Anggota Fraksi PKB DPR RI, Luluk Nurhamidah saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. (IDN Times/Amir Faisol)
Pengurus Besar Ikatan Alumni Perempuan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA Perempuan PMII) menyatakan keprihatinan atas tidak dicantumkannya nama Wahidah Suaib sebagai Penggantian Antarwaktu (PAW) Anggota Ombudsman RI pengganti Hery Susanto.
Ketua Umum PB IKA Perempuan PMII, Luluk Nur Hamidah menyampaikan, Wahidah merupakan calon dengan peringkat ke-10 berdasarkan hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) DPR RI beberapa waktu lalu. Artinya, berdasar urutan hasil pemeringkatan, nama Wahidah merupakan pihak yang dinilai berhak mengisi kekosongan jabatan Anggota Ombudsman.
"Bagi kami, persoalan ini tidak semata-mata menyangkut satu nama. Yang dipertaruhkan adalah konsistensi negara dalam menghormati mekanisme hukum yang telah dibangun, menjaga sistem merit, serta memberikan kepastian hukum kepada setiap warga negara yang telah memperoleh haknya melalui proses seleksi yang sah," kata Luluk dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).
Dalam praktik ketatanegaraan, mekanisme PAW pada berbagai lembaga negara independen dilaksanakan berdasarkan urutan hasil pemeringkatan. IKA Perempuan PMII berpandangan persoalan ini tidak semata-mata menyangkut satu nama.
Sebab, yang dipertaruhkan adalah konsistensi negara dalam menghormati mekanisme hukum yang telah dibangun, menjaga sistem merit, serta memberikan kepastian hukum kepada setiap warga negara yang telah memperoleh haknya melalui proses seleksi yang sah.
Artinya, jika Wahidah merupakan calon dengan peringkat ke-10 hasil fit and proper test DPR RI, maka hak tersebut semestinya dihormati dan dilindungi.
"Setiap penyimpangan dari mekanisme tersebut harus memiliki dasar hukum yang jelas, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Negara hukum tidak boleh membiarkan ketidakpastian menggantikan kepastian, apalagi terhadap hak yang telah lahir melalui proses seleksi resmi yang diselenggarakan oleh negara sendiri," ujar politikus PKB itu.