Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menpora Erick Thohir saat memberikan keterangan di kantor Kemenpora, Selasa (13/10/2026). (IDN Times/Tino).
  • Erick Thohir mendapat informasi bahwa namanya masuk daftar pejabat negara yang menjadi target penyadapan.

  • Erick memilih fokus bekerja dan menunggu hasil verifikasi Kapolri serta satgas yang sedang dibentuk.

  • Polri membentuk tim khusus yang dipimpin Asep Safrudin untuk mendalami dugaan penyadapan ilegal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (5/11/2026)

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto membentuk tim khusus untuk mendalami kasus dugaan penyadapan ilegal. Tim tersebut dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin.

Sabtu (7/11/2026)

Erick Thohir mengatakan dirinya hanya mendengar informasi mengenai daftar target sadap yang memuat namanya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Isu penyadapan ilegal mencuat setelah daftar target sadap beredar di media sosial dan memuat nama Erick Thohir serta sejumlah tokoh.
  • Who?
    Erick Thohir, Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, dan tim khusus yang dipimpin Komjen Asep Safrudin.
  • Where?
    Daftar target sadap beredar di media sosial, sedangkan keterangan Polri disampaikan di Mabes Polri, Jakarta.
  • When?
    Tim khusus dibentuk pada Kamis (5/11/2026), sementara Erick memberikan keterangan pada Sabtu (7/11/2026).
  • Why?
    Tim khusus dibentuk untuk mendalami dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan nama-nama lain dalam daftar.
  • How?
    Polri melakukan pendalaman secara langsung di bawah pimpinan Kabareskrim, sementara hasil verifikasi Kapolri dan satgas masih ditunggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Erick Thohir mendengar namanya ada di daftar orang yang katanya disadap. Daftar itu tersebar di media sosial. Erick tidak mau banyak bicara dan memilih bekerja. Ia menunggu pemeriksaan dari Kapolri dan satgas. Polri juga membuat tim khusus yang dipimpin Asep Safrudin untuk memeriksa dugaan penyadapan itu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sikap Erick yang memilih fokus bekerja dan menunggu verifikasi memberi ruang bagi proses pengungkapan oleh aparat penegak hukum. Pembentukan tim khusus di bawah pimpinan Kabareskrim juga menunjukkan bahwa dugaan penyadapan tersebut sedang didalami melalui mekanisme yang telah ditetapkan Polri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir ikut terseret dalam pusaran kasus penyadapan ilegal. Erick mendapat informasi bahwa namanya masuk dalam daftar pejabat negara yang menjadi target penyadapan.

Namun, Erick enggan memberikan komentar lebih jauh terkait isu tersebut. Dia menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus kepada aparat penegak hukum.

1. Reaksi Erick namanya masuk dalam daftar target

Isu penyadapan ini mencuat setelah beredarnya sebuah daftar target sadap di media sosial yang memuat nama sejumlah tokoh. Erick mengakui dirinya juga mendengar desas-desus yang menyeret namanya.

"Nah, kalau saya hanya mendengar (informasi tersebut)," ujar Erick kepada awak media, Sabtu (7/11/2026).

2. Fokus bekerja dan tunggu verifikasi polisi

Erick memilih untuk tidak memelihara pikiran negatif terkait isu yang belum terkonfirmasi kebenarannya itu. Dia menegaskan, fokus utamanya saat ini hanya memberikan kontribusi terbaik sebagai menpora.

"Kita tunggu saja hasil verifikasi dari Pak Kapolri dan juga satgas yang sedang dibentuk," ucap Erick.

3. Asep Safrudin pimpin Timsus kasus penyadapan

Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin ditunjuk memimpin tim khusus untuk mendalami kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan nama-nama lain yang masuk daftar.

Tim tersebut dibentuk Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto pada Kamis (5/11/2026). Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, tim khusus itu akan melakukan pendalaman secara langsung di bawah pimpinan Kabareskrim.

"Untuk melakukan pendalaman yang langsung dipimpin oleh Bapak Kabareskrim," kata Trunoyudo di Mabes Polri, Jakarta.

Curated For You

Editorial Team

Related Article