Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
DKI Gandeng BMKG Modifikasi Cuaca demi Kelancaran Event Akhir Pekan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan strategi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama dua hari berturut-turut, 15 – 16 Oktober 2026 di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan. (Dok. BNPB)
  • BMKG dan Pemprov DKI Jakarta menggelar Operasi Modifikasi Cuaca pada 21–25 Oktober 2026 untuk mendukung event akhir pekan serta mitigasi polusi udara.
  • Hingga 23 Oktober, BMKG menaburkan 4.000 kilogram garam NaCl dalam empat sorti menggunakan Cessna Caravan, menyasar awan di Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, Bogor, dan sekitarnya.
  • Setelah hujan mengguyur Jakarta, kualitas udara Sabtu pagi membaik ke kategori sedang dengan skor AQ+ 81; polutan dominan PM2.5 tercatat 17,5 mikrogram per meter kubik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
21 Oktober hingga 25 Oktober 2026

BMKG dan Pemprov DKI Jakarta melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jakarta untuk membantu menurunkan polusi udara menjelang acara akhir pekan.

23 Oktober 2026

Hingga tanggal ini, penyemaian awan telah dilakukan dalam empat sorti penerbangan dengan 4.000 kilogram garam NaCl. Dua sorti menyasar awan di Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, Bogor, serta area Bogor.

Jumat sore hingga malam hari

Pemantauan radar dan laporan visual mencatat hujan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Sabtu pagi

Kualitas udara DKI Jakarta dan sekitarnya membaik ke kategori sedang dengan skor AQ+ 81 setelah hujan pada malam sebelumnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BMKG dan Pemprov DKI Jakarta menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca untuk memicu hujan, mendukung pengurangan polusi udara, dan menjaga kelancaran acara besar akhir pekan.
  • Who?
    BMKG, Pemprov DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, serta tim Operasi Modifikasi Cuaca terlibat dalam pelaksanaan dan pemantauan operasi.
  • Where?
    Operasi mencakup Jakarta dan sekitarnya, dengan penyemaian awan di Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, dan Bogor. Pusat komando berada di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
  • When?
    Operasi berlangsung 21–25 Oktober 2026. Hingga 23 Oktober, empat sorti penyemaian telah dilakukan; kondisi kualitas udara dilaporkan membaik pada pagi 24 Oktober 2026.
  • Why?
    Operasi dilakukan untuk membantu menurunkan polusi udara yang berpotensi mengganggu acara Pemprov DKI Jakarta, termasuk kompetisi lari dan konser di Gelora Bung Karno.
  • How?
    BMKG menaburkan 4.000 kilogram garam NaCl melalui empat sorti pesawat Cessna Caravan C20B, berdasarkan kajian meteorologis, kondisi atmosfer, dan pemantauan radar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
BMKG dan Pemprov DKI Jakarta menabur garam ke awan pakai pesawat supaya turun hujan. Hujan diharapkan membantu membersihkan udara kotor saat ada acara besar akhir pekan. Hujan sudah turun di beberapa tempat. Pada Sabtu pagi, udara Jakarta membaik dan masuk tingkat sedang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kolaborasi BMKG dan Pemprov DKI menunjukkan pemanfaatan data cuaca serta kualitas udara secara terpadu untuk merespons kebutuhan perkotaan. Dengan kondisi atmosfer yang mendukung, operasi penyemaian awan telah diikuti hujan dan perbaikan kualitas udara ke tingkat sedang, sehingga membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi rangkaian kegiatan akhir pekan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengaku berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) supaya turun hujan pada akhir pekan ini. Sebab, terdapat beberapa acara besar yang digelar di ibu kota pada akhir pekan. Modifikasi cuaca dilakukan di sepanjang wilayah Jakarta pada periode 21 Oktober hingga 25 Oktober 2026.

"Operasi ini bertujuan menurunkan polusi udara yang dapat mengganggu jalannya event yang diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta," ungkap Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam keterangan pada Sabtu (24/10/2026).

