“Kami akan mempresentasikan paket awal hari ini senilai hampir 900 juta euro atau 1 miliar dolar (Amerika Serikat). Sekarang, kita membutuhkan kondisi di lapangan yang memungkinkan bantuan tersebut sampai kepada masyarakat di Gaza,” kata Komisioner Uni Eropa untuk Mediterania, Dubravka Suica, seperti dilansir Times of Israel.
Uni Eropa Sumbang Rp18 T Bantu Rekonstruksi Awal Gaza

- Uni Eropa menyumbang Rp18 triliun untuk rekonstruksi awal Gaza, mencakup pembersihan reruntuhan dan pembangunan fasilitas dasar seperti kesehatan, air, serta sanitasi.
- Proyek utama UE di Gaza fokus pada sistem manajemen limbah dan air, dengan dukungan dari Bank Dunia, Australia, dan Kanada untuk memperlancar proses rekonstruksi.
- Dewan Perdamaian (BoP) memimpin misi rekonstruksi Gaza dengan dukungan dana dari negara-negara Timur Tengah dan AS, meski beberapa kontribusi masih tertunda.
1. Rekonstruksi awal terdiri dari pembangunan fasilitas dasar

Rekonstruksi awal di Gaza ini akan meliputi sejumlah hal. Salah satunya adalah pembersihan reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan Israel. Selain itu, rekonstruksi ini juga akan meliputi pembangunan fasilitas-fasilitas dasar, seperti fasilitas kesehatan, fasilitas air, dan fasilitas sanitasi. Sebab, ketiga fasilitas tersebut sangat penting bagi kemaslahatan warga Gaza.
“Pemerintah Belgia, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, dan Swiss, bersama dengan Komisi Eropa dan Bank Investasi Eropa, turut berpartisipasi (dalam upaya rekonstruksi awal Gaza),” lanjut Suica.
2. UE bakal membangun sistem manajemen limbah dan air di Gaza

Suica menambahkan, UE sebetulnya sudah punya dua proyek pembangunan sebagai upaya rekonstruksi awal di Gaza. Dua proyek tersebut berkaitan dengan sistem manajemen limbah dan air. Suica mengaku sudah bertemu dengan delegasi Israel untuk membicarakan proyek tersebut. Mereka juga sudah menyetujuinya.
Selain UE, Suica mengatakan bahwa Bank Dunia juga ikut menyumbang sejumlah dana untuk memuluskan upaya rekonstruksi awal di Gaza. Namun, ia tidak menjelaskan jumlah pasti dana yang akan disumbang. Australia dan Kanada juga dikabarkan akan menyumbang dana untuk rekonstruksi awal di Gaza.
3. Rekonstruksi Gaza merupakan misi utama BoP

Sebetulnya, upaya rekonstruksi Gaza merupakan misi utama Dewan Perdamaian (BoP). Sebab, sejak resmi berdiri pada Februari lalu, BoP sudah berkomitmen untuk bertanggung jawab terhadap seluruh upaya rekonstruksi di wilayah tersebut. Misi tersebutlah yang juga menjadi alasan mengapa BoP didirikan oleh Presiden AS, Donald Trump.
Untuk memuluskan rekonstruksi di Gaza, BoP menggalang dana dari berbagai negara, seperti Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Arab Saudi, Kuwait, dan AS. Desain wilayah terbaru Gaza dalam upaya rekonstruksi ini juga sudah disiapkan. Sayangnya, upaya tersebut kini mengalami hambatan. Sebab, ada banyak negara yang kini belum menyerahkan uang sumbangannya agar Gaza bisa segera dibangun kembali.





















