Venezuela Buka Kembali Hubungan dengan Israel usai Putus 17 Tahun

- Venezuela dan Israel sepakat membuka kembali layanan konsulat pada 11 Agustus 2026, memulihkan hubungan bilateral yang terputus sejak 2009 pada era Hugo Chavez.
- Venezuela menilai hubungan dengan Israel dan komunitas Yahudi penting secara historis; kerja sama teknis berlanjut setelah Israel membantu penanganan gempa yang menewaskan lebih dari 6.000 orang.
- Netanyahu menyebut bantuan delegasi Israel untuk evakuasi, penilaian kerusakan, dan rekonstruksi pascagempa turut mendukung pemulihan hubungan diplomatik dengan Venezuela.
Jakarta, IDN Times - Venezuela dan Israel mengumumkan pembukaan kembali layanan konsulat kedua negara pada Selasa (11/8/2026). Persetujuan ini membuka kembali hubungan bilateral kedua negara dalam 17 tahun terakhir.
Hubungan Venezuela dan Israel diputus pada masa pemerintahan eks Presiden Venezuela, Hugo Chavez sebagai bentuk dukungan kepada Palestina pada Januari 2009. Bahkan, Chavez saat itu mengumumkan pengusiran duta besar Israel di Caracas usai pecahnya perang di Gaza (2008-2009).
1. Venezuela sebut pentingnya hubungan dengan Israel

ilustrasi ikon Venezuela (unsplash.com/leoguillen) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Venezuela mengakui pentingnya hubungan dengan Israel dan komunitas Yahudi di Venezuela. Menurutnya, hubungan itu penting sebagai jembatan hubungan bersejarah antara Venezuela dan Israel.
Dilansir EFE, kedua negara akan melanjutkan hubungan kerja sama teknikal yang didasarkan pada upaya darurat usai dua gempa bumi magnitudo 7,2 dan 7,5 yang merenggut lebih dari 6 ribu korban jiwa. Sebulan lalu, Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez mengucapkan terima kasih kepada Israel atas bantuan kemanusiaan yang diberikan ke negaranya.
Israel diketahui sudah mengirimkan bantuan ke komunitas Yahudi dan insinyur sipil untuk membantu evakuasi bangunan roboh. Serta mendiagnosis kerawanan bangunan dan desain penanganan bencana.
2. Israel berhasil tingkatkan hubungan dengan negara-negara Amerika Latin

ilustrasi bendera Israel (pexels.com/altman) Pemulihan hubungan dengan Venezuela ini dipandang sebagai lanjutan keberhasilan upaya diplomatik Israel di Amerika Latin. Sebelumnya, Kolombia dan Israel sudah memulihkan hubungan diplomatik usai pelantikan Presiden baru Kolombia, Abelardo de la Espriella.
Dilansir UPI, Kemlu Kolombia juga mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan yang berada di perbatasan Suriah. Menurutnya, pengakuan ini sebagai respons atas instabilitas di Timur Tengah dan pentingnya wilayah itu untuk keamanan Israel.
3. Netanyahu apresiasi pemulihan hubungan Israel dengan Venezuela

ilustrasi bendera Israel (unsplash.com/levimeirclancy) Sebulan lalu, Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu mengapresiasi keberhasilan delegasi Israel memberikan bantuan untuk menangani dampak gempa bumi di Venezuela. Menurutnya, bantuan itu tidak hanya untuk kemanusiaan, tapi juga untuk mengembalikan hubungan diplomatik dengan Venezuela.
Dilansir The Times of Israel, delegasi tersebut sudah beroperasi di area paling terdampak gempa bumi. Mereka ditugaskan untuk menilai dan mengklasifikasi kerusakan bangunan, serta membantu dalam upaya rekonstruksi bangunan pasca-gempa bumi.



















