Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu dalam forum PAPEDA Summit 2026 (Dok. PAPEDA Summit)
  • Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyatakan masyarakat Papua seperti menumpang di tanah sendiri karena hutan dan sumber daya alam lebih banyak dikuasai pihak luar.

  • Papua memiliki ekosistem besar yang masih utuh, mencakup 34,2 juta hektare hutan primer, 1,6 juta hektare mangrove, serta menjadi rumah bagi lebih dari enam juta penduduk.

  • PAPEDA Summit 2026 mendorong perlindungan hak Pribumi, ekonomi hijau-biru, kedaulatan pangan-energi, dan pembangunan berbasis ekosistem; pernyataan Elisa kemudian viral serta memicu empati warganet.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

PAPEDA Summit 2026 menjadi forum untuk memperkuat kemitraan, inovasi, investasi, dan ekonomi regeneratif di Tanah Papua.

Selasa (3/11/2026)

Elisa Kambu menyatakan masyarakat Papua hanya menumpang di tanah sendiri karena hutan dan sumber daya alam lebih banyak dikuasai pihak luar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyatakan masyarakat Papua hanya menumpang di tanah sendiri karena hutan dan sumber daya alam disebut lebih banyak dikuasai pihak dari luar daerah.
  • Who?
    Elisa Kambu, masyarakat Papua, pihak luar daerah termasuk yang disebut jenderal dan konglomerat, serta peserta PAPEDA Summit 2026 terlibat dalam pernyataan dan konteks forum tersebut.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan dalam PAPEDA Summit 2026 di Kota Sorong, Papua Barat Daya. Isu yang disoroti mencakup penguasaan hutan dan sumber daya alam di Tanah Papua.
  • When?
    Pernyataan Elisa Kambu dikutip pada Selasa, 3 November 2026, saat PAPEDA Summit 2026 berlangsung di Kota Sorong.
  • Why?
    Elisa menyoroti kondisi hutan Papua yang disebut telah banyak dikuasai pihak luar, dalam konteks tantangan pembangunan dan perlindungan hak masyarakat Pribumi atas sumber daya alam.
  • How?
    Pernyataan disampaikan dalam forum PAPEDA Summit yang membahas kemitraan, inovasi, investasi, ekonomi regeneratif, perlindungan ekosistem, serta pengakuan hak Pribumi. Potongan videonya kemudian viral di media sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, bilang orang Papua seperti cuma numpang di tanah sendiri. Ia berkata banyak hutan dan kekayaan alam Papua dikuasai orang dari luar. Ia bicara di acara PAPEDA di Sorong. Video ucapannya ramai di internet. Banyak orang merasa sedih dan iba.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pernyataan Elisa Kambu menempatkan persoalan penguasaan sumber daya Papua dalam ruang diskusi yang lebih luas, sekaligus memunculkan empati publik. PAPEDA Summit 2026 juga menawarkan kerangka yang menempatkan perlindungan hak Pribumi, pengelolaan ekosistem, inovasi hijau-biru, serta pengetahuan adat sebagai bagian penting dari pembangunan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, mengatakan masyarakat Papua hanya menumpang di tanah sendiri. Dia menyebut hutan dan sumber daya alam di Papua lebih banyak dikuasai pihak luar daerah.

“Kami tinggal di Papua tapi hutan-hutan sudah habis. Orang Jakarta punya hutan, orang Papua tidak punya. Kita hanya numpang,” kata Elisa, dikutip dari akun Threads @beritaindooo, Selasa (3/11/2026).

Pernyataan Gubernur Elisa sebenarnya sudah lama, namun baru viral sekarang ini. Pidato Elisa disampaikan dalam forum PAPEDA Summit 2026 di Kota Sorong pada September lalu.

