Sri Lanka Evakuasi 40 Pelaut Iran yang Sakit di Laut Lepas

- Sri Lanka mengevakuasi 40 pelaut Iran yang sakit dari kapal dagang di perairan internasional, setelah menerima permohonan resmi dari Kedutaan Besar Iran di Kolombo.
- Para pelaut dibawa ke Pelabuhan Galle untuk pemeriksaan dan perawatan awal; biaya evakuasi serta pengobatan ditanggung Kedutaan Besar Iran.
- Setelah kondisi stabil dan prosedur imigrasi selesai, seluruh pelaut diterbangkan ke Teheran dengan pesawat khusus pada Minggu dini hari.
Jakarta, IDN Times – Pemerintah Sri Lanka mengevakuasi 40 pelaut asal Iran yang membutuhkan perawatan medis darurat dari sejumlah kapal dagang di perairan internasional lepas pantai Sri Lanka, pada Minggu (25/10/2026). Setelah mendapatkan pengobatan di darat, seluruh awak kapal tersebut langsung dibantu pulang ke negara asalnya.
Kementerian Luar Negeri Sri Lanka melakukan penyelamatan ini usai menerima permohonan resmi dari Kedutaan Besar Iran di Kolombo. Langkah tersebut murni bertujuan untuk menangani kondisi darurat kesehatan para pelaut yang kapalnya tertahan di laut lepas.
1. Proses evakuasi medis terhadap puluhan pelaut Iran

ilustrasi pelaut (pexels.com/Lantip) Pemerintah Sri Lanka menindaklanjuti permintaan resmi perwakilan Iran untuk menolong 40 pelaut yang mengalami gangguan kesehatan darurat, meski rincian penyakit mereka tidak diumumkan ke publik. Para pelaut itu dievakuasi dari kapal-kapal dagang yang berlabuh di perairan internasional, sekitar 24 mil laut di luar batas wilayah perairan Sri Lanka.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Sri Lanka, Thushara Rodrigo, menyatakan bahwa tindakan cepat ini merupakan pemenuhan kewajiban kemanusiaan di perairan internasional. Sementara itu, seluruh biaya evakuasi dan pengobatan ditanggung penuh oleh Kedutaan Besar Iran.
"Kami telah mengoordinasikan pemindahan para pelaut tersebut dan melaksanakan kewajiban kemanusiaan kami," kata Rodrigo, dilansir ABC News.
Proses pemindahan pelaut ke darat dilakukan menggunakan kapal penghubung yang disiapkan oleh pihak kedutaan bersama agen pelayaran setempat. Mereka dibawa merapat ke Pelabuhan Galle di selatan Sri Lanka, sekitar 120 kilometer dari Kolombo, untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan awal dari tim medis.
2. Dampak sanksi ekonomi AS terhadap kapal tanker Iran

Dua kapal tanker berbendera Iran, Adrian Darya 1 dan Jasmine di North of Tartus, Suriah, terlihat dalam foto satelit yang disiarkan 3 Oktober 2019 oleh Maxar Technologies. Foto memperlihatkan garis tambatan yang menyatukan dua kapal tanker bersamaan dan memindahkan alat berat ke sisi kanan kapal Adrian Darya 1. ANTARA FOTO/Maxar Technologies/Handout via REUTERS Kementerian Luar Negeri Sri Lanka tidak merinci alasan kapal-kapal tersebut terkatung-katung di laut lepas. Namun, para awak kapal itu diketahui bertugas di kapal tanker minyak yang terkena sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS). Sanksi dan blokade laut dari Washington terhadap jalur pelayaran Iran membuat belasan kapal tanker minyak kosong tertahan selama berbulan-bulan di Samudra Hindia dan tidak bisa berlayar pulang.
Kondisi ini memicu krisis perbekalan bagi para awak kapal, mulai dari menipisnya cadangan bahan bakar, air bersih, hingga bahan makanan pokok di tengah laut. Kementerian Pertahanan Sri Lanka menegaskan bahwa kapal-kapal itu tetap berada di luar batas wilayah laut negaranya dan terus dipantau sesuai aturan pelayaran internasional. Di sisi lain, Rodrigo menyebut pihaknya tidak memegang rincian data tiap kapal karena murni memprioritaskan keselamatan nyawa para pelaut.
3. Pemulangan puluhan pelaut Iran ke Teheran usai dirawat

ilustrasi pelaut(unsplash.com/Samrendra Singh) Setelah mendapatkan pertolongan pertama dan kondisi kesehatannya stabil, ke-40 pelaut itu langsung menjalani pemeriksaan dokumen imigrasi di Pelabuhan Galle. Proses perizinan ini melibatkan kerja sama antara Kementerian Luar Negeri, otoritas pelabuhan, dan Penjaga Pantai Sri Lanka.
"Semua prosedur keimigrasian di dalam negeri telah selesai dilaksanakan," tegas Rodrigo terkait pengurusan izin darurat sebelum pemulangan para pelaut tersebut.
Seluruh pelaut Iran itu kemudian diterbangkan ke Teheran menggunakan pesawat khusus pada Minggu dini hari. Bantuan ini menambah daftar misi kemanusiaan Sri Lanka terhadap warga Iran di Samudra Hindia. Sebelumnya, pada Maret dan April 2026 lalu, Sri Lanka juga merawat korban selamat, memulangkan jenazah, serta membantu pemulangan ratusan awak kapal pendukung setelah kapal perang Iran, IRIS Dena, tenggelam akibat serangan torpedo kapal selam AS.






















