Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Demo di DPR, PMII Bawa Maklumat Pergerakan: Reshuffle hingga Reset BGN
Ratusan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar demo di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Ratusan massa PMII menggelar demo di depan Gedung DPR RI, membawa spanduk 'Maklumat Pergerakan' berisi tuntutan evaluasi terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
  • Aksi nasional PMII berlangsung serentak di sekitar 300 titik pada 22–24 Juni 2026, menyoroti kinerja kabinet dan kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi.
  • Enam tuntutan utama disuarakan, termasuk penegakan Pasal 33 UUD 1945, penguatan ekonomi nasional, reshuffle kabinet, reset BGN, pembubaran KDMP, serta peningkatan kesejahteraan guru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
16 Juni 2026

Ketua Umum PB PMII, Muhammad Shofiyulloh Cokro, menginstruksikan aksi serentak di sekitar 300 titik di seluruh Indonesia pada 22 hingga 24 Juni 2026 untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan Prabowo–Gibran.

22 Juni 2026

Ratusan massa PMII menggelar demo di depan Gedung DPR RI, Jakarta. Mereka membawa spanduk 'Maklumat Pergerakan' dan menyuarakan enam tuntutan utama termasuk reshuffle kabinet dan reset Badan Gizi Nasional.

22–24 Juni 2026

Aksi serentak PMII dijadwalkan berlangsung di sekitar 300 titik di berbagai daerah sebagai bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Ratusan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, menuntut evaluasi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
  • Who?
    Massa aksi berasal dari kader PMII, dipimpin oleh Ketua Umum PB PMII Muhammad Shofiyulloh Cokro dan Sekretaris Jenderal Ahmad Syahrul Fadhil yang menyampaikan enam tuntutan utama kepada pemerintah.
  • Where?
    Aksi berlangsung di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, setelah peserta melakukan long march dari kawasan Gelora Bung Karno menuju lokasi tersebut.
  • When?
    Demonstrasi digelar pada Senin, 22 Juni 2026 sekitar pukul 15.45 WIB, sebagai bagian dari rangkaian aksi nasional yang dijadwalkan berlangsung hingga 24 Juni 2026.
  • Why?
    Aksi dilakukan untuk menuntut penegakan Pasal 33 UUD 1945, pemulihan kepercayaan publik, penguatan ekonomi nasional, evaluasi kabinet, reset BGN dan pembubaran KDMP, serta peningkatan kesejahteraan guru.
  • How?
    Massa membawa spanduk bertuliskan “Maklumat Pergerakan”, melakukan pawai panjang sambil membawa bendera PMII berukuran besar. Aksi menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto tersendat sementara waktu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak mahasiswa dari PMII datang ke depan gedung DPR di Jakarta. Mereka bawa bendera dan spanduk besar. Mereka minta Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran memperbaiki kerja pemerintah. Mereka ingin ekonomi kuat, guru senang, dan orang percaya lagi pada pemerintah. Jalan jadi macet karena banyak orang demo.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Aksi yang digelar PMII di depan Gedung DPR menunjukkan semangat mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial secara konstitusional dan damai. Melalui tuntutan yang menekankan kedaulatan ekonomi, efisiensi kabinet, serta kesejahteraan guru, gerakan ini mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap tata kelola pemerintahan dan keberpihakan kebijakan pada kepentingan rakyat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ratusan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar demo di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). Mereka menyuarakan berbagai isu tentang evaluasi terhadap pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Massa aksi memasang sebuah spanduk besar bertuliskan "Maklumat Pergerakan" di pagar besi Gedung DPR. Terdapat lima poin yang disampaikan, yakni tegakkan amanat UUD 1945 Pasal 33 secara berdaulat, kembalikan kepercayaan publik, perkuat kemandirian ekonomi nasional, reshuffle dan efisiensi struktur kabinet sesuai kompetensi dan otoritas, serta reset Badan Gizi Nasional (BGN) dan bubarkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sejahterakan guru.

Massa dari PMII menggelar pawai panjang atau long march dari titik kumpul aksi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) menuju depan Gedung DPR RI.

Pantauan IDN Times di lokasi, massa tiba di depan Gedung DPR sekitar pukul 15.45 WIB. Mereka datang membawa sejumlah bendera berukuran besar menampilkan panji PMII. Akibat dari aksi ini, Jalan Gatot Subroto yang berada di depan Gedung DPR, mengarah ke Slipi tersendat.

Sebelumnya, Ketua Umum PB PMII, Muhammad Shofiyulloh Cokro, memastikan pihaknya menginstruksikan pelaksanaan aksi serentak di sekitar 300 titik di berbagai daerah pada 22 sampai 24 Juni 2026. Aksi tersebut akan mengusung sejumlah tuntutan terkait evaluasi kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dia mengatakan, aksi nasional tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi.

"Kami menginstruksikan seluruh kader PMII untuk melakukan aksi serentak pada 22 hingga 24 Juni 2026 di sekitar 300 titik di seluruh Indonesia. Ini merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa terhadap jalannya pemerintahan," kata Shofiyulloh dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (16/6/2026).

Menurut dia, PB PMII memandang sejumlah persoalan ekonomi, tata kelola pemerintahan, dan pelayanan publik perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Karena itu, organisasi mahasiswa tersebut mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap Kabinet Merah Putih.

"Kami meminta pemerintah melakukan evaluasi total terhadap kinerja kabinet dan memastikan seluruh kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat," ujar dia.

Sementara, Sekretaris Jenderal PB PMII, Ahmad Syahrul Fadhil, menilai pemerintah perlu memperkuat arah pembangunan ekonomi nasional dengan berlandaskan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

"Negara harus hadir untuk rakyat. Kami mendorong penguatan kedaulatan ekonomi nasional serta penataan kabinet berdasarkan kompetensi dan efektivitas kerja," kata Syahrul.

Dalam aksi tersebut, PB PMII membawa enam tuntutan utama. Pertama, penegakan Pasal 33 UUD 1945 secara berdaulat dan konsisten dalam kebijakan ekonomi nasional. Kedua, pemulihan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Ketiga, penguatan kemandirian ekonomi nasional. Keempat, efisiensi dan evaluasi struktur kabinet. Kelima, reset BGN serta pembubaran KDMP. Keenam, peningkatan kesejahteraan guru.

Syahrul mengatakan, pihaknya juga menyoroti efektivitas sejumlah lembaga dan program yang menggunakan anggaran negara. Menurut dia, anggaran pemerintah perlu difokuskan pada program-program yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Kami menilai perlu ada evaluasi terhadap berbagai program dan lembaga yang dianggap tidak efektif agar anggaran negara dapat lebih optimal digunakan untuk sektor-sektor prioritas, termasuk peningkatan kesejahteraan guru," ujar dia.

Sebelumnya, PB PMII telah melakukan konsolidasi aksi bersama pengurus PMII di berbagai daerah untuk memastikan pelaksanaan aksi berjalan tertib dan damai. Organisasi tersebut juga akan terus mengawal berbagai isu yang menjadi tuntutan mahasiswa melalui jalur konstitusional.

Aksi yang dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Juni 2026 tersebut akan digelar secara serentak di sejumlah wilayah dan melibatkan kader PMII dari berbagai tingkatan kepengurusan.

Editorial Team

Related Article