BRIN akan menjadi dasar pengembangan riset lintas sektor, karena hampir semua bidang ke depan membutuhkan dukungan teknologi AI.
“Dengan peta jalan ini, maka diharapkan riset bidang-bidang tertentu, hampir semua bidang harusnya memerlukan AI. Pangan butuh precision farming, kesehatan butuh precision medicine, butuh di bidang energi, di bidang peternakan, di bidang kemaritiman, digital twin, ocean digital twin juga harus berkembang,” ujar Arif.
Arif menegaskan, peta jalan tersebut juga mencakup arah pemanfaatan AI di bidang strategis lain, termasuk pengolahan citra satelit yang selama ini masih membutuhkan interpretasi manusia.
“Namun, saat ini juga penting adalah bagaimana AI dipakai untuk citra satelit. Selama ini kita memotret dari satelit, kemudian kita harus menafsirkan apa yang terjadi dari hasil pemotretan itu, misalnya fenomena deforestasi atau fenomena laut, kondisi kapal asing, dan lain sebagainya,” ujarnya.
IDN menggelar Indonesia Summit 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.
