Jakarta, IDN Times - Seorang petugas palang pintu perlintasan kereta mengungkap detik-detik seorang pria tertemper Commuter Line di sekitar perlintasan Cawang-Tebet, Jakarta, Kamis (20/8/2026) pagi.
Petugas bernama Huta tersebut mengatakan, saat kejadian, perlintasan sudah ditutup karena kereta dari arah Cawang hendak melintas. Korban disebut sempat duduk di sekitar palang perlintasan.
"Tadi ada kereta dari arah Cawang, terus kan sudah ditutup perlintasan. Dia (korban) duduk di situ, terus saya di sebelahnya," katanya.
Saat kereta semakin mendekat, petugas itu kemudian beranjak untuk melihat dan memastikan perjalanan kereta. Namun, ketika kembali melihat ke arah tempat korban duduk, korban sudah tidak berada di tempat.
"Pas saya lagi ke sana lihat kereta, kan dijagain. Terus pas kereta sudah dekat, tahu-tahu dia sudah enggak ada," ujarnya.
Petugas kemudian melihat korban sudah terseret oleh kereta. Ia menyebut, korban merupakan seorang laki-laki yang sudah berusia lanjut dan diduga merupakan warga sekitar.
"Dia sudah enggak ada. Saya tengok sudah keseret," katanya.
Menurutnya, korban sebelumnya memang terlihat duduk atau nongkrong di sekitar perlintasan. Namun, petugas mengaku tidak mengenal korban secara pribadi.
"Saya baru lihat aja nongkrong di situ. Biasanya kan duduk, yang di situ duduk aja, nongkrong," ujarnya.
Perlintasan tersebut dikenal warga sebagai penyeberangan kereta SMAN 37 karena lokasinya berada dekat dengan SMAN 37 Jakarta. Saat peristiwa terjadi sekitar pukul 07.30 WIB banyak anak sekolah melintas.
Terkait dugaan korban sengaja berada di jalur kereta, petugas menyebut belum mengetahui secara pasti. Namun berdasarkan informasi yang didengarnya, ada dugaan korban melakukan aksi mengakhiri hidup.
"Iya ada dugaan, saya belum tahu juga," katanya
