Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Deretan Celetukan Nyeleneh Prabowo saat Pidato, Endasmu hingga Bajingan
Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam upacara peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Presiden Prabowo Subianto menarik perhatian publik lewat sejumlah celetukan nyeleneh seperti 'bajingan', 'ndasmu', dan 'emang gue pikirin' dalam berbagai pidato resmi sepanjang Juni–Juli 2026.
  • Dalam beberapa kesempatan, Prabowo menegaskan pentingnya persatuan nasional, gotong royong, serta semangat optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia melalui koperasi dan UMKM.
  • Prabowo juga menyinggung isu korupsi dan kritik sosial dengan gaya santai namun tegas, sambil berkelakar soal batas kesopanan seorang presiden saat berbicara di depan publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Presiden Prabowo suka ngomong lucu waktu pidato. Kadang dia bilang kata aneh kayak “bajingan”, “endasmu”, sama “emang gue pikirin”. Orang-orang ketawa dengar dia ngomong gitu. Dia juga bilang orang Indonesia harus rukun dan kerja sama. Sekarang banyak yang ngomongin cara Presiden bicara yang suka bikin suasana jadi ramai dan seru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto beberapa kali melontarkan celetukan spontan saat menyampaikan pidato di berbagai acara dalam sebulan terakhir. Mulai dari kata “endasmu”, kelakar “emang gue pikirin”, hingga mempertanyakan apakah seorang presiden boleh mengucapkan kata “bajingan”.

Celetukan tersebut menambah daftar kosa kata baru Presiden Prabowo di tengah pidatonya yang tak jarang di luar teks, dan mengundang tawa dari hadirin. Berikut deretan ucapan nyeleneh Presiden Prabowo saat berpidato dalam beberapa waktu terakhir.

1. Presiden bertanya kepada menteri, "bolehkah seorang presiden ngomong kata bajingan?"

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79, di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/6/2026). (IDN Times/M. Ilman Nafian)

Pidato Presiden Prabowo Subianto pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026, Minggu, 12 Juli 2026, kembali menjadi sorotan publik.

Awalnya, Prabowo menyinggung praktik adu domba. Ia mengingatkan agar pihak yang kalah tidak membuat narasi yang dapat memecah belah masyarakat.

“Tidak ada keberhasilan dengan pertikaian. Tidak ada. Untuk apa kita bertikai? Kita ini satu keluarga, apa pun latar belakang kita, apa pun suku kita, apa pun latar belakang kita. Apa pun partai kita. Semua partai banyak patriot, dan semua partai banyak bajingannya juga,” ucap Prabowo.

Setelah itu, Prabowo bertanya kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, apakah seorang presiden boleh mengucapkan kata “bajingan”.

“Presiden boleh ngomong bajingan gak? Boleh? Aku gak tanya kalian, aku tanya Menteri Pendidikan. Gimana, boleh gak?” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, “bajingan” bukanlah kata kasar. Ia kemudian menyebut kata tersebut sebagai bahasa Betawi.

“Ini kan tidak termasuk kasar. Bajingan ya bajingan. Bajingan bahasa apa itu? Bahasa Betawi, ya. Saya kan Betawi, maaf, kalau saya semangat kata-kata Betawi keluar. Sorry ye. Ini hari jadi koperasi atau mulai kampanye ini,” tutur Prabowo.

2. Prabowo sebut "Yang merasa Indonesia suram, silakan cari negara lain"

Presiden Prabowo Subianto saat memperingati Hari Koperasi di Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026). (IDN Times/M. Ilman Nafian)

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mempersilakan pihak-pihak yang merasa Indonesia suram agar mencari negara lain.

Sebelumnya, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat seluruh kekuatan ekonomi, mulai dari koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), swasta, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Indonesia kaya! Indonesia akan bangkit! Dan Indonesia akan mampu memperkuat semua kekuatan di Republik Indonesia ini. Yang ragu-ragu, silakan duduk di rumah aja,” kata Prabowo.

“Yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain. Silakan! Tidak ada yang melarang,” lanjutnya.

Prabowo kemudian mengajak masyarakat untuk bersatu dan bergotong-royong.

