Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79, di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/6/2026). (IDN Times/M. Ilman Nafian)
Pidato Presiden Prabowo Subianto pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026, Minggu, 12 Juli 2026, kembali menjadi sorotan publik.
Awalnya, Prabowo menyinggung praktik adu domba. Ia mengingatkan agar pihak yang kalah tidak membuat narasi yang dapat memecah belah masyarakat.
“Tidak ada keberhasilan dengan pertikaian. Tidak ada. Untuk apa kita bertikai? Kita ini satu keluarga, apa pun latar belakang kita, apa pun suku kita, apa pun latar belakang kita. Apa pun partai kita. Semua partai banyak patriot, dan semua partai banyak bajingannya juga,” ucap Prabowo.
Setelah itu, Prabowo bertanya kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, apakah seorang presiden boleh mengucapkan kata “bajingan”.
“Presiden boleh ngomong bajingan gak? Boleh? Aku gak tanya kalian, aku tanya Menteri Pendidikan. Gimana, boleh gak?” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, “bajingan” bukanlah kata kasar. Ia kemudian menyebut kata tersebut sebagai bahasa Betawi.
“Ini kan tidak termasuk kasar. Bajingan ya bajingan. Bajingan bahasa apa itu? Bahasa Betawi, ya. Saya kan Betawi, maaf, kalau saya semangat kata-kata Betawi keluar. Sorry ye. Ini hari jadi koperasi atau mulai kampanye ini,” tutur Prabowo.