Jakarta, IDN Times - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengakui kementeriannya terkesan lamban merespons kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang viral, termasuk pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya yang berusia empat tahun di Madiun, Jawa Timur.
Arifah berdalih, kementerian perlu memastikan fakta dan kronologi, sebelum menyampaikan informasi kepada publik.
“Jadi kami terkesan lamban, sebetulnya karena kami butuh kepastian. Jangan sampai kita memberikan informasi yang keliru, karena ini butuh penanganan lebih lanjut,” kata dia kepada jurnalis, dikutip Rabu (27/10/2026).
