Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Diingatkan Stigma Gus Dur 'Depsos Sarang Korupsi', Mensos: Dosanya Dobel
Mensos Syaifullah Yusuf bersama Pimred IDN Times Uni Lubis dalam sesi Real Talk di kantor IDN, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Manggar Tirta Alamsyah)
  • Gus Ipul menanggapi pengingat stigma 'sarang korupsi' dari Gus Dur dengan sikap terbuka dan menjadikannya motivasi untuk menjaga amanah di Kementerian Sosial.
  • Ia menegaskan tanggung jawab moral besar dalam mengurus rakyat miskin, menyebut bahwa penyimpangan di kementeriannya akan menjadi dosa berlipat ganda.
  • Kemensos tengah disorot terkait pengadaan sepatu siswa senilai Rp27 miliar, dan KPK melakukan kajian untuk mencegah potensi korupsi dalam proyek tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
4 Mei 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Monitoring melakukan kajian terhadap pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat senilai Rp27 miliar. Kajian ini bertujuan memetakan potensi korupsi dalam pelaksanaan program tersebut.

5 Juni 2026

Dalam acara Real Talk di Gedung IDN, Jakarta Selatan, Pimpinan Redaksi IDN Times Uni Lubis mengingatkan stigma lama Gus Dur tentang Departemen Sosial sebagai 'sarang korupsi'. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menanggapi dengan menegaskan pentingnya menjaga amanah dan menyebut bahwa penyimpangan di kementeriannya akan berdosa ganda.

kini

Kementerian Sosial masih menjadi sorotan publik terkait pengadaan sepatu Sekolah Rakyat. KPK terus memantau dan melakukan kajian untuk mencegah potensi korupsi dalam proyek tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf menanggapi pengingat tentang stigma lama “Depsos sarang korupsi” yang pernah disampaikan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, serta menegaskan pentingnya menjaga amanah dalam memimpin Kementerian Sosial.
  • Who?
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Pimpinan Redaksi IDN Times Uni Lubis, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Juru Bicara Budi Prasetyo.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Gedung IDN, Kuningan, Jakarta Selatan, sementara kajian KPK dilakukan di lingkungan internal lembaga tersebut.
  • When?
    Kegiatan berlangsung pada Selasa, 5 Juni 2026, dengan kajian KPK terkait pengadaan sepatu diumumkan sehari sebelumnya, Senin, 4 Mei 2026.
  • Why?
    Peringatan diberikan untuk mengingatkan pentingnya integritas di Kemensos dan mencegah potensi penyimpangan anggaran dalam program bantuan sosial maupun pengadaan barang.
  • How?
    Gus Ipul merespons dengan ucapan terima kasih dan penegasan moral bahwa setiap penyimpangan di kementeriannya merupakan dosa ganda; sementara KPK melakukan kajian pencegahan korupsi atas proyek pengadaan sepatu
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Gus Ipul jadi Menteri Sosial dan dia diingatkan soal kata Gus Dur dulu yang bilang tempat itu suka ada korupsi. Dia bilang terima kasih sudah diingatkan dan mau jaga amanah baik-baik. Dia juga bilang kalau ada yang curang, dosanya besar sekali. Sekarang KPK lagi lihat soal uang beli sepatu sekolah biar gak ada korupsi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Sikap terbuka Menteri Sosial Saifullah Yusuf terhadap kritik menunjukkan komitmen moral yang kuat dalam menjaga integritas kementeriannya. Ia tidak menolak peringatan, melainkan menjadikannya pengingat untuk bekerja jujur dan bertanggung jawab. Kehadiran kajian KPK atas program sepatu sekolah juga memperlihatkan langkah pencegahan korupsi yang transparan dan kolaboratif antara lembaga negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan respons tegas saat diingatkan kembali mengenai stigma historis yang pernah dilabelkan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kepada Kementerian Sosial yang sebelumnya bernama Departemen Sosial sebagai "sarang korupsi".

Momen itu terjadi ketika Pimpinan Redaksi IDN Times, Uni Lubis mengungkit pernyataan almarhum Gus Dur, terlebih saat ini Kemensos dipimpin oleh menteri dari kalangan NU.

"Iya, karena kan dulu ingat sebagai warga NU, seniornya NU almarhum Gus Dur kan sampai pernah menempelkan sebutan Departemen Sosial waktu itu ya, itu sarang korupsi. Apalagi sekarang dipegang oleh menteri dari NU," ujar Uni Lubis dalam Real Talk di Gedung IDN, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (5/6/2026).

1. Amanah yang harus dijaga

Mensos Syaifullah Yusuf bersama Pimred IDN Times Uni Lubis dalam sesi Real Talk di kantor IDN, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Manggar Tirta Alamsyah)

Alih-alih bersikap defensif, Gus Ipul justru mengucapkan terima kasih atas peringatan tersebut. Ia menegaskan bahwa memimpin kementerian yang mengurusi nasib rakyat miskin memiliki beban moral yang sangat berat.

Sebagai sesama tokoh dari Nahdlatul Ulama (NU), Gus Ipul mengaku menjadikan peringatan itu sebagai pengingat untuk menjaga amanah dengan sungguh-sungguh.

"Terima kasih, Mbak Uni. Diingatkan, terima kasih banyak. Pokoknya kita setiap kita diingatkan, kita terus terang berterima kasih, betul-betul berterima kasih karena ini adalah amanah yang harus kita jaga gitu loh," katanya.

2. Jika terjadi penyimpangan-penyimpangan dosanya dobel

Mensos Syaifullah Yusuf bersama Pimred IDN Times Uni Lubis dalam sesi Real Talk di kantor IDN, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Manggar Tirta Alamsyah)

Ia kemudian menutup dengan pernyataan kuat mengenai konsekuensi moral jika terjadi penyelewengan di kementerian yang ia pimpin.

"Jangan sampai di sini kita ngurusin keluarga yang membutuhkan bantuan kita, malah terjadi penyimpangan. Itu dosanya dobel-dobel," ujarnya.

3. Kemensos jadi sorotan soal anggaran sepatu siswa Sekolah Rakyat

Mensos Syaifullah Yusuf bersama Pimred IDN Times Uni Lubis dalam sesi Real Talk di kantor IDN, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Manggar Tirta Alamsyah)

Diketahui Kementerian Sosial saat ini menjadi sorotan karena pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat sebesar Rp27 miliar. Komisi Pemberantasan Korups (KPK) memberikan peringatan potensi korupsi dari pengadaan sepatu yang dianggarkan sebesar Rp700 ribu per pasang sepatu itu. Peringatan diberikan melalui kajian yang dilakukan KPK melalui Direktorat Monitoring.

"Sebagai bentuk dukungan pada program sekolah rakyat (SR) yang merupakan salah satu program prioritas nasional, dalam kerangka pencegahan korupsi, saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Monitoring sedang melakukan kajian," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Senin (4/5/2026).

"Kajian ini bertujuan untuk memotret potensi kerawanan terjadinya korupsi dalam pelaksanaan program tersebut, termasuk pada area pengadaan barang dan jasa (PBJ). Dengan begitu, para pemangku kepentingan dapat meningkatkan kewaspadaan serta memastikan setiap proses berjalan secara cermat, transparan, dan akuntabel," imbuhnya.

Editorial Team