Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bupati Siak Temui Wapres, Sampaikan Perjuangan Hak DBH Daerah Kaya SDA
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, bertemu dengan Bupati Siak, Afni Zulkifli, untuk membahas Dana Bagi Hasil (DBH) bagi daerah penghasil sumber daya alam (SDA) di Hotel Pangeran Pekanbaru, Jumat (17/7/2026). (Dok.Pemkab Siak)
  • Bupati Siak Afni Zulkifli bertemu Wapres Gibran untuk menyampaikan aspirasi soal keadilan Dana Bagi Hasil bagi daerah penghasil sumber daya alam seperti Siak.
  • Afni menegaskan DBH adalah hak daerah, bukan kebijakan opsional, serta meminta pemerintah pusat tidak memangkas dana yang berasal dari hasil eksploitasi SDA daerah.
  • Afni menyatakan dukungan penuh terhadap program Presiden Prabowo, namun berharap anggaran daerah tetap utuh dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat lokal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Bupati Siak, Afni Zulkifli, menemui Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, di Hotel Pangeran Pekanbaru, Jumat (17/6/2026). Dalam pertemuan itu, Afni menyampaikan aspirasi mengenai perjuangan hak Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap daerah penghasil sumber daya alam (SDA).

Menurut Afni, Wapres memberikan perhatian serius terhadap aspirasi tersebut. Afni mengatakan, pertemuan itu juga berlangsung lebih lama dari waktu yang telah ditentukan.

"Kami sangat berterima kasih atas waktu beliau. Tadi beliau sangat memberikan perhatian dan memahami persoalan ini karena juga pernah menjadi kepala daerah. Kami berdiskusi mengenai transfer ke daerah, termasuk Dana Bagi Hasil bagi daerah-daerah kaya sumber daya alam seperti Siak," ujar Afni dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).

1. Apa penekanan yang disampaikan Afni?

Bupati Siak, Provinsi Riau, Ibu Afni Zulkifli. (IDN Times/Mikho Fridolin Siahaan)

Afni menyampaikan kepada Gibran mengenai hak daerah penghasil sumber daya alam tidak seharusnya diposisikan sebagai kebijakan yang bersifat opsional atau diberikan dengan syarat tertentu. Dia juga berharap, pemerintah pusat tidak memangkas secara sepihak dan seharusnya memperhatikan kebutuhan daerah.

Padahal, kata Afni, DBH berasal dari daerah yang sumber daya alamnya sudah dieksploitasi.

"Jangan jadikan DBH sebagai sesuatu yang opsional. Itu adalah hak daerah penghasil. Namanya saja Dana Bagi Hasil. Dana yang dibagikan dari hasil yang diekploitasi Negara. Persentasenya saja sudah sangat kecil bagi daerah penghasil, sehingga kami berharap hak tersebut tetap diberikan secara adil," kata dia.

2. Jangan samakan kemampuan fiskal kabupaten dan kota

Bupati Siak, Provinsi Riau, Ibu Afni Zulkifli. (IDN Times/Mikho Fridolin Siahaan)

Dalam kesempatan itu, Afni juga menolak apabila kemampuan fiskal pemerintah kabupaten disamakan dengan pemerintah kota. Sebab, potensi pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten dan kota berbeda.

"Misalnya potensi pajak opsen seperti bea balik nama kendaraan tentu lebih besar di perkotaan, bukan di perkampungan yang berada di Kabupaten. Sementara kabupaten harus mengurus kampung hingga dusun dengan karakteristik yang berbeda, lokasi yang jauh bahkan dalam kawasan dengan tantangan infrastruktur yang tidak mudah. Karena itu, pemerintah kabupaten dan pemerintah kota tidak bisa disamakan dalam persoalan PAD," kata dia

Afni mengatakan, sejak menjabat Juni 2025, sudah menghemat anggaran lebih dari Rp600 miliar. Dia juga sudah berusaha meningkatkan PAD dan memperbaiki tata kelola BUMD.

Menurutnya, pembangunan di Kabupaten Siak terhambat sejak adanya pemangkasan DBH lebih dari Rp500 miliar. Selain itu, ada dana kurang salur dari tahun 2023-2024 hampir Rp500 miliar yang belum dibayarkan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Siak juga memiliki beban utang dengan pihak ketiga lehih dari Rp300 miliar. Oleh karena itu, Afni bertekad terus memperjuangkan DBH untuk tidak dipangkas.

3. Kabupaten Siak mendukung seluruh program Presiden Prabowo

Bupati Siak, Provinsi Riau, Ibu Afni Zulkifli. (IDN Times/Mikho Fridolin Siahaan)

Afni juga menyampaikan kepada Gibran, Pemerintah Kabupaten Siak mendukung sepenuhnya program Presiden Prabowo. Namun, dia berharap, anggaran daerah tidak berkurang.

"Kami mendukung seluruh program prioritas Bapak Presiden. Namun kami juga berharap hak daerah penghasil tidak dikurangi. Kalau pun ada perubahan kebijakan, pastikan hak DBH itu dikembalikan kepada daerah dalam bentuk program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukan program yang disamaratakan tanpa melihat kebutuhan daerah," ujar Afni.

Curated For You

Editorial Team

Related Article