“Kalau di Indonesia, mohonlah mari, mari kita bersatu. Mari kita gotong royong, mari kita kerja sama. Yang kuat bantu yang lemah, yang lemah kerja sama yang baik. Insyaallah kita akan bangkit,” ujar Prabowo.

3. Sebut "Saya gak boleh bilang koruptor itu bajingan" saat resmikan bendungan

Presiden RI Prabowo Subianto saat meresmikan sejumlah bendungan pada Kamis (10/7/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Dua hari sebelumnya, Prabowo juga melontarkan kata “bajingan” saat meresmikan sejumlah bendungan pada Jumat, 10 Juli 2026. Saat membahas koruptor, Prabowo mengaku harus menjaga ucapannya karena pidatonya diliput media.

“Ini ada wartawan jadi saya gak boleh bicara. Saya harus bicara hati-hati, saya harus bicara sopan, saya gak boleh bilang koruptor itu bajingan. Gak boleh itu,” ujar Prabowo.

Ia kemudian berkelakar, apabila mengucapkan kata tersebut, justru bagian itulah yang akan menjadi sorotan media.

“Nanti ini, yang di-blow up yang ini. ‘Prabowo bajingan’. Presiden ngomongnya harus sopan, halus,” kata dia.

Prabowo lantas bertanya kepada para hadirin, apakah mereka ingin dirinya berbicara secara sopan atau jujur.

“Anda mau saya bicara sopan atau saya bicara jujur?” lanjut Prabowo, disambut sorak hadirin.

Prabowo kemudian mengaku terkadang geram saat menghadapi para pelaku korupsi, tetapi penanganannya harus tetap sesuai dengan prosedur hukum.

4. Bilang "Endasmu" saat hadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo , Rabu (24/6/2026) (YouTube.com/Sekretariat Presiden)

Prabowo juga pernah melontarkan kata “Endasmu” di beberapa momen. Terakhir, dia mengucap kata itu saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu, 24 Juli 2026.

Saat itu, Prabowo menyinggung anggapan bahwa kekayaan yang hanya dinikmati segelintir orang, pada akhirnya akan menetes ke masyarakat bawah.

“Suatu saat di kelak kemudian hari, kekayaan yang ada dinikmati segelintir orang akan pelan-pelan netes ke bawah. Endasmu. Eh, sorry, sorry,” kata Prabowo.

Endasmu sendiri biasa menjadi kata umpatan orang Jawa, yang berarti "kepalamu".

5. Sering sebut "Emang gue pikirin?"

Yang lebih sering keluar dari mulut Presiden Prabowo adalah kata-kata "embang gue pikirin". Terakhir saat momen peresmian bendungan di Nusa Tenggara. Ia berkelakar kepada wartawan agar tidak menyoroti ucapannya soal kata-kata "bajingan".

“Coba di-delete. Eh, friend ya, wartawan kita kompak ya. Coba yang gitu-gitu, nanti gue dihajar lagi itu. Emang gue pikirin?” kelakar Prabowo, tertawa.

6. Belakangan juga sering sebut "Yang nyinyir-nyinyir, biar aja. Nyenyenye"

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan strategis mengenai nasionalisme ekonomi dan peran pengusaha muda saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung. (Sumber: IDN Times)

Prabowo juga belakangan kerap melontarkan kata baru "Nyenyenye". Ia menirukan ekspresi orang yang nyinyir. Seperti saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.

Awalnya, Prabowo mengajak para pengusaha untuk memiliki semangat pantang menyerah dan menjaga persatuan. Ia mengingatkan agar tidak mudah terpecah-belah oleh pihak lain.

“Inti-intinya sudah saya sampaikan. Kita butuh pengusaha-pengusaha yang militan. Yang semangat! Yang cerdas! Yang tidak mengenal menyerah. Jatuh, bangkit lagi. Jatuh, bangkit lagi,” ujar dia.

“Kalau ada yang menghasut, memecah-belah, yakinlah dia bekerja untuk orang lain, bukan untuk orang Indonesia. Yang nyinyir-nyinyir, biar aja. Nyenyenye,” ujar Prabowo.

Prabowo kemudian mengutip pepatah “biar anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu” untuk menegaskan agar para pengusaha tetap fokus pada tujuan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article