Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, penurunan luas lahan terbakar terjadi di Kalimantan Tengah, Papua Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Update Data Karhutla: Kalteng dan Papua Berkurang, Kalbar Justru Bertambah

BNPB melaporkan luas karhutla menurun di Kalimantan Tengah, Papua Selatan, Sulawesi Tenggara, dan NTT, tetapi Kalimantan Barat naik 217 persen serta Bangka Belitung mencatat delapan hektare.
Potensi titik api baru tetap diwaspadai karena bara bawah permukaan belum sepenuhnya padam, meski hujan telah turun; Papua Selatan mencatat penurunan titik panas dari 901 menjadi 156.
BNPB menyiagakan 54 armada udara untuk patroli, modifikasi cuaca, dan water bombing, serta menjalankan operasi modifikasi cuaca di sejumlah provinsi untuk membantu menekan karhutla.
Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia per Senin (2/11/2026). Secara nasional, luas lahan terbakar di beberapa daerah dilaporkan berkurang.
Meski demikian, BNPB mengingatkan potensi munculnya titik api baru masih perlu diwaspadai. Sebab, titik api yang berada di bawah permukaan tanah belum sepenuhnya padam meskipun sejumlah wilayah telah diguyur hujan.
1. Luas lahan terbakar di sejumlah wilayah berkurang

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) (Dok. BNPB) BNPB mencatat, luas lahan terbakar di Kalimantan Tengah (Kalteng) mencapai 351 hektare. Angka tersebut turun 42 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, Papua Selatan yang sebelumnya mencatatkan luas kebakaran lebih dari 700 hektare kini turun menjadi 253 hektare atau berkurang 56 persen.
Penurunan juga terjadi di Sulawesi Tenggara dengan luas lahan 95 hektare atau turun 63 persen. Adapun Nusa Tenggara Timur mencatatkan 16 hektare lahan terbakar, turun 36 persen.
“Dari layar kita bisa lihat ada beberapa provinsi saat ini mengalami penurunan yang signifikan,” kata Berton, dalam siaran langsung BNPB terkait update penanganan bencana, Senin (2/11/2026).
2. Karhutla justru meluas di Kalimantan Barat

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Dok. BNPB) Di tengah menurunnya kejadian karhutla di sejumlah daerah, BNPB justru mencatat kenaikan luas lahan terbakar di Kalimantan Barat (Kalbar).
Berton menyampaikan, luas lahan terbakar di Kalimantan Barat mencapai 19 hektare atau meningkat 217 persen. Selain itu, tercatat dalam laporan bahwa Bangka Belitung mengalami kebakaran lahan dengan luas delapan hektare, dari yang sebelumnya tidak ada catatan kebakaran.
"Artinya untuk Kalimantan maupun tempat lain walaupun musim hujan masih berpotensi terjadi titik-titik api baru, mengingat api atau bara api yang ada di bawah permukaan masih belum 100 persen untuk padam akibat hujan yang sudah terjadi akhir-akhir ini," ujar Berton.
3. BNPB siagakan 54 armada udara untuk penanganan karhutla

TNI Angkatan Udara kerahkan pesawat NC-212 untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan karhutla di Kalimantan. (Dokumentasi TNI Angkatan Udara) BNPB menyiagakan sebanyak 54 armada udara. Sebanyak 22 unit di antaranya digunakan untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca (OMC). Sementara itu, 30 helikopter disiapkan untuk melaksanakan operasi pemadaman melalui water bombing.
Operasi tersebut dilakukan di sejumlah wilayah, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Jambi, dan Riau.
“Tetap ada standby atau dalam keadaan siap siaga ketika nanti pesawat ini dibutuhkan untuk keperluan, ketika ada titik api ataupun memang diperlukan untuk melakukan modifikasi cuaca,” katanya.
4. Operasi modifikasi cuaca dilakukan di tiga provinsi

Petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memeriksa bahan semai untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah dimuat ke dalam pesawat Cessna 208 Caravan PK-SNM di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/10/2025). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar) BNPB bersama tim gabungan juga melaksanakan operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatra Selatan. Di Kalimantan Tengah, operasi dilakukan sebanyak enam sorti dengan menaburkan 9.300 kilogram dry ice dan natrium klorida (NaCl). Hujan juga dilaporkan turun di wilayah Kotawaringin Barat, Sukamara, dan Murung Raya.
Sementara itu, di Kalimantan Selatan dilakukan dua sorti dengan penaburan 3.000 kilogram garam atau NaCl. Hujan dilaporkan terjadi di Banjarbaru, Banjar, dan Tanah Laut. Adapun di Sumatra Selatan, BNPB menyebarkan 7.200 kilogram garam. Hujan kemudian dilaporkan turun di Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Palembang.
“Tentu BNPB bersama tim gabungan masih tetap melaksanakan modifikasi cuaca ketika atmosfer menyiapkan awan-awan atau bibit awan, sehingga dapat kita samaikan atau panen hujan dan ini bisa menyirami titik-titik api yang berpotensi masih ada di bawah permukaan,” kata Berton.
5. Temuan 901 titik panas di Papua Selatan

Potret penanganan bencana karhutla di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, Senin (2/11/2026). (Dok. BNPB) Berdasarkan catatan yang dihimpun oleh BNPB, pada 31 Oktober 2026, wilayah Papua Selatan dilaporkan memiliki 901 titik panas. Namun, pada 1 November 2026, jumlahnya turun signifikan menjadi 156 titik panas.
Berton menjelaskan, Papua Selatan memiliki lahan gambut seluas 1,12 juta hektare. Wilayah dengan lahan gambut terluas berada di Kabupaten Mappi dan Asmat, dengan tingkat kekeringan ekstrem mencapai 70,7 persen.
BNPB telah mengaktifkan posko operasi modifikasi cuaca di Merauke sejak 22 Oktober 2026. Pada 2 November 2026, operasi modifikasi cuaca dilakukan sebanyak dua sorti selama lebih dari lima jam dengan menyebarkan 2.000 kilogram garam di Kabupaten Merauke dan Boven Digoel.
"Hingga hari ke-11, OMC telah mencapai 17 sorti dengan NaCl yang disebarkan 17.000 kilogram," kata Berton.
Meski demikian, BNPB masih menghadapi kendala berupa kondisi cuaca akibat fenomena El Nino. Berton menyatakan akan terus melakukan upaya penanganan dan pengendalian agar titik-titik api yang tersisa tidak meluas menjadi kebakaran yang lebih besar.























