Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dari Kursi Menteri hingga Direktur MRT, Saat Perempuan Muda Memimpin
Perayaan satu dekade Girls Takeover di Taman Literasi, Minggu (11/10/2026)/IDN Times Dini Suciatiningrum
  • Girls Takeover Plan Indonesia selama satu dekade memberi ratusan anak perempuan pengalaman memimpin, termasuk mengambil alih tujuh posisi menteri dan lebih dari 40 jabatan strategis.

  • Inisiatif ini menegaskan hak anak perempuan untuk didengar dalam pengambilan keputusan, di tengah risiko perkawinan anak yang lebih tinggi pada kelompok miskin dan perdesaan.

  • MRT Jakarta menilai Girls Takeover membantu institusi memahami perspektif generasi muda, sementara alumninya menyebut pengalaman tersebut membangun keberanian untuk terlibat dan mendorong perubahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2016

Girls Takeover pertama kali dilaksanakan di Indonesia, membuka kesempatan bagi anak perempuan mengambil alih peran pemimpin.

2021

Mala mengambil alih posisi Menteri BUMN melalui Girls Takeover. Pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinannya.

11 Oktober 2026

Plan Indonesia menggelar diskusi Perayaan Girls Takeover di Jakarta Selatan. Dini Widiastuti menekankan pentingnya memastikan kesempatan memimpin terus terbuka bagi anak perempuan.

kini

Tujuh posisi menteri dan lebih dari 40 posisi strategis, termasuk di MRT Jakarta dan kedutaan besar, telah diambil alih anak perempuan melalui Girls Takeover.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Plan Indonesia merayakan satu dekade Girls Takeover, inisiatif yang memberi anak perempuan dan perempuan muda kesempatan mengambil alih posisi kepemimpinan selama sehari untuk menyampaikan aspirasi mereka.
  • Who?
    Plan Indonesia, Direktur Eksekutif Dini Widiastuti, PT MRT Jakarta, Weni Maulina, serta para peserta Girls Takeover, termasuk Mala yang pernah mengambil alih posisi Menteri BUMN pada 2021.
  • Where?
    Diskusi Perayaan Girls Takeover berlangsung di Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan. Program ini juga melibatkan posisi di kementerian, MRT Jakarta, dan sejumlah kedutaan besar.
  • When?
    Perayaan digelar Minggu, 11 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Anak Perempuan Sedunia. Girls Takeover pertama kali dilaksanakan di Indonesia pada 2016.
  • Why?
    Program ini dijalankan untuk membuka ruang agar anak perempuan didengar dalam pengambilan keputusan, di tengah hambatan seperti risiko perkawinan anak dan tekanan peristiwa iklim terhadap kehidupan mereka.
  • How?
    Anak perempuan mengambil alih peran pemimpin selama satu hari melalui Girls Takeover. Hingga saat ini, tujuh posisi menteri dan lebih dari 40 posisi strategis telah diambil alih peserta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Anak perempuan di Indonesia pernah jadi pemimpin selama satu hari lewat Girls Takeover. Mereka duduk di kursi menteri, MRT Jakarta, dan tempat penting lain. Dini dari Plan Indonesia bilang suara mereka harus didengar. Mala pernah jadi Menteri BUMN. Sekarang, banyak orang ingin anak perempuan terus diberi ruang untuk belajar memimpin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Satu dekade Girls Takeover memperlihatkan bahwa ruang kepemimpinan dapat menjadi tempat anak perempuan menyuarakan pengalaman dan gagasan mereka. Keterlibatan di tujuh posisi menteri serta puluhan jabatan strategis menunjukkan institusi membuka diri untuk mendengar. Bagi peserta seperti Mala, pengalaman itu menumbuhkan kepercayaan diri dan keberanian untuk terlibat dalam proses perubahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Selama satu dekade, ratusan anak perempuan dan perempuan muda di Indonesia telah mendapatkan kesempatan untuk memasuki ruang-ruang kepemimpinan yang selama ini lebih sering ditempati orang dewasa.

Melalui Girls Takeover, yang diinisiasi Plan Indonesia, anak-anak perempuan memiliki kesempatan untuk mengambil alih peran pemimpin dari berbagai sektor, termasuk pemerintahan, untuk menyampaikan perspektif, gagasan, dan aspirasi mengenai isu-isu yang memengaruhi kehidupan mereka.

Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, mengatakan Girls Takeover lebih dari sekadar anak perempuan menggantikan seorang pemimpin selama satu hari. Namun, suara mereka didengar, perspektif mereka dipertimbangkan.

"Mereka mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kapasitas kepemimpinannya. Tantangannya sekarang adalah memastikan kesempatan menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk terus memimpin dan mendorong perubahan," ujar Dini dalam diskusi Perayaan Girls Takeover di Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2026).

1. Tujuh posisi menteri pernah di take over

Perayaan satu dekade Girls Takeover di Taman Literasi, Minggu (11/10/2026)/IDN Times Dini Suciatiningrum

Sejak pertama kali dilaksanakan di Indonesia pada 2016, setidaknya hingga kini sebanyak tujuh posisi menteri dan lebih dari 40 posisi strategis di berbagai lembaga, termasuk MRT Jakarta dan sejumlah kedutaan besar, telah diambil alih oleh anak-anak perempuan melalui Girls Takeover.

"Perjalanan ratusan anak perempuan yang pernah berada di posisi tersebut, meski hanya untuk satu hari, menjadi bagian penting dari cerita satu dekade Girls Takeover. Perjalanan ini dirayakan bertepatan dengan Hari Anak Perempuan sedunia yang diperingati setiap 11 Oktober," katanya.

2. Anak perempuan punya hak untuk didengar

Perayaan satu dekade Girls Takeover di Taman Literasi, Minggu (11/10/2026)/IDN Times Dini Suciatiningrum

Dia mengatakan, Girls Takeover berangkat dari gagasan bahwa anak perempuan memiliki hak untuk hadir dan didengar dalam ruang-ruang pengambilan keputusan. Hal ini menjadi semakin penting karena anak perempuan masih menghadapi berbagai hambatan dalam menentukan masa depan mereka.

Dia menerangkan, berdasarkan data Susenas, anak perempuan dari keluarga dengan tingkat pengeluaran terendah, misalnya, hampir tiga kali lebih berisiko menikah sebelum usia 18 tahun dibandingkan anak perempuan dari keluarga dengan tingkat pengeluaran tertinggi.

Anak perempuan di perdesaan juga dua kali lebih berisiko mengalami perkawinan anak dibandingkan mereka yang tinggal di perkotaan.

"Laporan global Plan Internasional terbaru tahun 2026 menyebutkan bahwa 90 persen anak perempuan dan perempuan muda yang disurvei mengatakan bahwa peristiwa iklim memberikan tekanan serius terhadap keberlangsungan hidup, kesehatan, dan stabilitas rumah tangga mereka," katanya

3. MRT berikan ruang untuk perempuan berkembang

Ilustrasi MRT Jakarta. (Duniaku/Fahrul Razi)

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina, mengatakan pihaknya memberikan ruang kepada anak perempuan melalui Girls Takeover dan telah membuka kesempatan bagi institusi untuk mendengarkan perspektif generasi muda.

"Bagi MRT Jakarta, Girls Takeover menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana perspektif kaum muda termasuk perempuan, dapat memperkaya cara kami memahami kebutuhan dan pengalaman masyarakat," ucapnya.

"Kami belajar bahwa memberikan ruang kepada anak perempuan adalah tentang kesiapan institusi untuk mendengar dan belajar dari mereka. Kami berharap ruang-ruang seperti ini dapat terus dibuka secara bermakna," ujarnya.

4. Kepemimpinan adalah keberanian

Perayaan satu dekade Girls Takeover di Taman Literasi, Minggu (11/10/2026)/IDN Times Dini Suciatiningrum

Sementara Mala, peserta Girls Takeover yang mengambil alih posisi Menteri BUMN pada 2021, mengatakan pengalaman tersebut sebagai bagian dari perjalanan kepemimpinannya.

Dia belajar bahwa kepemimpinan adalah tentang keberanian untuk menyampaikan apa yang kita lihat dan apa yang ingin kita ubah.

"Pengalaman tersebut membuat saya semakin percaya bahwa anak perempuan perlu diberi kesempatan untuk terlibat dan menjadi bagian dari prosesnya," ujar Mala, alumni Girls Takeover Menteri BUMN 2021.

Curated For You

Editorial Team

Related Article