Ia menjelaskan, OMC merupakan bagian dari penguatan sinergi BMKG dan Pemprov DKI Jakarta dalam upaya mitigasi bencana hidrometeorologi, pemantauan dan pengendalian pencemaran kualitas udara. Informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika sangat diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan dan penanganan isu lingkungan perkotaan.

"Khusus dalam aspek kualitas udara, BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah melakukan pertukaran data terkait parameter meteorologi dan kualitas udara," tutur dia.

1. Hujan berpotensi membantu membersihkan sebagian partikel pencemar dari atmosfer

Ilustrasi Hujan Deras. (IDN Times/Anjani Asra)

Sementara, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan pelaksanaan OMC harus berlandaskan pada kajian meteorologis, kondisi atmosfer serta kebutuhan operasional. Dengan demikian, OMC diharapkan dapat membantu mendukung upaya mitigasi polusi udara di wilayah Jakarta dan sekitarnya lewat intervensi awan untuk menurunkan hujan.

"Hujan berpotensi membantu membersihkan sebagian partikel pencemar dari atmosfer, meskipun efektivitasnya bergantung pada kondisi cuaca dan karakteristik pencemar. Upaya ini diharapkan dapat mendukung terciptanya kondisi lingkungan yang lebih nyaman di tengah kondisi suhu panas," kata Seto.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca (OMC) BMKG, Budi Harsoyo menambahkan, periode penyemaian awan, kondisi atmosfer lokal yang lembab disertai massa udara konventif sedang mendukung turunnya hujan di wilayah Jadebotabek. Hingga 23 Oktober 2026, penyemaian awan telah dilakukan dengan menaburkan 4.000 kilogram garam (NaCI) dalam empat sorti penerbangan.

"Pada Jumat, 23 Oktober 2026 telah dilaksanakan dua sorti penyemaian awan di ketinggian 10 ribu hingga 11 ribu kaki (3.048-3.352,8 meter). Penerbangan sorti pertama menyasar awan potensial di area Jakarta Selatan, Bekasi, Depok dan Bogor," kata Budi.

Sedangkan di sorti kedua, fokus pada penyemaian di area Bogor.

2. Penyemaian garam NaCL dilakukan menggunakan pesawat Cessna Caravan

Petugas saat hendak memasukkan puluhan karung garam ke pesawat BNPB jenis Cessna Grand Caravan 208B (IDN Times/ do BPBD Provinsi Riau)

Budi menjelaskan, penyemaian awan untuk modifikasi cuaca dilakukan dengan menggunakan armada pesawat jenis Cessna Caravan C20B bernomor registrasi PK-SNH. Pusat komando berlokasi di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

BMKG kemudian melakukan pemantauan citra radar. Berdasarkan laporan visual pada Jumat sore hingga malam hari terpantau adanya hujan di area Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Budi menggarisbawahi, OMC merupakan salah satu instrumen pendukung mitigasi dan tak menggantikan upaya pengendalian pencemaran udara yang berasal dari emisi.

"Sinergi antarlembaga dan pemanfataan informasi cuaca serta kualitas udara tetap menjadi bagian penting dalam mendukung lingkungan perkotaan yang lebih sehat dan tangguh," tutur dia.

3. Kualitas udara pada Sabtu pagi membaik di level sedang

Kondisi kualitas udara di Jakarta pada Sabtu, 24 Oktober 2026. (Tangkapan layar situs resmi IQ Air)

Sementara, kualitas udara di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu (24/10/2026) pagi berada di tingkatan sedang atau skor AQ+ 81. Skor itu membaik dibandingkan kualitas udara pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Kondisi kualitas udara yang membaik terjadi usai malam sebelumnya wilayah Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan, sehingga harapan kualitas udara membaik ketika digelar kompetisi lari dan konser di Gelora Bung Karno, tercapai.

Adapun polutan utama yang mendominasi kualitas udara Jakarta adalah partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 17,5 mikrogram per meter kubik (μg/m³).

Curated For You

Editorial Team

Related Article