Ilustrasi Duka Cita (IDN Times/Arief Rahmat)
Subagyo Hadi Siswoyo, yang dikenal dengan nama Subagyo HS, lahir di Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 12 Juni 1946. Ia menempuh pendidikan militer di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) Magelang dan lulus pada 1970.
Setelah menyelesaikan pendidikan militer, Subagyo memulai perjalanan kariernya sebagai perwira TNI Angkatan Darat. Ia kemudian bertugas di lingkungan pasukan khusus, yang menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan karier militernya hingga mencapai posisi strategis di tubuh TNI AD.
Pada 1994–1995, Subagyo dipercaya menjabat Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus). Saat memimpin satuan tersebut, ia pernah menjadi atasan Prabowo Subianto yang kala itu menjabat Wakil Danjen Kopassus. Setelah Subagyo meninggalkan jabatan tersebut, Prabowo meneruskan kepemimpinan di Kopassus.
Karier Subagyo berlanjut dengan menduduki sejumlah jabatan penting di lingkungan TNI AD. Ia pernah menjabat Panglima Komando Daerah Militer IV/Diponegoro dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) sebelum dipercaya memimpin TNI Angkatan Darat.
Subagyo menjabat KSAD pada Februari 1998 hingga November 1999. Masa kepemimpinannya berlangsung dalam periode peralihan pemerintahan dari Presiden Soeharto ke Presiden B.J. Habibie, kemudian berlanjut pada awal pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Pengalaman tersebut menjadikan Subagyo sebagai satu-satunya KSAD yang pernah menjalankan jabatan itu pada tiga era kepresidenan berbeda, yakni Soeharto, B.J. Habibie, dan Abdurrahman Wahid.
Setelah pensiun dari dinas militer, Subagyo tetap berkontribusi dalam pemerintahan. Pada 19 Januari 2015, Presiden Joko “Jokowi” Widodo melantiknya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Ia menjalankan tugas tersebut hingga berakhirnya masa pemerintahan Jokowi pada 2019.
Pengabdian Subagyo turut mendapat pengakuan negara. Pada (25/8/2025), Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia Utama kepada dirinya sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa.
.