Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
CEK FAKTA: Yusril Gelar Konpers Terkait Pemberhentian Gibran sebagai Wapres
ilustrasi hoaks/hoax (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Yusril membantah undangan konferensi pers terkait skenario pemberhentian Gibran dan menyebut informasi tersebut hoaks atau palsu.

  • Pamflet mencatut nama Kemenko Kumham Imipas serta mengklaim agenda berlangsung di Jakarta Pusat pada 27 Oktober 2026.

  • Publik diimbau tidak mempercayai atau membagikan ulang pesan berantai, serta melaporkan konten palsu yang menyesatkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (27/10/2026)

Yusril Ihza Mahendra membantah informasi dan flyer tentang agenda persiapan skenario pemberhentian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui unggahan di Facebook.

Selasa, 27 Oktober 2026

Flyer yang beredar mengklaim agenda tersebut digelar di Jakarta Pusat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Undangan konferensi pers mengenai persiapan skenario pemberhentian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinyatakan hoaks atau palsu.
  • Who?
    Yusril Ihza Mahendra dan Kemenko Kumham Imipas membantah undangan tersebut.
  • Where?
    Flyer mengklaim acara digelar di Jakarta Pusat, sedangkan undangan beredar di media sosial.
  • When?
    Yusril menyampaikan bantahan pada Selasa (27/10/2026). Flyer mengklaim acara berlangsung Selasa, 27 Oktober 2026.
  • Why?
    Alasan pembuatan dan penyebaran pamflet palsu hingga saat ini belum ada kepastian.
  • How?
    Informasi palsu disebarkan melalui flyer di media sosial yang mencatut nama Kemenko Kumham Imipas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yusril bilang undangan rapat tentang pemberhentian Gibran itu palsu. Undangan itu memakai nama Kemenko Kumham Imipas dan menyebut acara di Jakarta Pusat. Yusril mengatakan kantornya tidak membuat acara itu. Ia meminta orang-orang tidak percaya, tidak menyebarkan lagi, dan melaporkan pesan palsu yang bisa menyesatkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Klarifikasi Yusril memberikan penegasan bahwa Kemenko Kumham Imipas tidak pernah mengeluarkan atau mengadakan agenda tersebut. Imbauan untuk memeriksa pesan, tidak membagikan ulang, serta melaporkan konten palsu juga memperkuat perhatian publik terhadap pentingnya menyaring informasi sebelum menyebarkannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Beredar undangan konferensi pers yang mengatasnamakan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) dengan agenda audiensi persiapan skenario pemberhentian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra membantah kabar tersebut.

"Kami tegaskan bahwa informasi dan flyer tersebut adalah HOAKS / PALSU," kata Yusril melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Selasa (27/10/2026).

1. Plamfet sudah dipasanggi label palsu

Pamflet disebut hoaks undangan media Kemenko Hukum, HAM dan Imipas. (Dok. Facebook Yusril Ihza Mahendra)

Unggahan pamflet hoaks ini mencatut nama Kemenko Kumham Imipas. Pihak humas juga sudah memasangkan stempel palsu beragenda di pamflet yang berjudul "Audiensi Persiapan Skenario Pemberhentian Wapres Gibran".

Flyer yang beredar di media sosial tersebut mengklaim acara digelar pada Selasa, 27 Oktober 2026 Jakarta Pusat.

2. Undangan konpers dipastikan palsu

Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Yusril menyatakan instansinya tidak pernah membuat maupun memfasilitasi agenda audensi tersebut.

"Kemenko Kumham Imipas ataupun Menko Yusril Ihza Mahendra tidak pernah mengeluarkan undangan atau mengadakan agenda tersebut," kata dia.

3. Imbauan agar publik menyaring informasi

Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (IDN Times/Trio Hamdani)

Dalam unggahannya dia mengingatkan publik agar lebih teliti dan bijak dalam menerima pesan berantai yang beredar di media sosial.

"Masyarakat diimbau untuk tidak percaya, tidak membagikan ulang, dan selalu menyaring informasi sebelum disebarkan," kata dia.

Dia juga meminta masyarakat aktif menghentikan peredaran disinformasi yang merugikan publik.

"Laporkan dan abaikan setiap konten palsu yang berpotensi menyesatkan publik," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article