Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menanggapi usulan Presiden RI, Prabowo Subianto soal kewarganegaraan ganda secara terbatas bagi kalangan tertentu. Dasco mengatakan, selama ini ada beberapa permintaan dari pemerintah untuk memproses persetujuan kewarganegaraan, di antaranya dari kalangan atlet seperti sepak bola dan basket. DPR sendiri memproses keinginan pemerintah tersebut.
Namun, pihak pemerintah menjelaskan, sebenarnya banyak juga diaspora-diaspora yang berpotensi menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk mengabdi ke Indonesia. Sayangnya keinginan tersebut terhambat karena yang bersangkutan sudah lama tinggal di luar. Oleh sebab itu, pemerintah ingin memfasilitasi kewarganegaraan Indonesia tanpa melepaskan kewarganegaraan asal yang bersangkutan.
"Nah, tetapi tadi kalau dengar dari pemerintah, bahwa sebenarnya banyak juga diaspora-diaspora yang berpotensi kemudian untuk menyumbangkan tenaga, pikiran ke Indonesia, tetapi kemudian, mungkin karena sudah lama tinggal di luar, tapi kemudian juga pemerintah ingin memfasilitasi kewarganegaraan di sini tanpa melepaskan kewarganegaraan asal," kata Dasco saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).
Dasco lantas memastikan, proses dwi kewarganegaraan dilakukan dengan sangat terbatas dan selektif. "Sehingga tadi sudah disampaikan bahwa akan dilakukan secara terbatas dan sangat selektif," imbuh dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengusulkan penetapan dwi kewarganegaraan bagi talenta-talenta tertentu yang dibutuhkan Indonesia. Salah satunya, dia menyinggung pesepak bola. Dalam pidato mengenai Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2027 di Gedung DPR RI, Jumat (14/8/2026), Prabowo mengungkapkan Indonesia memiliki jutaan diaspora. Semuanya memiliki talenta yang dibutuhkan tanah air.
"Indonesia memiliki jutaan diaspora. Di antara mereka terdapat ilmuwan yang hebat-hebat, dokter, insinyur, ahli kecerdasan buatan, peneliti, pengusaha, seniman, atlet, terutama pemain bola, profesional kelas dunia," ujar Prabowo.
Sayangnya, para talenta ini akhirnya mengambil kewarganegaraan lain karena kebutuhan karier, keluarga, atau pengabdian di luar negeri. Belum lagi, mereka terbentur aturan kewarganegaraan tunggal.
"Hari ini pemerintah akan mengajukan kepada sidang yang terhormat ini perubahan undang-undang untuk membuka kewarganegaraan ganda secara terbatas bagi mereka yang memiliki talenta istimewa dan dapat memberi sumbangan luar biasa bagi kepentingan nasional," kata Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan kebijakan dwi kewarganegaraan ini akan dirancang secara selektif dan terukur. Tentunya akan ada uji integritas juga untuk kebijakan ini.
"Kebijakan ini akan kita rancang dengan selektif terukur, disertai uji integritas, kewajiban yang jelas, serta perlindungan penuh terhadap keamanan dan kepentingan negara," ujar Prabowo.
