Adapun polutan utama yang mendominasi kualitas udara Jakarta adalah partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 17,5 mikrogram per meter kubik (μg/m³).
DKI Gandeng BMKG Modifikasi Cuaca demi Kelancaran Event Akhir Pekan

- BMKG dan Pemprov DKI Jakarta menggelar Operasi Modifikasi Cuaca pada 21–25 Oktober 2026 untuk mendukung event akhir pekan serta mitigasi polusi udara.
- Hingga 23 Oktober, BMKG menaburkan 4.000 kilogram garam NaCl dalam empat sorti menggunakan Cessna Caravan, menyasar awan di Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, Bogor, dan sekitarnya.
- Setelah hujan mengguyur Jakarta, kualitas udara Sabtu pagi membaik ke kategori sedang dengan skor AQ+ 81; polutan dominan PM2.5 tercatat 17,5 mikrogram per meter kubik.
Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengaku berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) supaya turun hujan pada akhir pekan ini. Sebab, terdapat beberapa acara besar yang digelar di ibu kota pada akhir pekan. Modifikasi cuaca dilakukan di sepanjang wilayah Jakarta pada periode 21 Oktober hingga 25 Oktober 2026.
"Operasi ini bertujuan menurunkan polusi udara yang dapat mengganggu jalannya event yang diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta," ungkap Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam keterangan pada Sabtu (24/10/2026).
Ia menjelaskan, OMC merupakan bagian dari penguatan sinergi BMKG dan Pemprov DKI Jakarta dalam upaya mitigasi bencana hidrometeorologi, pemantauan dan pengendalian pencemaran kualitas udara. Informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika sangat diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan dan penanganan isu lingkungan perkotaan.
"Khusus dalam aspek kualitas udara, BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah melakukan pertukaran data terkait parameter meteorologi dan kualitas udara," tutur dia.
1. Hujan berpotensi membantu membersihkan sebagian partikel pencemar dari atmosfer

Ilustrasi Hujan Deras. (IDN Times/Anjani Asra) Sementara, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan pelaksanaan OMC harus berlandaskan pada kajian meteorologis, kondisi atmosfer serta kebutuhan operasional. Dengan demikian, OMC diharapkan dapat membantu mendukung upaya mitigasi polusi udara di wilayah Jakarta dan sekitarnya lewat intervensi awan untuk menurunkan hujan.
"Hujan berpotensi membantu membersihkan sebagian partikel pencemar dari atmosfer, meskipun efektivitasnya bergantung pada kondisi cuaca dan karakteristik pencemar. Upaya ini diharapkan dapat mendukung terciptanya kondisi lingkungan yang lebih nyaman di tengah kondisi suhu panas," kata Seto.
Direktur Operasional Modifikasi Cuaca (OMC) BMKG, Budi Harsoyo menambahkan, periode penyemaian awan, kondisi atmosfer lokal yang lembab disertai massa udara konventif sedang mendukung turunnya hujan di wilayah Jadebotabek. Hingga 23 Oktober 2026, penyemaian awan telah dilakukan dengan menaburkan 4.000 kilogram garam (NaCI) dalam empat sorti penerbangan.
"Pada Jumat, 23 Oktober 2026 telah dilaksanakan dua sorti penyemaian awan di ketinggian 10 ribu hingga 11 ribu kaki (3.048-3.352,8 meter). Penerbangan sorti pertama menyasar awan potensial di area Jakarta Selatan, Bekasi, Depok dan Bogor," kata Budi.
Sedangkan di sorti kedua, fokus pada penyemaian di area Bogor.
2. Penyemaian garam NaCL dilakukan menggunakan pesawat Cessna Caravan

Petugas saat hendak memasukkan puluhan karung garam ke pesawat BNPB jenis Cessna Grand Caravan 208B (IDN Times/ do BPBD Provinsi Riau) Budi menjelaskan, penyemaian awan untuk modifikasi cuaca dilakukan dengan menggunakan armada pesawat jenis Cessna Caravan C20B bernomor registrasi PK-SNH. Pusat komando berlokasi di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
BMKG kemudian melakukan pemantauan citra radar. Berdasarkan laporan visual pada Jumat sore hingga malam hari terpantau adanya hujan di area Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Budi menggarisbawahi, OMC merupakan salah satu instrumen pendukung mitigasi dan tak menggantikan upaya pengendalian pencemaran udara yang berasal dari emisi.
"Sinergi antarlembaga dan pemanfataan informasi cuaca serta kualitas udara tetap menjadi bagian penting dalam mendukung lingkungan perkotaan yang lebih sehat dan tangguh," tutur dia.
3. Kualitas udara pada Sabtu pagi membaik di level sedang

Kondisi kualitas udara di Jakarta pada Sabtu, 24 Oktober 2026. (Tangkapan layar situs resmi IQ Air) Sementara, kualitas udara di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu (24/10/2026) pagi berada di tingkatan sedang atau skor AQ+ 81. Skor itu membaik dibandingkan kualitas udara pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Kondisi kualitas udara yang membaik terjadi usai malam sebelumnya wilayah Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan, sehingga harapan kualitas udara membaik ketika digelar kompetisi lari dan konser di Gelora Bung Karno, tercapai.






