Persoalan ini berkaitan dengan tantangan pembangunan yang masih berlangsung di Tanah Papua. Dalam hal ini, PAPEDA 2026 menjadi forum untuk memperkuat kemitraan, menggerakkan inovasi dan investasi, serta mempercepat ekonomi regeneratif yang selaras dengan Indonesia Emas 2045 dan Net Zero Emissions 2060.

1. Tanah Papua merupakan ekosistem besar yang masih utuh di Indonesia

Ilustrasi hutan tropis. (Pexels.com/Reno Reno)

Dikutip dari laman PAPEDA Summit 2026, Papua terdiri dari enam provinsi yang mempunyai ekosistem terbesar yang masih utuh di Indonesia.

Luasnya mencakup 34,2 juta hektare hutan primer, 1,6 juta hektare hutan bakau, dan sejumlah lokasi strategis di wilayah Segitiga Karang. Wilayah ini tentunya menjadi rumah bagi jutaan orang, termasuk komunitas Pribumi yang menguasai ratusan bahasa.

"Wilayah ini menjadi rumah bagi lebih dari enam juta orang, termasuk ratusan komunitas Pribumi yang berbicara lebih dari 300 bahasa," tulisnya.

Namun dalam forum tersebut, Elisa menyinggung penguasaan hutan di Papua oleh pihak luar, termasuk jenderal dan konglomerat. Kondisi itu membuat masyarakat Papua seolah hanya menjadi penumpang di tanahnya sendiri.

2. PAPEDA Summit fokus pada lima prioritas strategis

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu dalam forum PAPEDA Summit 2026 (Dok. PAPEDA Summit)

Konferensi ini berfokus pada lima prioritas strategis. Pertama, memperkuat keselarasan antara kebijakan nasional dan subnasional, untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, aksi iklim, serta perlindungan hutan dan ekosistem laut.

Kedua, mendorong pengakuan dan perlindungan hak-hak pribumi atas wilayah darat, pesisir, dan laut, serta memperkuat peran mereka sebagai pengelola utama sumber daya alam. Ketiga, mengembangkan “Ekonomi Alam Baru” melalui mekanisme pembiayaan hijau–biru yang inovatif dan rantai nilai yang berkelanjutan.

Keempat, memperkuat kedaulatan pangan dan energi berdasarkan sumber daya lokal, bersamaan dengan peningkatan modal manusia melalui pendidikan dan layanan kesehatan. Dan terakhir, mengintegrasikan pengetahuan ilmiah, inovasi, dan kebijaksanaan masyarakat adat ke dalam perencanaan pembangunan berbasis ekosistem (pendekatan ridge-to-reef).

3. Pernyataan Gubernur Elisa tuai empati warganet

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu dalam forum PAPEDA Summit 2026 (Dok. PAPEDA Summit)

Potongan video pernyataan Elisa Kambu yang menyebut masyarakat Papua hanya numpang, di akun Threads @beritaindooo viral di media sosial. Tentu saja, pernyataan ini mengundang beragam reaksi warganet.

Salah satu akun @f***t, berkomentar di postingan tersebut. Ia mengatakan dirinya merasa iba dan sakit hati dengan pernyataan bahwa masyarakat Papua seperti menumpang di tanahnya sendiri.

“Kita dengernya sedih banget sakit hati bapaknya ngomong begitu. Bisa-bisanya mereka tepuk tangan sambil senyum-senyum. Sombong banget ih,” tulisnya di kolom komentar.

Sejumlah warganet lainnya turut menyoroti reaksi peserta dalam forum tersebut. Mereka menyayangkan sikap peserta yang dinilai tidak menyadari persoalan di balik pernyataan tersebut, bahkan bertepuk tangan setelah mendengarnya.

“Padahal bapaknya sarkas ya, tapi malah ada yang tepuk tangan,” tulis @a***a di kolom komentar.

Menurut warganet, mereka seolah tidak memahami makna di balik pernyataan pilu tersebut, sehingga menanggapinya dengan tawa dan tepuk tangan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article